<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Solusi Lebih Efektif Selain Bola Beton </title><description>Ada beberapa solusi yang bisa digunakan, seperti sterilisasi stasiun  dengan hanya memperbolehkan penumpang bertiket yang masuk dan  meningkatkan daya angkut kereta api.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/19/338/559589/ada-solusi-lebih-efektif-selain-bola-beton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/19/338/559589/ada-solusi-lebih-efektif-selain-bola-beton"/><item><title>Ada Solusi Lebih Efektif Selain Bola Beton </title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/19/338/559589/ada-solusi-lebih-efektif-selain-bola-beton</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/19/338/559589/ada-solusi-lebih-efektif-selain-bola-beton</guid><pubDate>Kamis 19 Januari 2012 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Catur Nugroho Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/19/338/559589/21vigVJ0QG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi (dok:okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/19/338/559589/21vigVJ0QG.jpg</image><title>ilustrasi (dok:okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Dewan Transportasi Jakarta, Azas Tigor Nainggolan menilai, penggunaan bola beton untuk mengusir penumpang di atas atap kereta, kurang efektif karena tidak menjawab masalah.&quot;Melihat keputusan yang dilakukan PT KAI, terlihat mereka sudah kalap atau kalah dari penumpang yang naik diatas atap,&quot; ujar Azas kepada Okezone, Rabu (18/1/2012).Ia menjelaskan pemasangan bola beton tersebut, malah membahayakan keselamatan penumpang. &quot;Pemerintah seharusnya menjaga penumpang bukan melukainya,&quot; jelasnya.Menurutnya ada beberapa solusi yang bisa digunakan, seperti sterilisasi stasiun dengan hanya memperbolehkan penumpang bertiket yang masuk dan meningkatkan daya angkut kereta api.&quot;Kebanyakan para penumpang nekat naik ke atas karena jadwal kereta yang terbatas dan takut telat sampai kantor,&quot; terangnya.Selain itu, perlu juga dikenakan denda ditempat terhadap atapers yang masih mencoba naik di atas atap kereta. &quot;Denda itu harus rasional, sekira Rp 200 sampai 250 ribu,&quot; ungkap Azas.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Dewan Transportasi Jakarta, Azas Tigor Nainggolan menilai, penggunaan bola beton untuk mengusir penumpang di atas atap kereta, kurang efektif karena tidak menjawab masalah.&quot;Melihat keputusan yang dilakukan PT KAI, terlihat mereka sudah kalap atau kalah dari penumpang yang naik diatas atap,&quot; ujar Azas kepada Okezone, Rabu (18/1/2012).Ia menjelaskan pemasangan bola beton tersebut, malah membahayakan keselamatan penumpang. &quot;Pemerintah seharusnya menjaga penumpang bukan melukainya,&quot; jelasnya.Menurutnya ada beberapa solusi yang bisa digunakan, seperti sterilisasi stasiun dengan hanya memperbolehkan penumpang bertiket yang masuk dan meningkatkan daya angkut kereta api.&quot;Kebanyakan para penumpang nekat naik ke atas karena jadwal kereta yang terbatas dan takut telat sampai kantor,&quot; terangnya.Selain itu, perlu juga dikenakan denda ditempat terhadap atapers yang masih mencoba naik di atas atap kereta. &quot;Denda itu harus rasional, sekira Rp 200 sampai 250 ribu,&quot; ungkap Azas.</content:encoded></item></channel></rss>
