<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keluarga Dwi Julianti Punya Firasat Buruk</title><description>Sarwani yang berprofesi sebagai tukang parkir juga mengaku memiliki  firasat buruk karena Dwi tak kunjung pulang sejak Sabtu pekan lalu  sebelum ditemukan tewas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/10/338/554355/keluarga-dwi-julianti-punya-firasat-buruk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/10/338/554355/keluarga-dwi-julianti-punya-firasat-buruk"/><item><title>Keluarga Dwi Julianti Punya Firasat Buruk</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/10/338/554355/keluarga-dwi-julianti-punya-firasat-buruk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/10/338/554355/keluarga-dwi-julianti-punya-firasat-buruk</guid><pubDate>Selasa 10 Januari 2012 05:35 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/10/338/554355/LfJY632mwh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/10/338/554355/LfJY632mwh.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>DEPOK - Keluarga Dwi Julianti (16), ABG yang ditemukan tewas dalam keadaan bugil di Kampung Mangga RT 001 RW 04, Bojong Pondok Terong, Cipayung, Depok, mengaku syok saat mendengar Dwi tewas dibunuh. Ayah Dwi, Sarwani pun langsung mengecek kebenaran berita tersebut untuk memastikan mayat tersebut adalah anaknya atau bukan.Sarwani yang berprofesi sebagai tukang parkir juga mengaku memiliki firasat buruk karena Dwi tak kunjung pulang sejak Sabtu pekan lalu sebelum ditemukan tewas.Dwi tinggal bersama neneknya di Jalan Ken Arok, Kampung Kelapa, Citayam, Pabuaran, Bojonggede. Minggu pekan lalu, Sarwani menyempatkan diri menjenguk anaknya namun tidak ditemui keberadaannya.Kemudian, Dwi dikabarkan sudah meregang nyawa bahkan diduga sampai diperkosa.&amp;ldquo;Jadi saya selalu kasih nafkah untuk anak saya, meskipun saya kerja di Jakarta, dia selalu ada menyambut saya dan peluk saya. Tapi terakhir saya datang dia enggak ada, katanya sudah enggak pulang sehari, hati saya sudah mulai tak enak,&amp;rdquo; kata dia di Mapolsek Pancoran Mas, Depok, Senin (09/01/12).Sarwani mengatakan terakhir kali bertemu dengan Dwi satu minggu lalu. Dwi memang remaja yang berkarakter susah diatur.&quot;Sebelum putus sekolah itu Dwi memang sering bolos, jadi itu pilihannya untuk putus sekolah, semuanya neneknya yang kontrol,&quot; jelasnya.Berdasarkan data yang dihimpun Okezone, kronologis kematian Dwi berawal dari perkenalannya dengan seorang timer angkot saat dia dan kakaknya, Adis, bermain pada malam minggu di kawasan Pemda Cibinong.Di sana, Dwi berkenalan dengan seorang pria berusia 27 tahun. Kebetulan para muda-mudi yang menggunakan motor itu juga tengah meminu-minuman keras.Selanjutnya, mereka pun pulang ke rumah, dan pria yang diduga berinisial B itu mengantar Dwi pulang menggunakan motor pinjaman. Sesampainya di Kampung Mangga, niat jahat pun muncul di kepala B dan langsung membawa Dwi ke kebon pisang hingga diperkosa dan dibunuh. (tri)</description><content:encoded>DEPOK - Keluarga Dwi Julianti (16), ABG yang ditemukan tewas dalam keadaan bugil di Kampung Mangga RT 001 RW 04, Bojong Pondok Terong, Cipayung, Depok, mengaku syok saat mendengar Dwi tewas dibunuh. Ayah Dwi, Sarwani pun langsung mengecek kebenaran berita tersebut untuk memastikan mayat tersebut adalah anaknya atau bukan.Sarwani yang berprofesi sebagai tukang parkir juga mengaku memiliki firasat buruk karena Dwi tak kunjung pulang sejak Sabtu pekan lalu sebelum ditemukan tewas.Dwi tinggal bersama neneknya di Jalan Ken Arok, Kampung Kelapa, Citayam, Pabuaran, Bojonggede. Minggu pekan lalu, Sarwani menyempatkan diri menjenguk anaknya namun tidak ditemui keberadaannya.Kemudian, Dwi dikabarkan sudah meregang nyawa bahkan diduga sampai diperkosa.&amp;ldquo;Jadi saya selalu kasih nafkah untuk anak saya, meskipun saya kerja di Jakarta, dia selalu ada menyambut saya dan peluk saya. Tapi terakhir saya datang dia enggak ada, katanya sudah enggak pulang sehari, hati saya sudah mulai tak enak,&amp;rdquo; kata dia di Mapolsek Pancoran Mas, Depok, Senin (09/01/12).Sarwani mengatakan terakhir kali bertemu dengan Dwi satu minggu lalu. Dwi memang remaja yang berkarakter susah diatur.&quot;Sebelum putus sekolah itu Dwi memang sering bolos, jadi itu pilihannya untuk putus sekolah, semuanya neneknya yang kontrol,&quot; jelasnya.Berdasarkan data yang dihimpun Okezone, kronologis kematian Dwi berawal dari perkenalannya dengan seorang timer angkot saat dia dan kakaknya, Adis, bermain pada malam minggu di kawasan Pemda Cibinong.Di sana, Dwi berkenalan dengan seorang pria berusia 27 tahun. Kebetulan para muda-mudi yang menggunakan motor itu juga tengah meminu-minuman keras.Selanjutnya, mereka pun pulang ke rumah, dan pria yang diduga berinisial B itu mengantar Dwi pulang menggunakan motor pinjaman. Sesampainya di Kampung Mangga, niat jahat pun muncul di kepala B dan langsung membawa Dwi ke kebon pisang hingga diperkosa dan dibunuh. (tri)</content:encoded></item></channel></rss>
