<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PBNU: Libatkan Civil Society dalam Pembahasan RUU Kamnas </title><description>PBNU) menerima  kunjungan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Syamsudin, yang secara khusus  datang untuk menyosialisasikan rencana Pemerintah menerbitkan  Undang-undang Keamanan Nasional</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/29/337/548588/pbnu-libatkan-civil-society-dalam-pembahasan-ruu-kamnas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/12/29/337/548588/pbnu-libatkan-civil-society-dalam-pembahasan-ruu-kamnas"/><item><title>PBNU: Libatkan Civil Society dalam Pembahasan RUU Kamnas </title><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/29/337/548588/pbnu-libatkan-civil-society-dalam-pembahasan-ruu-kamnas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/12/29/337/548588/pbnu-libatkan-civil-society-dalam-pembahasan-ruu-kamnas</guid><pubDate>Kamis 29 Desember 2011 01:03 WIB</pubDate><dc:creator>Reka Agni Maharani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/28/337/548588/Ucte8xfFnW.gif" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/28/337/548588/Ucte8xfFnW.gif</image><title>Foto: Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Rabu (28/12/2011) menerima kunjungan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Syamsudin, yang secara khusus datang untuk menyosialisasikan rencana Pemerintah menerbitkan Undang-undang Keamanan Nasional. PBNU dengan tegas meminta agar dalam pembahasannya civil society turut dilibatkan.&quot;Kesalahan orde baru dulu semuanya sentralisasi. Semuanya sekarang sudah belajar, mari libatkan semuanya, terasuk civil society,&quot; kata Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Sirodj di hadapan Sjafrie.Said mengatakan, negara sekuat apapun pasti membutuhkan keterlibatan civil society. Terlebih dikalangan Nahdliyin, khususnya para kiai sepuh yang diakui oleh Said masih memiliki rasa trauma dengan kejadian lampau.&quot;Kiai di desa coba lihat, mereka masih ada yang ketakutan kalau melihat baju hijau. Libatkan civil society, insya Allah akan bisa membantu terciptanya undang-undang yang baik,&quot; ujarnya.Menanggapi permintaan PBNU, Kementerian Pertahanan memberikan sambutan positif. Wamenhan Sjafrie bahkan mengaku jika pihaknya sudah berencana melibatkan semua elemen dimasyarakat dalam pembahasan RUU Keamanan Nasional.&quot;Tadi sana (Wamenhan Sjafrie) sendiri yang mengatakan. Kementrian Pertahanan siap melibatkan semua elemen masyarakat, termasuk PBNU sebagai civil society,&quot; ujar Said menirukan yang diucapkan Sjafrie.Rombongan Kementrian Pertahanan datang dengan dipimpin Sjafrie Syamsudin. Dari jajaran staf yang ikut datang di antaranya Sekretaris Jendral Marskal Eris Harianto, Direktur Jendral Strategi Pertahanan Mayjend Puguh Santoso, Kapuskom Publik Brigjend Hartind dan sejumlah staf lainnya. (sus) </description><content:encoded>JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Rabu (28/12/2011) menerima kunjungan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Syamsudin, yang secara khusus datang untuk menyosialisasikan rencana Pemerintah menerbitkan Undang-undang Keamanan Nasional. PBNU dengan tegas meminta agar dalam pembahasannya civil society turut dilibatkan.&quot;Kesalahan orde baru dulu semuanya sentralisasi. Semuanya sekarang sudah belajar, mari libatkan semuanya, terasuk civil society,&quot; kata Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Sirodj di hadapan Sjafrie.Said mengatakan, negara sekuat apapun pasti membutuhkan keterlibatan civil society. Terlebih dikalangan Nahdliyin, khususnya para kiai sepuh yang diakui oleh Said masih memiliki rasa trauma dengan kejadian lampau.&quot;Kiai di desa coba lihat, mereka masih ada yang ketakutan kalau melihat baju hijau. Libatkan civil society, insya Allah akan bisa membantu terciptanya undang-undang yang baik,&quot; ujarnya.Menanggapi permintaan PBNU, Kementerian Pertahanan memberikan sambutan positif. Wamenhan Sjafrie bahkan mengaku jika pihaknya sudah berencana melibatkan semua elemen dimasyarakat dalam pembahasan RUU Keamanan Nasional.&quot;Tadi sana (Wamenhan Sjafrie) sendiri yang mengatakan. Kementrian Pertahanan siap melibatkan semua elemen masyarakat, termasuk PBNU sebagai civil society,&quot; ujar Said menirukan yang diucapkan Sjafrie.Rombongan Kementrian Pertahanan datang dengan dipimpin Sjafrie Syamsudin. Dari jajaran staf yang ikut datang di antaranya Sekretaris Jendral Marskal Eris Harianto, Direktur Jendral Strategi Pertahanan Mayjend Puguh Santoso, Kapuskom Publik Brigjend Hartind dan sejumlah staf lainnya. (sus) </content:encoded></item></channel></rss>
