<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Urusan Perut Bisa Picu Seorang Jaksa Menjadi 'Nakal'</title><description>Pemberian remunerasi kepada jajaran Korps Adhyaksa seakan tak berpengaruh terhadap perbaikan kinerja jaksa itu sendiri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/29/339/549075/urusan-perut-bisa-picu-seorang-jaksa-menjadi-nakal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/12/29/339/549075/urusan-perut-bisa-picu-seorang-jaksa-menjadi-nakal"/><item><title>Urusan Perut Bisa Picu Seorang Jaksa Menjadi 'Nakal'</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/29/339/549075/urusan-perut-bisa-picu-seorang-jaksa-menjadi-nakal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/12/29/339/549075/urusan-perut-bisa-picu-seorang-jaksa-menjadi-nakal</guid><pubDate>Kamis 29 Desember 2011 18:45 WIB</pubDate><dc:creator>Rizka Diputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/29/339/549075/xbtzgQvZjY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/29/339/549075/xbtzgQvZjY.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemberian remunerasi kepada jajaran Korps Adhyaksa seakan tak berpengaruh terhadap perbaikan kinerja jaksa itu sendiri. Terbukti, masih saja ada ulah nakal oknum jaksa yang melakukan pemerasan terkait penanganan perkara.
&amp;nbsp;
Menanggapi hal ini, Wakil Jaksa Agung Darmono mengatakan, pemberian remunerasi adalah bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan. &quot;Dan itu adalah bagian dari upaya menekan terjadinya penyimpangan-penyimpangan,&quot; kata Darmono di Jakarta, Kamis (29/12/2011).
&amp;nbsp;
Namun, jika masih saja terjadi penyimpangan perilaku jaksa tentu akan diambil tindakan tegas. Pemberian remunerasi juga diharapkan dapat meminimalisir perilaku nakal jaksa. &quot;Kalau toh masih ada penyimpangan, tentu jumlahnya akan jauh lebih kecil jika dibanding denga keadaan dimana tingkat kesejahteraannya masih rendah,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;
Darmono kemudian mencontohkan, suatu keadaan biasanya dapat mempengaruhi seseorang untuk berbuat penyimpangan perilaku. Namun hal itu tentu kembali kepada pribadi orang itu sendiri.
&amp;nbsp;
&quot;Secara teoritis orang kalau perutnya lapar, peluang atau dorongan untuk melakukan kejahatan akan lebih besar jika dibandingkan dengan orang yang dalam keadaan kenyang perutnya. Hanya orang-orang yang bejat moralnya saja yang walaupun perutnya kenyang masih ingin mencuri,&quot; cetus Darmono.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemberian remunerasi kepada jajaran Korps Adhyaksa seakan tak berpengaruh terhadap perbaikan kinerja jaksa itu sendiri. Terbukti, masih saja ada ulah nakal oknum jaksa yang melakukan pemerasan terkait penanganan perkara.
&amp;nbsp;
Menanggapi hal ini, Wakil Jaksa Agung Darmono mengatakan, pemberian remunerasi adalah bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan. &quot;Dan itu adalah bagian dari upaya menekan terjadinya penyimpangan-penyimpangan,&quot; kata Darmono di Jakarta, Kamis (29/12/2011).
&amp;nbsp;
Namun, jika masih saja terjadi penyimpangan perilaku jaksa tentu akan diambil tindakan tegas. Pemberian remunerasi juga diharapkan dapat meminimalisir perilaku nakal jaksa. &quot;Kalau toh masih ada penyimpangan, tentu jumlahnya akan jauh lebih kecil jika dibanding denga keadaan dimana tingkat kesejahteraannya masih rendah,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;
Darmono kemudian mencontohkan, suatu keadaan biasanya dapat mempengaruhi seseorang untuk berbuat penyimpangan perilaku. Namun hal itu tentu kembali kepada pribadi orang itu sendiri.
&amp;nbsp;
&quot;Secara teoritis orang kalau perutnya lapar, peluang atau dorongan untuk melakukan kejahatan akan lebih besar jika dibandingkan dengan orang yang dalam keadaan kenyang perutnya. Hanya orang-orang yang bejat moralnya saja yang walaupun perutnya kenyang masih ingin mencuri,&quot; cetus Darmono.</content:encoded></item></channel></rss>
