<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bukti Janggal, Orangtua AAL Minta Sidang Dihentikan</title><description>Orangtua AAL menilai barang bukti sandal yang dihadirkan di persidangan tidak sesuai, dia menganggap sidang penuh rekayasa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/03/340/550713/bukti-janggal-orangtua-aal-minta-sidang-dihentikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/03/340/550713/bukti-janggal-orangtua-aal-minta-sidang-dihentikan"/><item><title>Bukti Janggal, Orangtua AAL Minta Sidang Dihentikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/03/340/550713/bukti-janggal-orangtua-aal-minta-sidang-dihentikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/03/340/550713/bukti-janggal-orangtua-aal-minta-sidang-dihentikan</guid><pubDate>Selasa 03 Januari 2012 09:38 WIB</pubDate><dc:creator>Indra Yosvidar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/03/340/550713/2AosTr1ZxJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aksi pengumpulan sandal untuk AAL (Foto: okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/03/340/550713/2AosTr1ZxJ.jpg</image><title>Aksi pengumpulan sandal untuk AAL (Foto: okezone)</title></images><description>PALU - Ebert Nicholas Lagaronda, orangtua bocah yang didakwa mencuri sandal jepit milik anggota polisi yang bertugas di Polda Sulawesi Tengah AAL, meminta majelis hakim untuk menghentikan persidangan anaknya.Ebert, Selasa (3/1/2012), menilai proses pengadilan sarat dengan rekayasa dan tidak wajar.Warga Jalan Kijang II, Nomor 23, Kelurahan Birobuli Utara, Palu Selatan, itu menjelaskan ada beberapa kejanggalan seperti barang bukti yang dibawa ke persidangan bukanlah sandal seperti yang dituduhkan.Sidang lanjutan kasus pencurian sandal rencananya akan digelar di Pengadilan Negeri Palu pada Rabu besok.Ebert menegaskan, dia bersama istrinya, Rosmin, tidak akan mencabut laporan penganiayaan yang dilakukan polisi terhadap anak sulungnya itu.Penganiayaan terhadap AAL, dinilai Ebert sudah di luar batas. Karena itu, Ebert berjanji akan menghadiri sidang kode etik yang akan digelar di Mako Brimob Polda Sulteng.Dia akan datang sebagai saksi pada sidang yang dijadwalkan akan digelar pada Kamis 5 Januari mendatang.Sementara itu Rosmin mengaku terharu dengan banyaknya dukungan masyarakat terhadap kasus yang menimpa putranya. Rosmin menyampaikan terima kasih atas dukungan masyakarat yang tidak hanya datang dari Palu, melainkan daerah lain di Indonesia.&amp;nbsp;Bentuk dukungan yang diberikan di antaranya dengan aksi pengumpulan sandal jepit.</description><content:encoded>PALU - Ebert Nicholas Lagaronda, orangtua bocah yang didakwa mencuri sandal jepit milik anggota polisi yang bertugas di Polda Sulawesi Tengah AAL, meminta majelis hakim untuk menghentikan persidangan anaknya.Ebert, Selasa (3/1/2012), menilai proses pengadilan sarat dengan rekayasa dan tidak wajar.Warga Jalan Kijang II, Nomor 23, Kelurahan Birobuli Utara, Palu Selatan, itu menjelaskan ada beberapa kejanggalan seperti barang bukti yang dibawa ke persidangan bukanlah sandal seperti yang dituduhkan.Sidang lanjutan kasus pencurian sandal rencananya akan digelar di Pengadilan Negeri Palu pada Rabu besok.Ebert menegaskan, dia bersama istrinya, Rosmin, tidak akan mencabut laporan penganiayaan yang dilakukan polisi terhadap anak sulungnya itu.Penganiayaan terhadap AAL, dinilai Ebert sudah di luar batas. Karena itu, Ebert berjanji akan menghadiri sidang kode etik yang akan digelar di Mako Brimob Polda Sulteng.Dia akan datang sebagai saksi pada sidang yang dijadwalkan akan digelar pada Kamis 5 Januari mendatang.Sementara itu Rosmin mengaku terharu dengan banyaknya dukungan masyarakat terhadap kasus yang menimpa putranya. Rosmin menyampaikan terima kasih atas dukungan masyakarat yang tidak hanya datang dari Palu, melainkan daerah lain di Indonesia.&amp;nbsp;Bentuk dukungan yang diberikan di antaranya dengan aksi pengumpulan sandal jepit.</content:encoded></item></channel></rss>
