<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hampir Sekujur Tubuh Bayi Ini Bersisik</title><description>Kulit di sekujur tubuhnya hampir seluruhnya bersisik. Dia pun hingga  menapak usia 1 tahun belum bisa berjalan karena kakinya membengkak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/25/340/547047/hampir-sekujur-tubuh-bayi-ini-bersisik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/12/25/340/547047/hampir-sekujur-tubuh-bayi-ini-bersisik"/><item><title>Hampir Sekujur Tubuh Bayi Ini Bersisik</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/25/340/547047/hampir-sekujur-tubuh-bayi-ini-bersisik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/12/25/340/547047/hampir-sekujur-tubuh-bayi-ini-bersisik</guid><pubDate>Minggu 25 Desember 2011 21:01 WIB</pubDate><dc:creator>Jaka Samudra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/25/340/547047/pdDaGOymYg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Jaka Samudra)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/25/340/547047/pdDaGOymYg.jpg</image><title>(Foto: Jaka Samudra)</title></images><description>PASURUAN - Indah Permataningrum, seorang bayi di Pasuruan, Jawa Timur, memiliki keanehan. Kulit di sekujur tubuhnya hampir seluruhnya bersisik. Dia pun hingga menapak usia 1 tahun belum bisa berjalan karena kakinya membengkak.
&amp;nbsp;
Sungguh malang memang nasib yang dialami warga Dusun Lor Embong, Desa Sedarum, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur ini. Apalagi orangtuanya seolah pasrah mengusahakan pengobatan lantaran himpitan ekonomi.
&amp;nbsp;
Alhasil Indah hanya mengisi waktunya dengan penderitaan di gendongan dan tempat tidur di rumah neneknya, Suli.
&amp;nbsp;
Suli menjelaskan, awalnya cucunya sakit panas lalu kejang-kejang saat berumur 4 bulan. Segala macam pengobatan sudah ditempuh baik lewat orang pintar atau dukun dan bidan setempat serta Puskesmas. Namun usaha-usaha yang dilalui tak kunjung berhasil, bahkan kulit Indah terus mengelupas dan mengeluarkan sisik baru. &amp;ldquo;Awalnya sakit panas terus keluar bintik-bintik merah,&amp;rdquo; ujar Suli.
&amp;nbsp;
Ratih Renata, dokter Puskesmas Nguling, Pasuruan, menjelaskan bahwa Indah menderita penyakit dramatitis yang disebabkan alergi kulit.
&amp;nbsp;
Untuk penanganannya harus dirawat&amp;nbsp; dengan kondisi steril di poli anak. Namun yang menjadi kendala nenek Suli belum punya ongkos untuk pengobatan cucunya. Penghasilannya dari menjadi buruh pencari rumput hanya pas-pasan untuk makan sehari-hari.</description><content:encoded>PASURUAN - Indah Permataningrum, seorang bayi di Pasuruan, Jawa Timur, memiliki keanehan. Kulit di sekujur tubuhnya hampir seluruhnya bersisik. Dia pun hingga menapak usia 1 tahun belum bisa berjalan karena kakinya membengkak.
&amp;nbsp;
Sungguh malang memang nasib yang dialami warga Dusun Lor Embong, Desa Sedarum, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur ini. Apalagi orangtuanya seolah pasrah mengusahakan pengobatan lantaran himpitan ekonomi.
&amp;nbsp;
Alhasil Indah hanya mengisi waktunya dengan penderitaan di gendongan dan tempat tidur di rumah neneknya, Suli.
&amp;nbsp;
Suli menjelaskan, awalnya cucunya sakit panas lalu kejang-kejang saat berumur 4 bulan. Segala macam pengobatan sudah ditempuh baik lewat orang pintar atau dukun dan bidan setempat serta Puskesmas. Namun usaha-usaha yang dilalui tak kunjung berhasil, bahkan kulit Indah terus mengelupas dan mengeluarkan sisik baru. &amp;ldquo;Awalnya sakit panas terus keluar bintik-bintik merah,&amp;rdquo; ujar Suli.
&amp;nbsp;
Ratih Renata, dokter Puskesmas Nguling, Pasuruan, menjelaskan bahwa Indah menderita penyakit dramatitis yang disebabkan alergi kulit.
&amp;nbsp;
Untuk penanganannya harus dirawat&amp;nbsp; dengan kondisi steril di poli anak. Namun yang menjadi kendala nenek Suli belum punya ongkos untuk pengobatan cucunya. Penghasilannya dari menjadi buruh pencari rumput hanya pas-pasan untuk makan sehari-hari.</content:encoded></item></channel></rss>
