<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>7.000 Rumah Terendam Air hingga 3 Meter di Riau</title><description>Banjir kembali menerjang Kabupaten Kuansing Riau dan tiga kabupaten lainnya menyebabkan sedikitnya 7.000 rumah warga terendam air.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/27/340/547768/7-000-rumah-terendam-air-hingga-3-meter-di-riau</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/12/27/340/547768/7-000-rumah-terendam-air-hingga-3-meter-di-riau"/><item><title>7.000 Rumah Terendam Air hingga 3 Meter di Riau</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/27/340/547768/7-000-rumah-terendam-air-hingga-3-meter-di-riau</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/12/27/340/547768/7-000-rumah-terendam-air-hingga-3-meter-di-riau</guid><pubDate>Selasa 27 Desember 2011 14:01 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung &amp; M Yusuf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/27/340/547768/qP4bhiTFyb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi banjir (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/27/340/547768/qP4bhiTFyb.jpg</image><title>Ilustrasi banjir (Foto: Koran SI)</title></images><description>PEKANBARU - Banjir kembali menerjang Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Sedikitnya 6.150 rumah warga terendam air.&amp;nbsp;Bahkan ketinggian air di beberapa desa mencapai tiga meter, kondisi ini melumpuhkan aktivitas warga. Banjir menerjang 22 desa yang berlokasi di sembilan kecamatan.Banjir disebabkan luapan Sungai Bantan Kuantan akibat tingginya curah hujan yang turun sejak beberapa hari belakangan.Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kuansing, Tarmis, mengatakan banjir kali ini merupakan yang terparah sejak dua tahun terakhir.&amp;ldquo;Saat ini warga yang rumahnya terendam sudah mengungsi ke tempat keluarga,&amp;rdquo; ungkap Tarmis kepada okezone, Selasa (27/12/2012).Selain merendam rumah, banjir ini juga menggenangi fasilitas umum seperti sekolah, rumah ibadah, dan 200 hektare lahan pertanian warga.&amp;ldquo;Sejauh ini belum ada laporan adanya korban jiwa,&amp;rdquo; tutupnya.Selain itu, air juga merendam sekira 400 rumah di Kota Pekanbaru, 300 rumah di Kabupaten Rokan Hilir, dan 1.200 rumah di Kabupaten Kampar.  Ketinggian air di tiga daerah itu mulai 70 sentimeter hingga 100 sentimeter.Hingga siang ini banjir belum menunjukkan surut, bahkan diperkirakan semakin meluas seiring tingginya curah hujan di Kabupaten Kuansing dan daerah lain di Riau.</description><content:encoded>PEKANBARU - Banjir kembali menerjang Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Sedikitnya 6.150 rumah warga terendam air.&amp;nbsp;Bahkan ketinggian air di beberapa desa mencapai tiga meter, kondisi ini melumpuhkan aktivitas warga. Banjir menerjang 22 desa yang berlokasi di sembilan kecamatan.Banjir disebabkan luapan Sungai Bantan Kuantan akibat tingginya curah hujan yang turun sejak beberapa hari belakangan.Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kuansing, Tarmis, mengatakan banjir kali ini merupakan yang terparah sejak dua tahun terakhir.&amp;ldquo;Saat ini warga yang rumahnya terendam sudah mengungsi ke tempat keluarga,&amp;rdquo; ungkap Tarmis kepada okezone, Selasa (27/12/2012).Selain merendam rumah, banjir ini juga menggenangi fasilitas umum seperti sekolah, rumah ibadah, dan 200 hektare lahan pertanian warga.&amp;ldquo;Sejauh ini belum ada laporan adanya korban jiwa,&amp;rdquo; tutupnya.Selain itu, air juga merendam sekira 400 rumah di Kota Pekanbaru, 300 rumah di Kabupaten Rokan Hilir, dan 1.200 rumah di Kabupaten Kampar.  Ketinggian air di tiga daerah itu mulai 70 sentimeter hingga 100 sentimeter.Hingga siang ini banjir belum menunjukkan surut, bahkan diperkirakan semakin meluas seiring tingginya curah hujan di Kabupaten Kuansing dan daerah lain di Riau.</content:encoded></item></channel></rss>
