<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengungsi Syiah di Sampang Tolak Pulang ke Rumah</title><description>Warga Syiah yang mengungsi menolak permintaa Pemkab Sampang untuk kembali ke rumah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/04/340/551625/pengungsi-syiah-di-sampang-tolak-pulang-ke-rumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/04/340/551625/pengungsi-syiah-di-sampang-tolak-pulang-ke-rumah"/><item><title>Pengungsi Syiah di Sampang Tolak Pulang ke Rumah</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/04/340/551625/pengungsi-syiah-di-sampang-tolak-pulang-ke-rumah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/04/340/551625/pengungsi-syiah-di-sampang-tolak-pulang-ke-rumah</guid><pubDate>Rabu 04 Januari 2012 16:23 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Syahrawi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/04/340/551625/hwGRqxKgWO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga Syiah yang mengungsi (Dok: Sindo TV/Taufik S)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/04/340/551625/hwGRqxKgWO.jpg</image><title>Warga Syiah yang mengungsi (Dok: Sindo TV/Taufik S)</title></images><description>SAMPANG - Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, meminta agar warga Syiah yang mengungsi di Lapangan Tenis Indoor Sampang untuk pulang ke rumah masing-masing. Ini terkait batas akhir masa tanggap darurat yang jatuh hari ini.&amp;nbsp;Namun permintaan tersebut ditolak warga. Para pengungsi mengaku tetap bertahan dengan alasan masih khawatir dengan kondisi keamanan.Bahkan para pengungsi mengaku tetap akan bertahan, meski pasokan makanan akan dihentikan pemerintah setempat. Selama ini sekira 250 pengungsi mengandalkan makanan dari pemerintah untuk kebutuhan sehari-hari.Jaminan keamanan yang dilontarkan Kapolda Jatim Irjen Pol Hadiatmoko usai meninjau langsung ke lokasi pembakaran, Selasa kemarin, tidak dipercayai sepenuhnya oleh para pengungsi.seorang pengungsi, Iklil Almilah, mengatakan mereka memilih menunggu instruksi dari Tajul Muluk, tokoh Syiah setempat.&amp;ldquo;Kami menunggu perintah Ustaz Tajul Muluk. Disuruh pulang, kami pulang. Kalau bertahan, ya kami tetap bertahan. Kami ikut apa kata beliau,&amp;rdquo; ucap Iklil, Rabu (4/1/2012).Sementara itu, Kepala Sub-Komisi Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM, Hesti Armiwulan, mengatakan pihaknya masih mengupayakan mediasi pihak Syiah dengan warga. Komnas HAM juga masih mendalami hasil sejumlah temuan di lapangan.</description><content:encoded>SAMPANG - Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, meminta agar warga Syiah yang mengungsi di Lapangan Tenis Indoor Sampang untuk pulang ke rumah masing-masing. Ini terkait batas akhir masa tanggap darurat yang jatuh hari ini.&amp;nbsp;Namun permintaan tersebut ditolak warga. Para pengungsi mengaku tetap bertahan dengan alasan masih khawatir dengan kondisi keamanan.Bahkan para pengungsi mengaku tetap akan bertahan, meski pasokan makanan akan dihentikan pemerintah setempat. Selama ini sekira 250 pengungsi mengandalkan makanan dari pemerintah untuk kebutuhan sehari-hari.Jaminan keamanan yang dilontarkan Kapolda Jatim Irjen Pol Hadiatmoko usai meninjau langsung ke lokasi pembakaran, Selasa kemarin, tidak dipercayai sepenuhnya oleh para pengungsi.seorang pengungsi, Iklil Almilah, mengatakan mereka memilih menunggu instruksi dari Tajul Muluk, tokoh Syiah setempat.&amp;ldquo;Kami menunggu perintah Ustaz Tajul Muluk. Disuruh pulang, kami pulang. Kalau bertahan, ya kami tetap bertahan. Kami ikut apa kata beliau,&amp;rdquo; ucap Iklil, Rabu (4/1/2012).Sementara itu, Kepala Sub-Komisi Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM, Hesti Armiwulan, mengatakan pihaknya masih mengupayakan mediasi pihak Syiah dengan warga. Komnas HAM juga masih mendalami hasil sejumlah temuan di lapangan.</content:encoded></item></channel></rss>
