<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>168 Tahanan di DKI Meninggal karena AIDS dan Over Kapasitas</title><description>Sebanyak 168 tahanan serta warga binaan di Rutan dan Lapas DKI Jakarta meninggal dunia selama tahun  2011.Penyebabnya, fasilitas buruk dan penyakit AIDS.</description><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/31/339/549841/168-tahanan-di-dki-meninggal-karena-aids-dan-over-kapasitas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2011/12/31/339/549841/168-tahanan-di-dki-meninggal-karena-aids-dan-over-kapasitas"/><item><title>168 Tahanan di DKI Meninggal karena AIDS dan Over Kapasitas</title><link>https://news.okezone.com/read/2011/12/31/339/549841/168-tahanan-di-dki-meninggal-karena-aids-dan-over-kapasitas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2011/12/31/339/549841/168-tahanan-di-dki-meninggal-karena-aids-dan-over-kapasitas</guid><pubDate>Sabtu 31 Desember 2011 18:01 WIB</pubDate><dc:creator>Catur Nugroho Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2011/12/31/339/549841/ByIGZhmr7C.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/Lapas di Cipinang (Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2011/12/31/339/549841/ByIGZhmr7C.jpg</image><title>Ilustrasi/Lapas di Cipinang (Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sebanyak 168 tahanan serta warga binaan meninggal dunia selama tahun 2011. Mereka yang meninggal merupakan penghuni rumah tahanan (Rutan) dan lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang berada di bawah naungan Kantor Wilayah Kementrian Hukum HAM DKI Jakarta.&quot;Sebagian besar yang meninggal karena penyakit HIV dan AIDS, penyakit tersebut dibawa dari luar,&quot; kata Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum HAM DKI Jakarta, Taswem Tarib, usai jumpa pers refleksi akhir tahun Kanwil Kemenkum HAM DKI Jakarta, Sabtu (31/12/2011).Berdasarkan data dari Kanwil Kemenkum HAM DKI Jakarta, tahanan dan warga binaan yang meninggal paling banyak terjadi di Lapas Klas 1 Cipinang sebanyak 45 orang, kemudian Rutan Klas 1 Jakarta Pusat sebanyak 40 orang.&amp;nbsp;&quot;Kebanyakan tahanan dan warga binaan yang meninggal diakibatkan karena fasilitas yang buruk di tempat mereka ditahan, baik di Lapas dan Rutan yang sebagian besar kelebihan kapasitas,&quot; jelas Taswem.Lebih jauh, Taswem menuturkan seperti Lapas Klas 1 Cipinang yang hanya berkapasitas 1580 orang, namun ditempati oleh 2048 orang.&quot;Idelanya setiap 5,4 meter persegi, diisi oleh satu orang. Namun kenyataannya, ruangan yang hanya sebesar itu diisi hingga belasan bahkan puluhan orang,&quot; ungkapnya.Ia menjelaskan keadaan tersebut diperparah lagi dengan anggaran makan tahanan dan warga binaan yang hanya Rp 6.500 perhari, untuk tiga kali makan.&quot;Hal ini sudah dilaporkan kepada kemenetrian, namun karena adanya keterbatasan lahan dan anggaran,&quot; paparnya.Perlu diketahui, sebuah kamar di Rutan dan Lapas yang berisi 50 sampai 100 orang, hanya tersedia satu kamar mandi dan sebuah kipas angin tanpa televisi.</description><content:encoded>JAKARTA - Sebanyak 168 tahanan serta warga binaan meninggal dunia selama tahun 2011. Mereka yang meninggal merupakan penghuni rumah tahanan (Rutan) dan lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang berada di bawah naungan Kantor Wilayah Kementrian Hukum HAM DKI Jakarta.&quot;Sebagian besar yang meninggal karena penyakit HIV dan AIDS, penyakit tersebut dibawa dari luar,&quot; kata Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum HAM DKI Jakarta, Taswem Tarib, usai jumpa pers refleksi akhir tahun Kanwil Kemenkum HAM DKI Jakarta, Sabtu (31/12/2011).Berdasarkan data dari Kanwil Kemenkum HAM DKI Jakarta, tahanan dan warga binaan yang meninggal paling banyak terjadi di Lapas Klas 1 Cipinang sebanyak 45 orang, kemudian Rutan Klas 1 Jakarta Pusat sebanyak 40 orang.&amp;nbsp;&quot;Kebanyakan tahanan dan warga binaan yang meninggal diakibatkan karena fasilitas yang buruk di tempat mereka ditahan, baik di Lapas dan Rutan yang sebagian besar kelebihan kapasitas,&quot; jelas Taswem.Lebih jauh, Taswem menuturkan seperti Lapas Klas 1 Cipinang yang hanya berkapasitas 1580 orang, namun ditempati oleh 2048 orang.&quot;Idelanya setiap 5,4 meter persegi, diisi oleh satu orang. Namun kenyataannya, ruangan yang hanya sebesar itu diisi hingga belasan bahkan puluhan orang,&quot; ungkapnya.Ia menjelaskan keadaan tersebut diperparah lagi dengan anggaran makan tahanan dan warga binaan yang hanya Rp 6.500 perhari, untuk tiga kali makan.&quot;Hal ini sudah dilaporkan kepada kemenetrian, namun karena adanya keterbatasan lahan dan anggaran,&quot; paparnya.Perlu diketahui, sebuah kamar di Rutan dan Lapas yang berisi 50 sampai 100 orang, hanya tersedia satu kamar mandi dan sebuah kipas angin tanpa televisi.</content:encoded></item></channel></rss>
