<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Telepon BPKP, Marzuki Minta Proyek Ruang Banggar Diaudit</title><description>Permintaan audit ini diajukan karena Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR  tidak transparan dalam merencanakan proyek ruang Banggar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/13/339/556836/telepon-bpkp-marzuki-minta-proyek-ruang-banggar-diaudit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/13/339/556836/telepon-bpkp-marzuki-minta-proyek-ruang-banggar-diaudit"/><item><title>Telepon BPKP, Marzuki Minta Proyek Ruang Banggar Diaudit</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/13/339/556836/telepon-bpkp-marzuki-minta-proyek-ruang-banggar-diaudit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/13/339/556836/telepon-bpkp-marzuki-minta-proyek-ruang-banggar-diaudit</guid><pubDate>Jum'at 13 Januari 2012 17:14 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdinan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/13/339/556836/nq5YrHOFdw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/13/339/556836/nq5YrHOFdw.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua DPR, Marzuki Alie, mengaku telah menghubungi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Marzuki meminta BPKP melakukan audit proyek renovasi total ruang rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR senilai Rp20 miliar.
&amp;nbsp;
&quot;Saya sudah telepon BPKP. Tak harus menunggu permintaan (audit) karena sudah ada tanda tangan, saya bikin MoU dengan BPKP,&quot; kata Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (13/1/2012).
&amp;nbsp;
Permintaan audit ini diajukan karena Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR tidak transparan dalam merencanakan proyek ruang Banggar. &quot;Enggak ada dokumen tender rahasia,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Dan jika audit BPKP ditemukan penyimpangan dalam proyek tersebut, dia irinya akan menyerahkan hasil audit ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). &quot;Saya serahkan ke KPK. Kalau prosedural betul semua, kita lihatlah nanti,&quot; sebutnya.
&amp;nbsp;
Hari ini pimpinan DPR resmi memberikan surat peringatan tertulis kepada Sekjen DPR. Ini dilakukan karena Sekjen dianggap tidak profesional mengerjakan tugas.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua DPR, Marzuki Alie, mengaku telah menghubungi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Marzuki meminta BPKP melakukan audit proyek renovasi total ruang rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR senilai Rp20 miliar.
&amp;nbsp;
&quot;Saya sudah telepon BPKP. Tak harus menunggu permintaan (audit) karena sudah ada tanda tangan, saya bikin MoU dengan BPKP,&quot; kata Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (13/1/2012).
&amp;nbsp;
Permintaan audit ini diajukan karena Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR tidak transparan dalam merencanakan proyek ruang Banggar. &quot;Enggak ada dokumen tender rahasia,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Dan jika audit BPKP ditemukan penyimpangan dalam proyek tersebut, dia irinya akan menyerahkan hasil audit ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). &quot;Saya serahkan ke KPK. Kalau prosedural betul semua, kita lihatlah nanti,&quot; sebutnya.
&amp;nbsp;
Hari ini pimpinan DPR resmi memberikan surat peringatan tertulis kepada Sekjen DPR. Ini dilakukan karena Sekjen dianggap tidak profesional mengerjakan tugas.</content:encoded></item></channel></rss>
