<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rusia modifikasi 60 pesawat pemburu MiG-31</title><description>Angkatan Udara Rusia berencana meningkatkan kemampuan 60 pesawat pemburu  sergap Mig-31 miliknya. Pesawat-pesawat itu rencananya akan  dioperasikan pada 2020.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/02/468/550478/rusia-modifikasi-60-pesawat-pemburu-mig-31</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/02/468/550478/rusia-modifikasi-60-pesawat-pemburu-mig-31"/><item><title>Rusia modifikasi 60 pesawat pemburu MiG-31</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/02/468/550478/rusia-modifikasi-60-pesawat-pemburu-mig-31</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/02/468/550478/rusia-modifikasi-60-pesawat-pemburu-mig-31</guid><pubDate>Senin 02 Januari 2012 16:36 WIB</pubDate><dc:creator>Yesi Syelvia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/02/468/550478/nSmUw2Fjpo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pesawat pemburu Rusia (dok:RIA Novosti)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/02/468/550478/nSmUw2Fjpo.jpg</image><title>Pesawat pemburu Rusia (dok:RIA Novosti)</title></images><description>Sindonews.com- Angkatan Udara Rusia berencana meningkatkan kemampuan 60 pesawat pemburu sergap Mig-31 miliknya. Pesawat-pesawat itu rencananya akan dioperasikan pada 2020. Juru Bicara Angkatan Udara Rusia Vladimir Drik mengatakan, penandatangan kontrak perjanjian modernisasi kemampuan pesawat Mig-31 telah disepakati antara United Aircraft Corporation dan perusahaan industri dirgantara Rusia pada Desember tahun lalu.&quot;Kami berencana untuk meng-upgrade lebih dari 60 MiG-31 pencegat ke versi MiG-31BM tahun 2020,&quot; ujarnya seperti dikutip kantor berita RIA Novosti, Senin (2/1/2012). Dijelaskan, versi Mig-31BM akan dilengkapi dengan perangkat avionics dan link ke perangkat data digital, radar multimedia baru, tampilan layar multifungsi yang berwarna di kokpit, dan sistem kendali senjata yang lebih kuat. &quot;Keberadaan fitur-fitur ini akan membuat Mig 31-BM mampu mendeteksi berbagai target di udara pada kisaran 320 kilometer dan dalam waktu bersamaan mampu melacak keberadaan 10 target sekaligus,&quot; tambahnya. MiG-31BM, dapat terbang dari udara-ke-udara dan dari udara-ke-permukaan seperti rudal AS-17 Krypton antiradar. &quot;MiG-31 adalah bagian terpadu dari jaringan pertahanan udara komprehensif Rusia, yang dirancang khusus untuk menangkis ancaman potensial dari udara,&quot; jelasnya. MiG-31 mulai dioperasikan AU Rusia sejak 1982 untuk menggantikan pendahulunya, MiG-25 Foxbat, dan sejak itu baru sebagian kecil yang sudah dimodernisasi. Sedikitnya 150 pesawat jenis ini ditempatkan di pangkalan-pangkalan udara di seluruh Rusia.MiG-31 diawaki dua orang, mampu melesat dengan kecepatan Mach 3, dan membawa berbagai persenjataan seperti rudal udara-ke-udara jarak jauh AA-9 Amos (R-33), yang merupakan tandingan rudal AIM-54 Phoenix buatan AS, dan versi MiG-31BM dilengkapi kemampuan menghancurkan sasaran di darat dengan rudal udara-ke-darat antiradiasi AS-17 Krypton.Pesawat ini secara resmi menjadi bagian pertahanan Rusia pada tahun 1982, di bawah komando pertahanan udara Soviet dan telah diproduksi sebanyak 500. Sejak pecahnya Uni Soviet, hanya 280-300 pesawat yang masih aktif di Rusia, sementara 30 lainnya dioperasikan oleh Kazakhstan. (san)&amp;nbsp;</description><content:encoded>Sindonews.com- Angkatan Udara Rusia berencana meningkatkan kemampuan 60 pesawat pemburu sergap Mig-31 miliknya. Pesawat-pesawat itu rencananya akan dioperasikan pada 2020. Juru Bicara Angkatan Udara Rusia Vladimir Drik mengatakan, penandatangan kontrak perjanjian modernisasi kemampuan pesawat Mig-31 telah disepakati antara United Aircraft Corporation dan perusahaan industri dirgantara Rusia pada Desember tahun lalu.&quot;Kami berencana untuk meng-upgrade lebih dari 60 MiG-31 pencegat ke versi MiG-31BM tahun 2020,&quot; ujarnya seperti dikutip kantor berita RIA Novosti, Senin (2/1/2012). Dijelaskan, versi Mig-31BM akan dilengkapi dengan perangkat avionics dan link ke perangkat data digital, radar multimedia baru, tampilan layar multifungsi yang berwarna di kokpit, dan sistem kendali senjata yang lebih kuat. &quot;Keberadaan fitur-fitur ini akan membuat Mig 31-BM mampu mendeteksi berbagai target di udara pada kisaran 320 kilometer dan dalam waktu bersamaan mampu melacak keberadaan 10 target sekaligus,&quot; tambahnya. MiG-31BM, dapat terbang dari udara-ke-udara dan dari udara-ke-permukaan seperti rudal AS-17 Krypton antiradar. &quot;MiG-31 adalah bagian terpadu dari jaringan pertahanan udara komprehensif Rusia, yang dirancang khusus untuk menangkis ancaman potensial dari udara,&quot; jelasnya. MiG-31 mulai dioperasikan AU Rusia sejak 1982 untuk menggantikan pendahulunya, MiG-25 Foxbat, dan sejak itu baru sebagian kecil yang sudah dimodernisasi. Sedikitnya 150 pesawat jenis ini ditempatkan di pangkalan-pangkalan udara di seluruh Rusia.MiG-31 diawaki dua orang, mampu melesat dengan kecepatan Mach 3, dan membawa berbagai persenjataan seperti rudal udara-ke-udara jarak jauh AA-9 Amos (R-33), yang merupakan tandingan rudal AIM-54 Phoenix buatan AS, dan versi MiG-31BM dilengkapi kemampuan menghancurkan sasaran di darat dengan rudal udara-ke-darat antiradiasi AS-17 Krypton.Pesawat ini secara resmi menjadi bagian pertahanan Rusia pada tahun 1982, di bawah komando pertahanan udara Soviet dan telah diproduksi sebanyak 500. Sejak pecahnya Uni Soviet, hanya 280-300 pesawat yang masih aktif di Rusia, sementara 30 lainnya dioperasikan oleh Kazakhstan. (san)&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
