<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Musim Hujan, Bantaran Kali Ciliwung Terancam Ambrol</title><description>Tak hanya acaman banjir, musim hujan kali ini juga membuat warga Jakarta  yang tinggal di bantaran kali Ciliwung, waswas. Puluhan kepala keluarga  di beberapa RW, Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan ini  khawatir bantaran kali ambrol.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/06/338/552803/musim-hujan-bantaran-kali-ciliwung-terancam-ambrol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/06/338/552803/musim-hujan-bantaran-kali-ciliwung-terancam-ambrol"/><item><title>Musim Hujan, Bantaran Kali Ciliwung Terancam Ambrol</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/06/338/552803/musim-hujan-bantaran-kali-ciliwung-terancam-ambrol</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/06/338/552803/musim-hujan-bantaran-kali-ciliwung-terancam-ambrol</guid><pubDate>Jum'at 06 Januari 2012 14:28 WIB</pubDate><dc:creator>Bagus Santosa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/06/338/552803/HCW209WoF9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kali Ciliwung (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/06/338/552803/HCW209WoF9.jpg</image><title>Kali Ciliwung (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Tak hanya acaman banjir, musim hujan kali ini juga membuat warga Jakarta yang tinggal di bantaran kali Ciliwung, waswas. Puluhan kepala keluarga di beberapa RW, Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan ini khawatir bantaran kali ambrol.Ketua RT 7 RW 11, Kebon Baru, Gondam Rajadi mengatakan, keluhan masyarakat akan terjadinya longsor sudah lama diterimanya. Namun baru ada usaha sementara dengan membentuk patok di tebing kali Ciliwung. Itu pun hasil swasembada warga.Dia menjelaskan, sempat ada usaha dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Suku Dinas PU dan Tata Air Jakarta Selatan untuk mengurusi hal ini. Namun lagi-lagi tidak terealisasikan hingga saat ini.&amp;ldquo;Waktu datang janji mau diurusi. Tapi terhalang kendala soalnya butuh alat berat untuk menangani ini. Kendaraan beratnya tidak bisa masuk ke sini,&quot; katanya saat ditemui okezone di kediamanan, Jumat (6/1/2012).Karena tak bisa dimasuki alat berat, sudin PU dan Tata Air kemudian menawarkan ide untuk menanggul sementara tebing dengan menata drum berisi beton. Namun, gagasan itu juga tidak dilaksanakan. &amp;ldquo;Yang ada ya patok-patok sama karung pasir ini aja,&quot; jelasnya.Alhasil jalanan di sekitar bantaran Kali Ciliwung pun kini tetap retak dan miring. Pihak RW kini bahkan menutup jalan ini untuk umum karena khawatir getarannya membuat bantaran kali longsor.Sementara itu, Lurah Kebon Baru Bambang Suhada mengatakan, akan menindaklanjuti masalah ini ke pihak yang lebih berwenang. Menurutnya, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC)-lah, lembaga bentukan Pemerintah pusat di bawah  Kementerian PU, yang seharusnya mengurusi hal ini dan membuat turab di sepanjang aliran sungai Ciliwung-Cisadane.&quot;Di kelurahan ini Ada beberapa RW 4, 8, 9, 10, 11, 14. Yang masih belum diturab. Yang memiliki kemiringan paling parah ya di RW 11 ini. Sementara di RW 1,2 sudah diturab, oleh BBWSCC,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Tak hanya acaman banjir, musim hujan kali ini juga membuat warga Jakarta yang tinggal di bantaran kali Ciliwung, waswas. Puluhan kepala keluarga di beberapa RW, Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan ini khawatir bantaran kali ambrol.Ketua RT 7 RW 11, Kebon Baru, Gondam Rajadi mengatakan, keluhan masyarakat akan terjadinya longsor sudah lama diterimanya. Namun baru ada usaha sementara dengan membentuk patok di tebing kali Ciliwung. Itu pun hasil swasembada warga.Dia menjelaskan, sempat ada usaha dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Suku Dinas PU dan Tata Air Jakarta Selatan untuk mengurusi hal ini. Namun lagi-lagi tidak terealisasikan hingga saat ini.&amp;ldquo;Waktu datang janji mau diurusi. Tapi terhalang kendala soalnya butuh alat berat untuk menangani ini. Kendaraan beratnya tidak bisa masuk ke sini,&quot; katanya saat ditemui okezone di kediamanan, Jumat (6/1/2012).Karena tak bisa dimasuki alat berat, sudin PU dan Tata Air kemudian menawarkan ide untuk menanggul sementara tebing dengan menata drum berisi beton. Namun, gagasan itu juga tidak dilaksanakan. &amp;ldquo;Yang ada ya patok-patok sama karung pasir ini aja,&quot; jelasnya.Alhasil jalanan di sekitar bantaran Kali Ciliwung pun kini tetap retak dan miring. Pihak RW kini bahkan menutup jalan ini untuk umum karena khawatir getarannya membuat bantaran kali longsor.Sementara itu, Lurah Kebon Baru Bambang Suhada mengatakan, akan menindaklanjuti masalah ini ke pihak yang lebih berwenang. Menurutnya, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC)-lah, lembaga bentukan Pemerintah pusat di bawah  Kementerian PU, yang seharusnya mengurusi hal ini dan membuat turab di sepanjang aliran sungai Ciliwung-Cisadane.&quot;Di kelurahan ini Ada beberapa RW 4, 8, 9, 10, 11, 14. Yang masih belum diturab. Yang memiliki kemiringan paling parah ya di RW 11 ini. Sementara di RW 1,2 sudah diturab, oleh BBWSCC,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
