<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Isu Keagamaan Masih Sensitif di Masyarakat</title><description>Insiden pembakaran pesantren Syiah di Sampang awalnya dipicu persoalaan pribadi kakak-adik. Namun, kemudian melebar hingga menyangkut  persoalaan perbedaan pandangan keagamaan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/30/337/549375/isu-keagamaan-masih-sensitif-di-masyarakat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/12/30/337/549375/isu-keagamaan-masih-sensitif-di-masyarakat"/><item><title>Isu Keagamaan Masih Sensitif di Masyarakat</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/30/337/549375/isu-keagamaan-masih-sensitif-di-masyarakat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/12/30/337/549375/isu-keagamaan-masih-sensitif-di-masyarakat</guid><pubDate>Jum'at 30 Desember 2011 14:17 WIB</pubDate><dc:creator>Misbahol Munir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/30/337/549375/953rSXH7GX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/30/337/549375/953rSXH7GX.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Pengamat aliran-aliran Islam, Kholid Al Walid mengatakan persoalaan isu keagaman tetap menjadi isu yang sangat sensitif di tengah-tengah masyarakat. Kholid mengakui bahwa insiden pembakaran pesantren Tajul Muluk di Sampang, Madura adalah persoalaan antara Tajul dan Rosi sebagai kakak-adik. Namun, kata dia, kasus itu mulai melebar hingga menyangkut persoalaan perbedaan pandangan keagamaan.&amp;ldquo;Isu keagamaan masih sensitif di masyarakat, jadi meski awalnya personal tapi sudah melebar dan menjadi perbincangan masyarakat karena berbeda pandangan maka jadi berubah nuansanya,&amp;rdquo; ujar Kholid kepada okezone, Jumat (30/12/2011).Padahal kata dia, Syiah di Indonesia sudah ada sejak zaman dahulu. Di berbagai daerah Syiah sudah berkembang jauh. &amp;ldquo;Syiah sudah lama di Indonesia, di Aceh Syah Kuwala, dan Hamzah Fanzury,&amp;rdquo; jelasnya.Kholid yang merupakan seorang akademisi mengecam tindakan anarki masyarakat dalam menyikapi perbedaan pandangan keagamaan. Bahkan kata dia, peristiwa tersebut ada pihak yang menunggangi.&amp;ldquo;Seharusnya peristiwa semacam itu tak boleh terjadi, apalagi memusuhi sesama Islam. Peristiwa ini ada yang menunggangi,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat aliran-aliran Islam, Kholid Al Walid mengatakan persoalaan isu keagaman tetap menjadi isu yang sangat sensitif di tengah-tengah masyarakat. Kholid mengakui bahwa insiden pembakaran pesantren Tajul Muluk di Sampang, Madura adalah persoalaan antara Tajul dan Rosi sebagai kakak-adik. Namun, kata dia, kasus itu mulai melebar hingga menyangkut persoalaan perbedaan pandangan keagamaan.&amp;ldquo;Isu keagamaan masih sensitif di masyarakat, jadi meski awalnya personal tapi sudah melebar dan menjadi perbincangan masyarakat karena berbeda pandangan maka jadi berubah nuansanya,&amp;rdquo; ujar Kholid kepada okezone, Jumat (30/12/2011).Padahal kata dia, Syiah di Indonesia sudah ada sejak zaman dahulu. Di berbagai daerah Syiah sudah berkembang jauh. &amp;ldquo;Syiah sudah lama di Indonesia, di Aceh Syah Kuwala, dan Hamzah Fanzury,&amp;rdquo; jelasnya.Kholid yang merupakan seorang akademisi mengecam tindakan anarki masyarakat dalam menyikapi perbedaan pandangan keagamaan. Bahkan kata dia, peristiwa tersebut ada pihak yang menunggangi.&amp;ldquo;Seharusnya peristiwa semacam itu tak boleh terjadi, apalagi memusuhi sesama Islam. Peristiwa ini ada yang menunggangi,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
