<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Drainase Perlu Diperbaiki untuk Cegah Kerusakan Jalan di Jakarta</title><description>Jalan bergelombang dan rusak menjadi penyebab tingginya angka kecelakaan di wilayah DKI Jakarta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/07/338/553164/drainase-perlu-diperbaiki-untuk-cegah-kerusakan-jalan-di-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/07/338/553164/drainase-perlu-diperbaiki-untuk-cegah-kerusakan-jalan-di-jakarta"/><item><title>Drainase Perlu Diperbaiki untuk Cegah Kerusakan Jalan di Jakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/07/338/553164/drainase-perlu-diperbaiki-untuk-cegah-kerusakan-jalan-di-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/07/338/553164/drainase-perlu-diperbaiki-untuk-cegah-kerusakan-jalan-di-jakarta</guid><pubDate>Sabtu 07 Januari 2012 06:00 WIB</pubDate><dc:creator>Reka Agni Maharani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/07/338/553164/ycpokIKasc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jalan rusak (Foto: Runi Sari B/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/07/338/553164/ycpokIKasc.jpg</image><title>Jalan rusak (Foto: Runi Sari B/okezone)</title></images><description>JAKARTA - Jalan rusak dan berlubang di Ibu Kota Jakarta tahun 2011 makin bertambah di beberapa titik vital, salah satunya di Jalan Sudirman. Pengamat tata kota Yayat Supriatna Anwar mengatakan kerusakan ini tak bisa dilepaskan dari jumlah kendaraan yang melewati jalan yang sudah melebihi kapasitas.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Jumlah kendaraan yang melewati jalanan Jakarta terlalu banyak dan melebihi kapasitas, sehingga beban jalan sudah berlebih sedangkan rob dan tanah lunak yang membuat permukaan jalan semakin turun, ini yang menyebabkan kenapa jalanan cepat rusak,&amp;rdquo; ujar Yayat saat dihubungi Okezone, Kamis (6/1/2012) malam.
&amp;nbsp;
Menurut Yayat, selain banyaknya kendaraan hilir mudik di atas jalan Jakarta serta beratnya muatan yang dibawa kendaraan tersebut, kurangnya drainase dan penyerapan air di Jakarta membuat kontur tanah labil dan membuat jalan cepat rusak.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Musuh terbesar jalan salah satunya juga dari air. Jalanan dengan air tergenang cepat rusak. Maka dari itu, drainase dan tempat penyerapan air harus dibuat dengan baik agar tidak ada air yang tergenang,&amp;rdquo; imbuhnya.
&amp;nbsp;
Yayat menambahkan, untuk mengurangi kerusakan jalan dapat diantisipasi dengan memilah kendaraan yang melewati jalan tersebut dan jembatan timbang diefektifkan kembali.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kendaraan yang melewati jalanan Jakarta dilihat dari volume dan usia kendaraan. Seperti truk atau bus dengan muatan barang banyak disortir agar tidak melewati jalan dengan beban berat. Bisa juga dengan menggunakan kembali jembatan timbang untuk mengetahui beban yang diangkut mobil atau truk itu,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;
Sedangkan untuk di daerah Sudirman, Yayat menyarankan penambahan drainase dan kawasan khusus peresapan air agar tidak ada genangan air yang dapat merusak jalan.
&amp;nbsp;
Sebelumnya diberitakan jalan bergelombang dan rusak menjadi penyebab tingginya angka kecelakaan di wilayah DKI Jakarta.&amp;nbsp;Dilansir Dirlantas Polda Metro Jaya, Jumat (6/1/2012) pada tahun 2010 terjadi 50 kali kecelakaan dan&amp;nbsp;pada tahun 2011 terjadi 9 kali kecelakaan karena jalan bergelombang.</description><content:encoded>JAKARTA - Jalan rusak dan berlubang di Ibu Kota Jakarta tahun 2011 makin bertambah di beberapa titik vital, salah satunya di Jalan Sudirman. Pengamat tata kota Yayat Supriatna Anwar mengatakan kerusakan ini tak bisa dilepaskan dari jumlah kendaraan yang melewati jalan yang sudah melebihi kapasitas.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Jumlah kendaraan yang melewati jalanan Jakarta terlalu banyak dan melebihi kapasitas, sehingga beban jalan sudah berlebih sedangkan rob dan tanah lunak yang membuat permukaan jalan semakin turun, ini yang menyebabkan kenapa jalanan cepat rusak,&amp;rdquo; ujar Yayat saat dihubungi Okezone, Kamis (6/1/2012) malam.
&amp;nbsp;
Menurut Yayat, selain banyaknya kendaraan hilir mudik di atas jalan Jakarta serta beratnya muatan yang dibawa kendaraan tersebut, kurangnya drainase dan penyerapan air di Jakarta membuat kontur tanah labil dan membuat jalan cepat rusak.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Musuh terbesar jalan salah satunya juga dari air. Jalanan dengan air tergenang cepat rusak. Maka dari itu, drainase dan tempat penyerapan air harus dibuat dengan baik agar tidak ada air yang tergenang,&amp;rdquo; imbuhnya.
&amp;nbsp;
Yayat menambahkan, untuk mengurangi kerusakan jalan dapat diantisipasi dengan memilah kendaraan yang melewati jalan tersebut dan jembatan timbang diefektifkan kembali.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kendaraan yang melewati jalanan Jakarta dilihat dari volume dan usia kendaraan. Seperti truk atau bus dengan muatan barang banyak disortir agar tidak melewati jalan dengan beban berat. Bisa juga dengan menggunakan kembali jembatan timbang untuk mengetahui beban yang diangkut mobil atau truk itu,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;
Sedangkan untuk di daerah Sudirman, Yayat menyarankan penambahan drainase dan kawasan khusus peresapan air agar tidak ada genangan air yang dapat merusak jalan.
&amp;nbsp;
Sebelumnya diberitakan jalan bergelombang dan rusak menjadi penyebab tingginya angka kecelakaan di wilayah DKI Jakarta.&amp;nbsp;Dilansir Dirlantas Polda Metro Jaya, Jumat (6/1/2012) pada tahun 2010 terjadi 50 kali kecelakaan dan&amp;nbsp;pada tahun 2011 terjadi 9 kali kecelakaan karena jalan bergelombang.</content:encoded></item></channel></rss>
