<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Imigran Gelap Asal Iran Berhasil Kabur</title><description>Sebanyak tujuh imigran  gelap asal Iran yang ditahan di rumah detensi imigran (rudenim) di  Raci-Bangil, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (7/1/2012) kemarin berhasil  kabur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/08/340/553430/4-imigran-gelap-asal-iran-berhasil-kabur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/08/340/553430/4-imigran-gelap-asal-iran-berhasil-kabur"/><item><title>4 Imigran Gelap Asal Iran Berhasil Kabur</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/08/340/553430/4-imigran-gelap-asal-iran-berhasil-kabur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/08/340/553430/4-imigran-gelap-asal-iran-berhasil-kabur</guid><pubDate>Minggu 08 Januari 2012 05:30 WIB</pubDate><dc:creator>Robert Ardyanto Dwi Setiawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/08/340/553430/18kZwcOv1O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dok: RCTI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/08/340/553430/18kZwcOv1O.jpg</image><title>Ilustrasi (Dok: RCTI)</title></images><description>PASURUAN - Sebanyak tujuh imigran  gelap asal Iran yang ditahan di rumah detensi imigran (rudenim) di Raci-Bangil, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (7/1/2012) kemarin berhasil kabur. Kaburnya para  imigran gelap tersebut menurut keterangan yang berhasil dihimpun okezone, diduga  melalui tembok belakang setinggi 5 meter dengan menggunakan sarung dan  kelambu.Sedangkan modus operandinya,sebagian imigran lainnya melakukan keributan  guna mengalihkan perhatian petugas jaga.

Dari tujuh orang yang sempat melarikan  diri tersebut, tiga diantaranya berhasil kembali ditangkap petugas, sedangkan empat lainnya hingga saat ini masih dalam pengejaran. Pihak imigrasi pun  meminta bantuan pihak kepolisian guna menangkap kembali empat orang imigran gelap  yang kabur tersebut. Diduga kaburnya para imigran tersebut karena mereka depresi  setelah keinginan mereka untuk menuju Australia tidak berhasil akibat kapal yang  mereka tumpangi tenggelam di perairan Trenggalek beberapa waktu lalu.

Paska insiden kaburnya para  imigran gelap asal Iran ini, pihak rudenim Surabaya akhirnya meminta  bantuan personil kepolisian guna membantu pengamanan di rudenim. Sementara itu,  menurut keterangan Ali salah satu imigran gelap yang bisa berbahasa Indonesia, para imigran tersebut sejatinya enggan untuk dipulangkan ke negara  asalnya karena situasi keamanan yang tidak memungkinkan akibat adanya konflik  yang berkepanjangan. Untuk itu, mereka menuju Australia guna mendapatkan suaka  untuk menjalani hidup yang lebih baik.</description><content:encoded>PASURUAN - Sebanyak tujuh imigran  gelap asal Iran yang ditahan di rumah detensi imigran (rudenim) di Raci-Bangil, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (7/1/2012) kemarin berhasil kabur. Kaburnya para  imigran gelap tersebut menurut keterangan yang berhasil dihimpun okezone, diduga  melalui tembok belakang setinggi 5 meter dengan menggunakan sarung dan  kelambu.Sedangkan modus operandinya,sebagian imigran lainnya melakukan keributan  guna mengalihkan perhatian petugas jaga.

Dari tujuh orang yang sempat melarikan  diri tersebut, tiga diantaranya berhasil kembali ditangkap petugas, sedangkan empat lainnya hingga saat ini masih dalam pengejaran. Pihak imigrasi pun  meminta bantuan pihak kepolisian guna menangkap kembali empat orang imigran gelap  yang kabur tersebut. Diduga kaburnya para imigran tersebut karena mereka depresi  setelah keinginan mereka untuk menuju Australia tidak berhasil akibat kapal yang  mereka tumpangi tenggelam di perairan Trenggalek beberapa waktu lalu.

Paska insiden kaburnya para  imigran gelap asal Iran ini, pihak rudenim Surabaya akhirnya meminta  bantuan personil kepolisian guna membantu pengamanan di rudenim. Sementara itu,  menurut keterangan Ali salah satu imigran gelap yang bisa berbahasa Indonesia, para imigran tersebut sejatinya enggan untuk dipulangkan ke negara  asalnya karena situasi keamanan yang tidak memungkinkan akibat adanya konflik  yang berkepanjangan. Untuk itu, mereka menuju Australia guna mendapatkan suaka  untuk menjalani hidup yang lebih baik.</content:encoded></item></channel></rss>
