<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Malu! Soal Demokrasi, Indonesia Kalah Sama Timor Leste</title><description>Sistem demokrasi di Indonesia sudah berlangsung sejak 1998 lalu.  Namun pada pelaksanaannya, Indonesia belum menjalankan sistem demokrasi  seutuhnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/19/337/560095/malu-soal-demokrasi-indonesia-kalah-sama-timor-leste</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/19/337/560095/malu-soal-demokrasi-indonesia-kalah-sama-timor-leste"/><item><title>Malu! Soal Demokrasi, Indonesia Kalah Sama Timor Leste</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/19/337/560095/malu-soal-demokrasi-indonesia-kalah-sama-timor-leste</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/19/337/560095/malu-soal-demokrasi-indonesia-kalah-sama-timor-leste</guid><pubDate>Kamis 19 Januari 2012 17:14 WIB</pubDate><dc:creator>Tri Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/19/337/560095/nCSbktDca9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">presidenri.go.id</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/19/337/560095/nCSbktDca9.jpg</image><title>presidenri.go.id</title></images><description>JAKARTA - Sistem demokrasi di Indonesia sudah berlangsung sejak 1998 lalu. Namun pada pelaksanaannya, Indonesia belum menjalankan sistem demokrasi seutuhnya.
&amp;nbsp;
Ketua DPD Irman Gusman mengatakan, dalam hal berdemokrasi, Indonesia berada di bawah Afrika Selatan, Thailand, Papua Nugini bahkan Timor Leste.
&amp;nbsp;
&quot;Pada kenyataannya kita masih demokrasi yang cacat,&quot; kata dia usai dalam dialog kebangsaan di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Kamis (19/1/2012).
&amp;nbsp;
Ada lima hal yang menyebabkan demokrasi di Indonesia menjadi terpuruk. &quot;Pertama, persoalan plurarisme kita ini belum selesai masalah Syiah dan segala macam menjadi catatan ukuran demokrasi yang baik,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Kedua, dikatakannya, sistem parlemen belum clear. Tugas antar satu lembaga dengan lembaga lainnya masih tumpang tindih. &quot;Kewenagannya harus terbagi habis tidak boleh satu melebihkan yang lain. Sebuah sistim harus clear siapa mengerjakan apa,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;
Ketiga, good governance juga menjadi ukuran demokrasi. Tingkat good governence Indonesia, termasuk korupsi yang mempengaruhinya membuat Demokrasi di Indonesia pada tataran bawah.
&amp;nbsp;
&quot;Keempat, yang paling penting demokrasi tidak bisa jalan kalau political culture tidak ada. Kita mentrasnform menjadi sebuah negara demokrasi but our culture still feodal,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Terakhir, partisipasi politik masyarakat masih rendah. Dia mencontohkan, seperti di Banten orang yang datang ke TPS hanya 40 persen. Jika tidak ada serangan fajar, calon yang maju bisa dipastikan kalah.
&amp;nbsp;
&quot;Ini kondisi yang harus kita perbaiki secara struktural. Kalau sekarang enggak kita benahi secara substansial, secara struktural siapapun pemimpinnya akan gini terus,&quot; paparnya.
&amp;nbsp;
Tambahnya, DPD menawarkan agar semua pihak melakukan konsolidasi demokrasi yang substansial. &quot;Kemudian parlemen kita harus kuat. DPR dan DPD itu harus jelas, karena kenapa ekonomi tidak berjalan karena DPD tidak diberikan kebijakan setara dengan DPR,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Solusi lainnya, menurut Irman perlu ada calon presiden independen. Menurut Irman Indonesia sudah dilanda krisis keteladanan. Di mana-mana terjadi konflik.
&amp;nbsp;
&quot;Kita boleh katakan we are in the imergancy statu. Kepatuhan kita rendah karena masyarakat mencari keteladanan, keteladanan yang paling mahal itu tidak ada,&quot; pungkasnya.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Sistem demokrasi di Indonesia sudah berlangsung sejak 1998 lalu. Namun pada pelaksanaannya, Indonesia belum menjalankan sistem demokrasi seutuhnya.
&amp;nbsp;
Ketua DPD Irman Gusman mengatakan, dalam hal berdemokrasi, Indonesia berada di bawah Afrika Selatan, Thailand, Papua Nugini bahkan Timor Leste.
&amp;nbsp;
&quot;Pada kenyataannya kita masih demokrasi yang cacat,&quot; kata dia usai dalam dialog kebangsaan di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Kamis (19/1/2012).
&amp;nbsp;
Ada lima hal yang menyebabkan demokrasi di Indonesia menjadi terpuruk. &quot;Pertama, persoalan plurarisme kita ini belum selesai masalah Syiah dan segala macam menjadi catatan ukuran demokrasi yang baik,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Kedua, dikatakannya, sistem parlemen belum clear. Tugas antar satu lembaga dengan lembaga lainnya masih tumpang tindih. &quot;Kewenagannya harus terbagi habis tidak boleh satu melebihkan yang lain. Sebuah sistim harus clear siapa mengerjakan apa,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;
Ketiga, good governance juga menjadi ukuran demokrasi. Tingkat good governence Indonesia, termasuk korupsi yang mempengaruhinya membuat Demokrasi di Indonesia pada tataran bawah.
&amp;nbsp;
&quot;Keempat, yang paling penting demokrasi tidak bisa jalan kalau political culture tidak ada. Kita mentrasnform menjadi sebuah negara demokrasi but our culture still feodal,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Terakhir, partisipasi politik masyarakat masih rendah. Dia mencontohkan, seperti di Banten orang yang datang ke TPS hanya 40 persen. Jika tidak ada serangan fajar, calon yang maju bisa dipastikan kalah.
&amp;nbsp;
&quot;Ini kondisi yang harus kita perbaiki secara struktural. Kalau sekarang enggak kita benahi secara substansial, secara struktural siapapun pemimpinnya akan gini terus,&quot; paparnya.
&amp;nbsp;
Tambahnya, DPD menawarkan agar semua pihak melakukan konsolidasi demokrasi yang substansial. &quot;Kemudian parlemen kita harus kuat. DPR dan DPD itu harus jelas, karena kenapa ekonomi tidak berjalan karena DPD tidak diberikan kebijakan setara dengan DPR,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Solusi lainnya, menurut Irman perlu ada calon presiden independen. Menurut Irman Indonesia sudah dilanda krisis keteladanan. Di mana-mana terjadi konflik.
&amp;nbsp;
&quot;Kita boleh katakan we are in the imergancy statu. Kepatuhan kita rendah karena masyarakat mencari keteladanan, keteladanan yang paling mahal itu tidak ada,&quot; pungkasnya.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
