<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demokrat Tolak Rencana Timwas Century Usut HEW</title><description>Fraksi Partai Demokrat menolak rencana Tim Pengawas (Timwas) perkara  Bank Century menindaklanjuti dua informasi tambahan yang dilaporkan BPK.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/27/339/547601/demokrat-tolak-rencana-timwas-century-usut-hew</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/12/27/339/547601/demokrat-tolak-rencana-timwas-century-usut-hew"/><item><title>Demokrat Tolak Rencana Timwas Century Usut HEW</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/27/339/547601/demokrat-tolak-rencana-timwas-century-usut-hew</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/12/27/339/547601/demokrat-tolak-rencana-timwas-century-usut-hew</guid><pubDate>Selasa 27 Desember 2011 09:40 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdinan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/27/339/547601/hoSWk8PhaS.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/27/339/547601/hoSWk8PhaS.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Fraksi Partai Demokrat menolak rencana Tim Pengawas (Timwas) perkara Bank Century menindaklanjuti dua informasi tambahan yang dilaporkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam audit investigasi kasus Century.Hal ini ditegaskan Ketua Fraksi Demokrat di DPR Jafar Hafsah. Menurutnya, Timwas harus konsisten mengawasi pelaksanaan proses hukum menyangkut 13 temuan BPK. &quot;Tidak perlu repot-repot mengurus dua informasi tambahan hasil audit BPK. Kita masih banyak kerjaan lain,&quot; kata Jafar kepada okezone, Senin (26/12/2011) malam. Menurut Jafar, sejumlah anggota Timwas terlalu memaksakan diri untuk menghukum pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara Century. &quot;Mereka itu selalu ingin ada yang terpidana dalam kasus ini. Mereka menganggap tidak&amp;nbsp; bekerja kalau belum ketemu unsur pidana yang diproses hukum. Jangan terlalu memaksakan kehendak yang nyatanya tidak didukung bukti kuat,&quot; tandasnya. Sebelumnya anggota Timwas Century dari Fraksi Golkar Bambang Soesatyo. menegaskan Timwas akan menindaklanujuti dua temuan yakni aliran dana ke PT Media Nusa Pradana (MNP). BPK menyebut selama periode 2006-2009 terdapat aliran dana dari SS dan SL melalui PT IMA dan PT SMS ke PT MNP sebesar Rp100,95 miliar. Informasi tambahan kedua yakni transaksi penukaran valas dan hasil penukaran kas valas atas nama HEW dan SKS, nasabah Bank Century. Dari aplikasi setoran, diketahui bahwa dana yang disetor tersebut berasal dari penukaran valas ke dalam rupiah di Bank Century cabang Pondok Indah. Namun dalam penelitian lebih lanjut, menunjukkan bahwa dalam buku catatan mengenai kas valas di Bank Century tidak ditemukan adanya transaksi penukaran kas valas alias terjadi transaksi fiktif.</description><content:encoded>JAKARTA - Fraksi Partai Demokrat menolak rencana Tim Pengawas (Timwas) perkara Bank Century menindaklanjuti dua informasi tambahan yang dilaporkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam audit investigasi kasus Century.Hal ini ditegaskan Ketua Fraksi Demokrat di DPR Jafar Hafsah. Menurutnya, Timwas harus konsisten mengawasi pelaksanaan proses hukum menyangkut 13 temuan BPK. &quot;Tidak perlu repot-repot mengurus dua informasi tambahan hasil audit BPK. Kita masih banyak kerjaan lain,&quot; kata Jafar kepada okezone, Senin (26/12/2011) malam. Menurut Jafar, sejumlah anggota Timwas terlalu memaksakan diri untuk menghukum pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara Century. &quot;Mereka itu selalu ingin ada yang terpidana dalam kasus ini. Mereka menganggap tidak&amp;nbsp; bekerja kalau belum ketemu unsur pidana yang diproses hukum. Jangan terlalu memaksakan kehendak yang nyatanya tidak didukung bukti kuat,&quot; tandasnya. Sebelumnya anggota Timwas Century dari Fraksi Golkar Bambang Soesatyo. menegaskan Timwas akan menindaklanujuti dua temuan yakni aliran dana ke PT Media Nusa Pradana (MNP). BPK menyebut selama periode 2006-2009 terdapat aliran dana dari SS dan SL melalui PT IMA dan PT SMS ke PT MNP sebesar Rp100,95 miliar. Informasi tambahan kedua yakni transaksi penukaran valas dan hasil penukaran kas valas atas nama HEW dan SKS, nasabah Bank Century. Dari aplikasi setoran, diketahui bahwa dana yang disetor tersebut berasal dari penukaran valas ke dalam rupiah di Bank Century cabang Pondok Indah. Namun dalam penelitian lebih lanjut, menunjukkan bahwa dalam buku catatan mengenai kas valas di Bank Century tidak ditemukan adanya transaksi penukaran kas valas alias terjadi transaksi fiktif.</content:encoded></item></channel></rss>
