<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Posisi Hatta sebagai Menteri Pengaruhi Porsi Pemberitaan Capres di Media</title><description>Media massa diakui sangat berpengaruh dalam proses pembentukan opini dan  persepsi pemilih terhadap kandidat capres.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/08/339/553424/posisi-hatta-sebagai-menteri-pengaruhi-porsi-pemberitaan-capres-di-media</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/08/339/553424/posisi-hatta-sebagai-menteri-pengaruhi-porsi-pemberitaan-capres-di-media"/><item><title>Posisi Hatta sebagai Menteri Pengaruhi Porsi Pemberitaan Capres di Media</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/08/339/553424/posisi-hatta-sebagai-menteri-pengaruhi-porsi-pemberitaan-capres-di-media</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/08/339/553424/posisi-hatta-sebagai-menteri-pengaruhi-porsi-pemberitaan-capres-di-media</guid><pubDate>Minggu 08 Januari 2012 07:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rizka Diputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/08/339/553424/hbwr3zIlcU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hatta Rajasa (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/08/339/553424/hbwr3zIlcU.jpg</image><title>Hatta Rajasa (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Developing Countries Studies Center (DCSC) Indonesia menempatkan Hatta Rajasa di puncak klasemen mengalahkan delapan bakal calon presiden lain dalam hal porsi pemberitaan di media massa.Media massa diakui sangat berpengaruh dalam proses pembentukan opini dan persepsi pemilih terhadap kandidat capres.&quot;Karena efek media cukup strategis dalam hal mempengaruhi persepsi dan opini publik makanya banyak kandidat capres memberikan perhatian serius untuk media,&quot; ujar Pengamat Politik dari Charta Politika Indonesia, Arya Fernandes kepada okezone, Sabtu (7/1/2012) malam.Namun, seberapa efektifkah untuk mengatrol popularitas seorang capres itu sendiri? Menurut Arya, media cukup efektif untuk mengatrol popularitas kandidat capres, terutama media televisi. Hal tersebut dikarenakan jangkauan dan akses masyarakat yang besar terhadap televisi.&quot;Untuk surat kabar, ada pengaruhnya juga tetapi tidak sebesar televisi. Karena akses masyarakat dan daya baca masyarakat yang masih rendah,&quot; imbuhnya.Mengenai akseptabilitas dan elektabilitas lanjut Arya, keduanya sangat dipengaruhi oleh seberapa kuat pesan yang disampaikan kandidat capres di media berhasil mempengaruhi pemilih dan berhasil menarik simpati pemilih itu sendiri.&quot;Saya kira bila pesan kandidat tersebut tidak clear dan tidak kuat dalam pemberitaan saya kira tidak akan terlalu banyak mempengaruhi elektabilitas,&quot; tuturnya.Arya menambahkan, posisi Hatta sebagai Menko Perekonomian menurutnya&amp;nbsp; sangat diuntungkan untuk banyak mendapatkan porsi pemberitaan dibandingkan tokoh lain.&quot;Apalagi dalam jurnalistik kita mengenal istilah: names makes news,&quot; tuntasnya.Diberitakan sebelumnya, dalam riset tersebut Hatta terbukti lebih sering muncul di tujuh media massa nasional ketimbang Aburizal Bakrie, Anas Urbaningrum, Ani Yudhoyono, Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, Sri Mulyani Indrawati, Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Surya Paloh.Porsi pemberitaan mengenai Hatta Rajasa sebesar 32,7 persen atau 2.442 artikel. Lalu disusul Anas Urbaningrum sebesar 16,7 persen atau 1.426 artikel. Dan Aburizal Bakrie sebanyak 15,5 persen atau 1.158 artikel. Riset yang dilakukan dalam rentang waktu 1 Januari sampai 31 Desember 2011 itu menggunakan metode analisis isi tematik.Analisis isi media yang dilakukan