<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kawat Berduri di Stasiun Akan Dipasang Permanen</title><description>Setelah empat hari berjalan, kampanye PT Kereta Api Indonesia (KAI)  mencegah penumpang naik di atap Kereta Rel Listrik (KRL) masih belum  efektif.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/05/338/552094/kawat-berduri-di-stasiun-akan-dipasang-permanen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/05/338/552094/kawat-berduri-di-stasiun-akan-dipasang-permanen"/><item><title>Kawat Berduri di Stasiun Akan Dipasang Permanen</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/05/338/552094/kawat-berduri-di-stasiun-akan-dipasang-permanen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/05/338/552094/kawat-berduri-di-stasiun-akan-dipasang-permanen</guid><pubDate>Kamis 05 Januari 2012 13:21 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/05/338/552094/4TH6JAoPkl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">krlmania.com</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/05/338/552094/4TH6JAoPkl.jpg</image><title>krlmania.com</title></images><description>DEPOK &amp;ndash; Setelah empat hari berjalan, kampanye PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencegah penumpang naik di atap Kereta Rel Listrik (KRL) masih belum efektif.
&amp;nbsp;
Pemasangan kawat berduri di stasiun untuk mencegah penumpang naik di atap KRL, hingga kini tidak berjalan optimal. Pasalnya, masih banyak penumpang yang kedapatan naik di atap KRL. Meskipun seringkali mereka tersangkut kawat tersebut.
&amp;nbsp;
Kepala Stasiun Depok Lama Dwi Purwanto mengatakan, kampanye tersebut sudah berlangsung sejak 2 Januari lalu dan berakhir hari ini. Namun, ia mengklaim pemasangan kawat berduri cukup efektif untuk meminimalisir penumpang naik di atap KRL.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kalau dari Depok Lama enggak ada lagi penumpang naik di atap KRL, kalaupun ada, mereka sudah naik dari stasiun sebelumnya, dan untuk yang sudah terlanjur naik, mereka harus turun saat sampai di Depok Lama,&amp;rdquo; tegasnya kepada okezone, Kamis (05/01/12).
&amp;nbsp;
Selanjutnya, kata Dwi, pihaknya akan mengevaluasi program atau kampanye tersebut. Namun ia memastikan, kawat berduri akan tetap dipasang permanen.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Memang sosialisasi terakhir hari ini, tapi ini jadi bahan evaluasi, kawat berduri itu akan dipasang permanen,&amp;rdquo; tandasnya.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>DEPOK &amp;ndash; Setelah empat hari berjalan, kampanye PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencegah penumpang naik di atap Kereta Rel Listrik (KRL) masih belum efektif.
&amp;nbsp;
Pemasangan kawat berduri di stasiun untuk mencegah penumpang naik di atap KRL, hingga kini tidak berjalan optimal. Pasalnya, masih banyak penumpang yang kedapatan naik di atap KRL. Meskipun seringkali mereka tersangkut kawat tersebut.
&amp;nbsp;
Kepala Stasiun Depok Lama Dwi Purwanto mengatakan, kampanye tersebut sudah berlangsung sejak 2 Januari lalu dan berakhir hari ini. Namun, ia mengklaim pemasangan kawat berduri cukup efektif untuk meminimalisir penumpang naik di atap KRL.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kalau dari Depok Lama enggak ada lagi penumpang naik di atap KRL, kalaupun ada, mereka sudah naik dari stasiun sebelumnya, dan untuk yang sudah terlanjur naik, mereka harus turun saat sampai di Depok Lama,&amp;rdquo; tegasnya kepada okezone, Kamis (05/01/12).
&amp;nbsp;
Selanjutnya, kata Dwi, pihaknya akan mengevaluasi program atau kampanye tersebut. Namun ia memastikan, kawat berduri akan tetap dipasang permanen.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Memang sosialisasi terakhir hari ini, tapi ini jadi bahan evaluasi, kawat berduri itu akan dipasang permanen,&amp;rdquo; tandasnya.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
