<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bang Sani Menilai Pola Loop Line KRL Belum Sukses</title><description>Pola baru dalam rute Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek masih perlu terus ditingkatkan pelayanannya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/02/338/550538/bang-sani-menilai-pola-loop-line-krl-belum-sukses</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/02/338/550538/bang-sani-menilai-pola-loop-line-krl-belum-sukses"/><item><title>Bang Sani Menilai Pola Loop Line KRL Belum Sukses</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/02/338/550538/bang-sani-menilai-pola-loop-line-krl-belum-sukses</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/02/338/550538/bang-sani-menilai-pola-loop-line-krl-belum-sukses</guid><pubDate>Senin 02 Januari 2012 17:56 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/02/338/550538/e4Pvm8WGKR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/02/338/550538/e4Pvm8WGKR.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA- Pola baru dalam rute Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek masih perlu terus ditingkatkan pelayanannya, terutama terkait ketepatan waktu dan sosialisasi rute loop line atau jalur lingkar yang belum lama diberlakukan.
&amp;nbsp;
Hal tersebut diutarakan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Triwisaksana. &quot;Soal ketepatan waktu dan sosialisasi rute, daya angkut masih perlu dioptimalkan. Dewan mendorong PT KAI dan untuk terus meningkatkan pelayanan serta menambah jumlah gerbong untuk menambah kapasitas angkut dari wilayah komuter,&quot; ujarnya usai memantau KRL commuter line di Jakarta, Senin (2/1/2012).
&amp;nbsp;
Pria yang akrab dipanggil Bang Sani itu menambahkan, pola loop line juga bisa dioptimalkan dengan membuat kereta dari wilayah komuter seperti Bogor, Serpong, dan Bekasi berhenti di stasiun utama seperti Tanah Abang, Manggarai, atau Jatinegara.
&amp;nbsp;
&quot;Dengan pola ini KRL tidak perlu melingkar, di stasiun utama, penumpang diantar dengan pola loop line, sehingga daya angkut bisa lebih besar dan waktu kedatangan bisa lebih cepat,&quot; ujar politikus PKS ini.
&amp;nbsp;
Menurutnya waktu per kedatangan kereta yang ideal adalah setiap lima menit. &quot;Saya harap tidak ada lagi penghapusan jadwal atau kerusakan teknis yang tidak terantisipasi sehingga membuat masyarakat tidak terangkut kereta,&quot; pungkas Sani.</description><content:encoded>JAKARTA- Pola baru dalam rute Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek masih perlu terus ditingkatkan pelayanannya, terutama terkait ketepatan waktu dan sosialisasi rute loop line atau jalur lingkar yang belum lama diberlakukan.
&amp;nbsp;
Hal tersebut diutarakan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Triwisaksana. &quot;Soal ketepatan waktu dan sosialisasi rute, daya angkut masih perlu dioptimalkan. Dewan mendorong PT KAI dan untuk terus meningkatkan pelayanan serta menambah jumlah gerbong untuk menambah kapasitas angkut dari wilayah komuter,&quot; ujarnya usai memantau KRL commuter line di Jakarta, Senin (2/1/2012).
&amp;nbsp;
Pria yang akrab dipanggil Bang Sani itu menambahkan, pola loop line juga bisa dioptimalkan dengan membuat kereta dari wilayah komuter seperti Bogor, Serpong, dan Bekasi berhenti di stasiun utama seperti Tanah Abang, Manggarai, atau Jatinegara.
&amp;nbsp;
&quot;Dengan pola ini KRL tidak perlu melingkar, di stasiun utama, penumpang diantar dengan pola loop line, sehingga daya angkut bisa lebih besar dan waktu kedatangan bisa lebih cepat,&quot; ujar politikus PKS ini.
&amp;nbsp;
Menurutnya waktu per kedatangan kereta yang ideal adalah setiap lima menit. &quot;Saya harap tidak ada lagi penghapusan jadwal atau kerusakan teknis yang tidak terantisipasi sehingga membuat masyarakat tidak terangkut kereta,&quot; pungkas Sani.</content:encoded></item></channel></rss>