terhadap 7 surat kabar nasional di Indonesia, yakni, Kompas, Media Indonesia, Indo Pos, Republika, Rakyat Merdeka, Suara Pembaruan, dan Seputar Indonesia. Jumlah artikel yang dianalisis dalam rentang waktu itu sebanyak 7.476 artikel.Jika hanya diambil enam dari sembilan kandidat capres di atas, yaitu Aburizal Bakrie, Hatta Rajasa, Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, Sri Mulyani Indrawati, dan Surya Paloh, maka Hatta Rajasa masih berada di posisi teratas dengan jumlah artikel sebanyak 46,0 persen. Disusul Aburizal Bakrie sebanyak 21,8 persen dan Megawati Soekarnoputri 14,4 persen dari 5.307 artikel.</description><content:encoded>JAKARTA - Developing Countries Studies Center (DCSC) Indonesia menempatkan Hatta Rajasa di puncak klasemen mengalahkan delapan bakal calon presiden lain dalam hal porsi pemberitaan di media massa.Media massa diakui sangat berpengaruh dalam proses pembentukan opini dan persepsi pemilih terhadap kandidat capres.&quot;Karena efek media cukup strategis dalam hal mempengaruhi persepsi dan opini publik makanya banyak kandidat capres memberikan perhatian serius untuk media,&quot; ujar Pengamat Politik dari Charta Politika Indonesia, Arya Fernandes kepada okezone, Sabtu (7/1/2012) malam.Namun, seberapa efektifkah untuk mengatrol popularitas seorang capres itu sendiri? Menurut Arya, media cukup efektif untuk mengatrol popularitas kandidat capres, terutama media televisi. Hal tersebut dikarenakan jangkauan dan akses masyarakat yang besar terhadap televisi.&quot;Untuk surat kabar, ada pengaruhnya juga tetapi tidak sebesar televisi. Karena akses masyarakat dan daya baca masyarakat yang masih rendah,&quot; imbuhnya.Mengenai akseptabilitas dan elektabilitas lanjut Arya, keduanya sangat dipengaruhi oleh seberapa kuat pesan yang disampaikan kandidat capres di media berhasil mempengaruhi pemilih dan berhasil menarik simpati pemilih itu sendiri.&quot;Saya kira bila pesan kandidat tersebut tidak clear dan tidak kuat dalam pemberitaan saya kira tidak akan terlalu banyak mempengaruhi elektabilitas,&quot; tuturnya.Arya menambahkan, posisi Hatta sebagai Menko Perekonomian menurutnya&amp;nbsp; sangat diuntungkan untuk banyak mendapatkan porsi pemberitaan dibandingkan tokoh lain.&quot;Apalagi dalam jurnalistik kita mengenal istilah: names makes news,&quot; tuntasnya.Diberitakan sebelumnya, dalam riset tersebut Hatta terbukti lebih sering muncul di tujuh media massa nasional ketimbang Aburizal Bakrie, Anas Urbaningrum, Ani Yudhoyono, Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, Sri Mulyani Indrawati, Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Surya Paloh.Porsi pemberitaan mengenai Hatta Rajasa sebesar 32,7 persen atau 2.442 artikel. Lalu disusul Anas Urbaningrum sebesar 16,7 persen atau 1.426 artikel. Dan Aburizal Bakrie sebanyak 15,5 persen atau 1.158 artikel. Riset yang dilakukan dalam rentang waktu 1 Januari sampai 31 Desember 2011 itu menggunakan metode analisis isi tematik.Analisis isi media yang dilakukan terhadap 7 surat kabar nasional di Indonesia, yakni, Kompas, Media Indonesia, Indo Pos, Republika, Rakyat Merdeka, Suara Pembaruan, dan Seputar Indonesia. Jumlah artikel yang dianalisis dalam rentang waktu itu sebanyak 7.476 artikel.Jika hanya diambil enam dari sembilan kandidat capres di atas, yaitu Aburizal Bakrie, Hatta Rajasa, Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, Sri Mulyani Indrawati, dan Surya Paloh, maka Hatta Rajasa masih berada di posisi teratas dengan jumlah artikel sebanyak 46,0 persen. Disusul Aburizal Bakrie sebanyak 21,8 persen dan Megawati Soekarnoputri 14,4 persen dari 5.307 artikel.</content:encoded></item></channel></rss>
