<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengentasan Daerah Tertinggal Butuh 20 Tahun </title><description>Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) mengakui pihaknya  mustahil bisa mengentaskan 183 daerah tertinggal dalam waktu lima tahun  kerja.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/28/337/548317/pengentasan-daerah-tertinggal-butuh-20-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/12/28/337/548317/pengentasan-daerah-tertinggal-butuh-20-tahun"/><item><title>Pengentasan Daerah Tertinggal Butuh 20 Tahun </title><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/28/337/548317/pengentasan-daerah-tertinggal-butuh-20-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/12/28/337/548317/pengentasan-daerah-tertinggal-butuh-20-tahun</guid><pubDate>Rabu 28 Desember 2011 14:33 WIB</pubDate><dc:creator>muh sahlan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/28/337/548317/ENxv5d5WUf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri PDT Helmy Faishal (Tengah) (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/28/337/548317/ENxv5d5WUf.jpg</image><title>Menteri PDT Helmy Faishal (Tengah) (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) mengakui pihaknya mustahil bisa mengentaskan 183 daerah tertinggal dalam waktu lima tahun kerja.
&amp;nbsp;
&quot;Tak mungkin kita bisa mengentaskan 183 daerah tertingal hanya dalam lima tahun. Apalagi untuk daerah yang ketertinggalannya sangat jauh, paling tidak butuh 20 tahun agar daerah itu bisa berkembang,&quot; ujar Menteri PDT Helmy Faishal Zaini, saat refleksi akhir tahun KPDT di Jakarta, Rabu (28/12/2011).
&amp;nbsp;
Dia menjelaskan, upaya mendekatkan program pembangunan ke daerah tertinggal sejatinya dilakukan dengan menyentuhkan langsung program ke desa sebagai satuan masyarakat. Karena itu, terang dia, program bedah desa KPDT menjadi prioritas penting agar kue pembangunan benar-benar mengena ke level masyarakat bawah secara nyata.
&amp;nbsp;
Selain masalah peningkatan pendapatan perkapita masyarakat, program prioritas desa tertinggal juga terkait peningkatan Indeks Pembanguan Manusia (IPM). Karena itu, Kementerian PDT mendorong agar tenaga-tenaga guru dan tenaga medis disebar ke desa-desa tertinggal.
&amp;nbsp;
&quot;Angka melek huruf di daerah tertinggal rata-rata hanya 26 persen dari total masyarakatnya. Padahal rata-rata nasional sudah 91 persen. Jadi kalau tak ada manuver yang memihak daerah tertinggal sulit mewujudkan pembangunan nasional yang merata. Saya selalu koordinasikan kepada Kemendikbud maupun Kemenkes agar penyebaran guru ke desa tertinggal jadikan prioritas. Jika enggak pakai model kroyokan dari semua kementerian/lembaga dan Pemda, sulit memajukan daerah tertinggal,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) mengakui pihaknya mustahil bisa mengentaskan 183 daerah tertinggal dalam waktu lima tahun kerja.
&amp;nbsp;
&quot;Tak mungkin kita bisa mengentaskan 183 daerah tertingal hanya dalam lima tahun. Apalagi untuk daerah yang ketertinggalannya sangat jauh, paling tidak butuh 20 tahun agar daerah itu bisa berkembang,&quot; ujar Menteri PDT Helmy Faishal Zaini, saat refleksi akhir tahun KPDT di Jakarta, Rabu (28/12/2011).
&amp;nbsp;
Dia menjelaskan, upaya mendekatkan program pembangunan ke daerah tertinggal sejatinya dilakukan dengan menyentuhkan langsung program ke desa sebagai satuan masyarakat. Karena itu, terang dia, program bedah desa KPDT menjadi prioritas penting agar kue pembangunan benar-benar mengena ke level masyarakat bawah secara nyata.
&amp;nbsp;
Selain masalah peningkatan pendapatan perkapita masyarakat, program prioritas desa tertinggal juga terkait peningkatan Indeks Pembanguan Manusia (IPM). Karena itu, Kementerian PDT mendorong agar tenaga-tenaga guru dan tenaga medis disebar ke desa-desa tertinggal.
&amp;nbsp;
&quot;Angka melek huruf di daerah tertinggal rata-rata hanya 26 persen dari total masyarakatnya. Padahal rata-rata nasional sudah 91 persen. Jadi kalau tak ada manuver yang memihak daerah tertinggal sulit mewujudkan pembangunan nasional yang merata. Saya selalu koordinasikan kepada Kemendikbud maupun Kemenkes agar penyebaran guru ke desa tertinggal jadikan prioritas. Jika enggak pakai model kroyokan dari semua kementerian/lembaga dan Pemda, sulit memajukan daerah tertinggal,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
