<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Demokrat: Silakan Golkar Keluar dari Setgab!</title><description>Ketua Departemen Pemberantasan  Korupsi dan Mafia Hukum Partai Demokrat , Didi Irawadi Syamsuddin mengatakan celotehan  Anggota Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo hanyalah gertak sambal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/11/339/555612/demokrat-silakan-golkar-keluar-dari-setgab</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/11/339/555612/demokrat-silakan-golkar-keluar-dari-setgab"/><item><title> Demokrat: Silakan Golkar Keluar dari Setgab!</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/11/339/555612/demokrat-silakan-golkar-keluar-dari-setgab</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/11/339/555612/demokrat-silakan-golkar-keluar-dari-setgab</guid><pubDate>Rabu 11 Januari 2012 19:07 WIB</pubDate><dc:creator>Misbahol Munir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/11/339/555612/jugJd3GhJY.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/11/339/555612/jugJd3GhJY.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA- Anggota Fraksi Partai Demokrat yang juga Ketua Departemen Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin mengatakan celotehan Anggota Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo bahwa akar rumput Partai Golkar menghendaki agar partai berlambang pohon beringin itu keluar dari setgab koalisi hanyalah gertak sambal.Partai Golkar sampai detik ini menurutnya secara resmi belum menyampaikan keinginannya itu ke Partai Demokrat.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Itu gertakan saja, mungkin panik karena kami tidak lagi bisa membiarkan aksinya selama ini. Hubungan antara pimpinan Partai Demokrat dan Partai Golkar selama ini baik-baik saja. Hubungan pimpinan fraksi pun baik-baik saja. Sebenarnya bukan kami yang panic, tapi justru dia yang panik,&amp;rdquo; ujar Didi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (11/1/2012).&amp;nbsp;Buat Partai Demokrat, kata Didi, jikapun Partai Golkar memutuskan keluar dari setgab koalisi tidak menjadi masalah. Menurut Didi, jika Partai Golkar memutuskan keluar maka itu menjadi keputusan Partai Golkar sendiri. &amp;ldquo;Kalau mau keluar yah keluar saja, kami tidak masalah. Mungkin lebih baik buat koalisi kalau Golkar keluar. Lebih baik ramping tapi sehat, daripada gemuk tapi dirongrong penyakit seperti saat ini,&amp;rdquo; tambahnya.&amp;nbsp;Sikap Partai Golkar yang bermain dua kaki menurutnya tidak bisa diterima lagi oleh kader-kader PD. Kalau memang Partai Golkar menginginkan tetap di koalisi maka tentunya perilakunya juga dituntut sebagai partner koalisi dan tidak terus menjelekkan pemerintahan koalisi. Jika Partai Golkar memutuskan untuk menjadi oposisi, buat Partai Demokrat hal itu juga tidak jadi masalah. &amp;ldquo;Berpolitik lah yang baik dan berikan edukasi politik yang baik pada rakyat, jangan terus bermain dua kaki. Mau koalisi silahkan tapi perilaku dan etika dijaga sebagai partner koalas, kalau mau jadi oposisi silahkan, jadilah oposisi yang baik. Saat ini Golkar selalu mengaku anggota koalisi, tapi perilakunya melebihi oposisi,&amp;rdquo; tegasnya lagi.&amp;nbsp;Namun dibalik itu semua Didi meyakini bahwa tidak semua kader Partai Golkar berperilaku seperti Bambang Soesatyo. Di tubuh Partai Golkar lanjut Didi masih banyak kader-kader baik yang memiliki etika politik yang santun.&amp;rdquo;Saya juga tidak mau mengeneralisir semuanya. Banyak kader PG yang baik seperti Nuzron Wahid, Priyo Budi Santoso, Hajrianto Tohari dan Basuki Tjahaja Purnama. Malah Basuki saya tahu sekali sikap dia yang baik dan tegas, tidak mau neko-neko,&amp;rdquo; tegasnya.</description><content:encoded>JAKARTA- Anggota Fraksi Partai Demokrat yang juga Ketua Departemen Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin mengatakan celotehan Anggota Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo bahwa akar rumput Partai Golkar menghendaki agar partai berlambang pohon beringin itu keluar dari setgab koalisi hanyalah gertak sambal.Partai Golkar sampai detik ini menurutnya secara resmi belum menyampaikan keinginannya itu ke Partai Demokrat.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Itu gertakan saja, mungkin panik karena kami tidak lagi bisa membiarkan aksinya selama ini. Hubungan antara pimpinan Partai Demokrat dan Partai Golkar selama ini baik-baik saja. Hubungan pimpinan fraksi pun baik-baik saja. Sebenarnya bukan kami yang panic, tapi justru dia yang panik,&amp;rdquo; ujar Didi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (11/1/2012).&amp;nbsp;Buat Partai Demokrat, kata Didi, jikapun Partai Golkar memutuskan keluar dari setgab koalisi tidak menjadi masalah. Menurut Didi, jika Partai Golkar memutuskan keluar maka itu menjadi keputusan Partai Golkar sendiri. &amp;ldquo;Kalau mau keluar yah keluar saja, kami tidak masalah. Mungkin lebih baik buat koalisi kalau Golkar keluar. Lebih baik ramping tapi sehat, daripada gemuk tapi dirongrong penyakit seperti saat ini,&amp;rdquo; tambahnya.&amp;nbsp;Sikap Partai Golkar yang bermain dua kaki menurutnya tidak bisa diterima lagi oleh kader-kader PD. Kalau memang Partai Golkar menginginkan tetap di koalisi maka tentunya perilakunya juga dituntut sebagai partner koalisi dan tidak terus menjelekkan pemerintahan koalisi. Jika Partai Golkar memutuskan untuk menjadi oposisi, buat Partai Demokrat hal itu juga tidak jadi masalah. &amp;ldquo;Berpolitik lah yang baik dan berikan edukasi politik yang baik pada rakyat, jangan terus bermain dua kaki. Mau koalisi silahkan tapi perilaku dan etika dijaga sebagai partner koalas, kalau mau jadi oposisi silahkan, jadilah oposisi yang baik. Saat ini Golkar selalu mengaku anggota koalisi, tapi perilakunya melebihi oposisi,&amp;rdquo; tegasnya lagi.&amp;nbsp;Namun dibalik itu semua Didi meyakini bahwa tidak semua kader Partai Golkar berperilaku seperti Bambang Soesatyo. Di tubuh Partai Golkar lanjut Didi masih banyak kader-kader baik yang memiliki etika politik yang santun.&amp;rdquo;Saya juga tidak mau mengeneralisir semuanya. Banyak kader PG yang baik seperti Nuzron Wahid, Priyo Budi Santoso, Hajrianto Tohari dan Basuki Tjahaja Purnama. Malah Basuki saya tahu sekali sikap dia yang baik dan tegas, tidak mau neko-neko,&amp;rdquo; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
