<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ribuan Lalat Serang 2 Desa, Belum Perlu Penetapan KLB</title><description>Dinkes Probolinggo belum perlu menetapkan KLB kesehatan terkait serangan ribuan lalat hijau.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/05/340/552038/ribuan-lalat-serang-2-desa-belum-perlu-penetapan-klb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/05/340/552038/ribuan-lalat-serang-2-desa-belum-perlu-penetapan-klb"/><item><title>Ribuan Lalat Serang 2 Desa, Belum Perlu Penetapan KLB</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/05/340/552038/ribuan-lalat-serang-2-desa-belum-perlu-penetapan-klb</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/05/340/552038/ribuan-lalat-serang-2-desa-belum-perlu-penetapan-klb</guid><pubDate>Kamis 05 Januari 2012 12:01 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Purwadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/05/340/552038/H7oEGjVjgl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lalat yang menyerang dua desa di Probolinggo (Dok: Sindo TV/Hana P)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/05/340/552038/H7oEGjVjgl.jpg</image><title>Lalat yang menyerang dua desa di Probolinggo (Dok: Sindo TV/Hana P)</title></images><description>PROBOLINGGO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menyatakakan serangan ribuan lalat di dua desa di Probolinggo meningkat tajam dibanding waktu sebelumnya. Meski serangan sudah berlangsung selama lima hari, belum ada laporan warga yang mengalami gangguan kesehatan terkait serangan lalat.Karena itu Dinkes merasa belum perlu menetapkan kejadian luar biasa (KLB) kesehatan.Kepala Bidang Penanganan dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Probolinggo, Diah Kucara Wati, Kamis (5/1/2012), mengatakan serangan lalat hijau pada lima hari terakhir meningkat tajam hingga tiga kali lipat dibanding sebelumnya. Serangan lalat kali ini bukan kali pertama. Sebelumnya peristiwa serupa penah terjadi namun tidak separah seperti saat ini.Bila serangan lalat terus terjadi, penyakit seperti diare, disentri, tipus, kolera, bisa mengancam warga.Data dinkes selama bulan ini tercatat 24 penderita diare  di Desa Lemah Kembar dan 46 penderita di Desa Banjar Sari. Namun belum bisa dipastikan penderita terjangkit diare karena serangan lalat.Untuk mengantisipasi serangan penyakit, kata Diah, dinkes akan melakukan sidak untuk mencari asal mula munculnya lalat berukuran besar itu. Lokasi yang akan didatangi adalah kandang peternakan ayam PT Lemah Kembar.Menurut Diah, lalat bisa datang karena udara  lembab dan kondisi lingkungan yang kotor. Dia meminta warga untuk tetap menjaga kebersihan. Pihaknya juga akan mengupayakan penyemprotan.Sebelumnya, warga menduga lalat berasal dari kandang peternakan ayam milik pengusaha daging ayam potong di Desa Lembah Kembar. Namun tudingan itu dibantah pemilik peternakan. Menurut pemilik, kandang di peternakannya selalu bersih.Selain Desa Lembah Kembar, Kecamatan Sumer Asih, serangan lalat juga terjadi di Banjar Sari, Kecamatan Tongas.</description><content:encoded>PROBOLINGGO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menyatakakan serangan ribuan lalat di dua desa di Probolinggo meningkat tajam dibanding waktu sebelumnya. Meski serangan sudah berlangsung selama lima hari, belum ada laporan warga yang mengalami gangguan kesehatan terkait serangan lalat.Karena itu Dinkes merasa belum perlu menetapkan kejadian luar biasa (KLB) kesehatan.Kepala Bidang Penanganan dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Probolinggo, Diah Kucara Wati, Kamis (5/1/2012), mengatakan serangan lalat hijau pada lima hari terakhir meningkat tajam hingga tiga kali lipat dibanding sebelumnya. Serangan lalat kali ini bukan kali pertama. Sebelumnya peristiwa serupa penah terjadi namun tidak separah seperti saat ini.Bila serangan lalat terus terjadi, penyakit seperti diare, disentri, tipus, kolera, bisa mengancam warga.Data dinkes selama bulan ini tercatat 24 penderita diare  di Desa Lemah Kembar dan 46 penderita di Desa Banjar Sari. Namun belum bisa dipastikan penderita terjangkit diare karena serangan lalat.Untuk mengantisipasi serangan penyakit, kata Diah, dinkes akan melakukan sidak untuk mencari asal mula munculnya lalat berukuran besar itu. Lokasi yang akan didatangi adalah kandang peternakan ayam PT Lemah Kembar.Menurut Diah, lalat bisa datang karena udara  lembab dan kondisi lingkungan yang kotor. Dia meminta warga untuk tetap menjaga kebersihan. Pihaknya juga akan mengupayakan penyemprotan.Sebelumnya, warga menduga lalat berasal dari kandang peternakan ayam milik pengusaha daging ayam potong di Desa Lembah Kembar. Namun tudingan itu dibantah pemilik peternakan. Menurut pemilik, kandang di peternakannya selalu bersih.Selain Desa Lembah Kembar, Kecamatan Sumer Asih, serangan lalat juga terjadi di Banjar Sari, Kecamatan Tongas.</content:encoded></item></channel></rss>
