<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wali Murid SD di Cipayung Keluhkan Pungutan Lab</title><description>Orangtua siswa SDN 02 Ceger, Cipayung, Jakarta Timur mengeluhkan adanya  pungutan biaya sebesar Rp150 ribu untuk pembangunan gedung laboratorium  komputer sekolah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/11/338/555525/wali-murid-sd-di-cipayung-keluhkan-pungutan-lab</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/11/338/555525/wali-murid-sd-di-cipayung-keluhkan-pungutan-lab"/><item><title>Wali Murid SD di Cipayung Keluhkan Pungutan Lab</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/11/338/555525/wali-murid-sd-di-cipayung-keluhkan-pungutan-lab</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/11/338/555525/wali-murid-sd-di-cipayung-keluhkan-pungutan-lab</guid><pubDate>Rabu 11 Januari 2012 17:13 WIB</pubDate><dc:creator>Catur Nugroho Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/11/338/555525/uENwR3jkTD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/11/338/555525/uENwR3jkTD.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Orangtua siswa SDN 02 Ceger, Cipayung, Jakarta Timur mengeluhkan adanya pungutan biaya sebesar Rp150 ribu untuk pembangunan gedung laboratorium komputer sekolah.
&amp;nbsp;
&quot;Untuk kemajuan pendidikan, sebenarnya kami tidak keberatan. Tapi&amp;nbsp; pembangunan gedung laboratorium siswa harus bayar, padahal kan sudah di tanggung unit terkait,&quot; kata seorang orangtua murid, Wanda, kepada wartawan, Rabu (11/1/2012).
&amp;nbsp;
Menurutnya iuran pembangunan laboratorium ini dibebankan kepada seluruh semua siswa, dari kelas 1 sampai 6. &quot;Jumlah siswa ada sekitar 400-an dan mereka dimintai Rp 150 ribu,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Menanggapi hal ini, Kepala Sekolah SDN 02 Ceger, Suryana membantah telah melakukan pungutan terhadap siswa untuk pembangunan gedung laboratorium komputer dan selama ini anggaran pembangunannya dari para donatur.
&amp;nbsp;
&quot;Namun dari hasil pertemuan dengan para orangtua murid, mereka sepakat menyumbang Rp150 ribu per siswa. Itupun sifatnya hanya sukarela, tidak ada paksaan, tidak menyumbang juga tidak apa-apa,&quot; paparnya.
&amp;nbsp;
Dia mengatakan sumbangan ini, tadinya ingin memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak didik, terutama dalam memajukan pelajaran tekonologi dan informatika. Saat ini, pembangunan laboratorium komputer terhenti karena kehabisan dana.</description><content:encoded>JAKARTA - Orangtua siswa SDN 02 Ceger, Cipayung, Jakarta Timur mengeluhkan adanya pungutan biaya sebesar Rp150 ribu untuk pembangunan gedung laboratorium komputer sekolah.
&amp;nbsp;
&quot;Untuk kemajuan pendidikan, sebenarnya kami tidak keberatan. Tapi&amp;nbsp; pembangunan gedung laboratorium siswa harus bayar, padahal kan sudah di tanggung unit terkait,&quot; kata seorang orangtua murid, Wanda, kepada wartawan, Rabu (11/1/2012).
&amp;nbsp;
Menurutnya iuran pembangunan laboratorium ini dibebankan kepada seluruh semua siswa, dari kelas 1 sampai 6. &quot;Jumlah siswa ada sekitar 400-an dan mereka dimintai Rp 150 ribu,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Menanggapi hal ini, Kepala Sekolah SDN 02 Ceger, Suryana membantah telah melakukan pungutan terhadap siswa untuk pembangunan gedung laboratorium komputer dan selama ini anggaran pembangunannya dari para donatur.
&amp;nbsp;
&quot;Namun dari hasil pertemuan dengan para orangtua murid, mereka sepakat menyumbang Rp150 ribu per siswa. Itupun sifatnya hanya sukarela, tidak ada paksaan, tidak menyumbang juga tidak apa-apa,&quot; paparnya.
&amp;nbsp;
Dia mengatakan sumbangan ini, tadinya ingin memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak didik, terutama dalam memajukan pelajaran tekonologi dan informatika. Saat ini, pembangunan laboratorium komputer terhenti karena kehabisan dana.</content:encoded></item></channel></rss>
