<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anggaran Renovasi Istana Rp21,9 M, Pemerintah Boros!</title><description>Anggaran ini menunjukkan keborosan pemerintah mengelola keuangan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/20/339/560341/anggaran-renovasi-istana-rp21-9-m-pemerintah-boros</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/20/339/560341/anggaran-renovasi-istana-rp21-9-m-pemerintah-boros"/><item><title>Anggaran Renovasi Istana Rp21,9 M, Pemerintah Boros!</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/20/339/560341/anggaran-renovasi-istana-rp21-9-m-pemerintah-boros</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/20/339/560341/anggaran-renovasi-istana-rp21-9-m-pemerintah-boros</guid><pubDate>Jum'at 20 Januari 2012 07:05 WIB</pubDate><dc:creator>Misbahol Munir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/20/339/560341/5pHKKKYOIY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Istana Negara (Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/20/339/560341/5pHKKKYOIY.jpg</image><title>Istana Negara (Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Politikus Partai Kebangkitan Bangsa Lily Chotijah Wahid menyesalkan besarnya alokasi anggaran renovasi Istana Kepresidenan senilai Rp21,9 miliar. Anggaran ini menunjukkan keborosan pemerintah mengelola keuangan. &amp;rdquo;Saya termasuk orang yang tidak setuju dengan alokasi mendekati 70 % untuk penyelenggaraan pemerintahan,&amp;rdquo; ujar Lily kepada okezone, Kamis (19/1/2012) malam.&amp;nbsp;Bagi Lily anggaran renovasi itu sia-sia karena hanya ditujukan untuk menunjang kemewahan pemerintah. &amp;ldquo;Karena sudah membayangkan terjadinya penghamburan uang rakyat untuk kemewahan kantor-kantor pemerintah, baik eksekutif, legislatif ataupun yudikatif,&amp;rdquo; kata dia. &amp;nbsp; Hal senada juga dikatakan Ketua Umum Partai NasDem Patrice Rio Capella. Penghamburan duit itu, kata Patrice mencerminkan hilangnya keteladanan pemimpin dalam upaya memprioritaskan rakyat.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Satu hal yang kurang dipemimpin kita adalah keteladanan, ini yang semakin jauh dan mulai hilang,&amp;rdquo; jelasnya. &amp;nbsp;Padahal kata Patrice, dibandingkan menghamburkan dana rakyat demi membangun kantor lebih baik dialihkan pada kebutuhan yang lebih mendasar untuk rakyat. &amp;nbsp;&amp;ldquo;Sebenarnya banyak hal-hal yang mendasar yang perlu dilakukan untuk rakyat, misalnya perbaikan seluruh sekolah yang rusak, dan menambah fasilitas sekolah dan Puskesmas di daerah terpencil, infrastruktur yang sangat minim didaerah-daerah yang sangat dibutuhkan rakyat kita,&amp;rdquo; terangnya. &amp;nbsp;Berdasarkan data dari RABPP 2012 Lampiran 4 BA007 yang diolah Sekretariat Nasional Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA),&amp;nbsp; alokasi anggaran sederet program renovasi bangunan di Kementerian Sekretariat Negara dan Istana untuk tahun 2012 mencapai Rp80,48 miliar. (bah)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Politikus Partai Kebangkitan Bangsa Lily Chotijah Wahid menyesalkan besarnya alokasi anggaran renovasi Istana Kepresidenan senilai Rp21,9 miliar. Anggaran ini menunjukkan keborosan pemerintah mengelola keuangan. &amp;rdquo;Saya termasuk orang yang tidak setuju dengan alokasi mendekati 70 % untuk penyelenggaraan pemerintahan,&amp;rdquo; ujar Lily kepada okezone, Kamis (19/1/2012) malam.&amp;nbsp;Bagi Lily anggaran renovasi itu sia-sia karena hanya ditujukan untuk menunjang kemewahan pemerintah. &amp;ldquo;Karena sudah membayangkan terjadinya penghamburan uang rakyat untuk kemewahan kantor-kantor pemerintah, baik eksekutif, legislatif ataupun yudikatif,&amp;rdquo; kata dia. &amp;nbsp; Hal senada juga dikatakan Ketua Umum Partai NasDem Patrice Rio Capella. Penghamburan duit itu, kata Patrice mencerminkan hilangnya keteladanan pemimpin dalam upaya memprioritaskan rakyat.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Satu hal yang kurang dipemimpin kita adalah keteladanan, ini yang semakin jauh dan mulai hilang,&amp;rdquo; jelasnya. &amp;nbsp;Padahal kata Patrice, dibandingkan menghamburkan dana rakyat demi membangun kantor lebih baik dialihkan pada kebutuhan yang lebih mendasar untuk rakyat. &amp;nbsp;&amp;ldquo;Sebenarnya banyak hal-hal yang mendasar yang perlu dilakukan untuk rakyat, misalnya perbaikan seluruh sekolah yang rusak, dan menambah fasilitas sekolah dan Puskesmas di daerah terpencil, infrastruktur yang sangat minim didaerah-daerah yang sangat dibutuhkan rakyat kita,&amp;rdquo; terangnya. &amp;nbsp;Berdasarkan data dari RABPP 2012 Lampiran 4 BA007 yang diolah Sekretariat Nasional Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA),&amp;nbsp; alokasi anggaran sederet program renovasi bangunan di Kementerian Sekretariat Negara dan Istana untuk tahun 2012 mencapai Rp80,48 miliar. (bah)</content:encoded></item></channel></rss>
