<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TK: Marzuki Alie Tak Perlu Lapor ke KPK Soal Proyek Rp20 M</title><description>Proyek ruang rapat Banggar yang menelan biaya Rp20 miliar ini menjadi  polemik. Badan Kehormatan (BK) DPR menilai renovasi tersebut terlalu  berlebihan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/20/339/560579/tk-marzuki-alie-tak-perlu-lapor-ke-kpk-soal-proyek-rp20-m</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/20/339/560579/tk-marzuki-alie-tak-perlu-lapor-ke-kpk-soal-proyek-rp20-m"/><item><title>TK: Marzuki Alie Tak Perlu Lapor ke KPK Soal Proyek Rp20 M</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/20/339/560579/tk-marzuki-alie-tak-perlu-lapor-ke-kpk-soal-proyek-rp20-m</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/20/339/560579/tk-marzuki-alie-tak-perlu-lapor-ke-kpk-soal-proyek-rp20-m</guid><pubDate>Jum'at 20 Januari 2012 13:51 WIB</pubDate><dc:creator>Ray Jordan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/20/339/560579/Ix0QUzXKjN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ruang Sidang Banggar DPR (Foto: Ferdinan/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/20/339/560579/Ix0QUzXKjN.jpg</image><title>Ruang Sidang Banggar DPR (Foto: Ferdinan/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua MPR RI Taufiq Kiemas menyarankan agar Ketua DPR Marzuki Alie tidak melaporkan proyek renovasi ruang Badan Anggaran (Banggar) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya, lebih baik masalah tersebut dipercayakan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).&quot;Kita ini punya BPK dan BPKP. Serahkan ke BPK dan BPKP, biarkan saja,&quot; ujar Taufik, di gedung MPR-DPR, Jakarta, Jumat (20/1/2012).Ketua DPR Marzuki Alie sebelumnya berencana akan mendatangi KPK terkait sejumlah proyek yang dinilainya bermasalah, diantaranya proyek renovasi ruang baru Badan Anggaran (Banggar) di gedung Nusantara II DPR RI yang menelan biaya senilai Rp20 miliar.&quot;Tidak perlu ke KPK. Lebih baik percayakan pada dua lembaga itu,&quot; katanya.Proyek ruang rapat Banggar yang menelan biaya Rp20 miliar ini menjadi  polemik. Badan Kehormatan (BK) DPR menilai renovasi tersebut terlalu  berlebihan. Alasannya, karena penunjukan spesifikasi peralatan dan  perlengkapan tertentu, biaya renovasi menjadi membengkak.Pimpinan  Badan Anggaran DPR mengaku telah mengirim surat ke Sekjen meminta  renovasi ruang, namun pimpinan Banggar membantah telah memilih  spesifikasi fasilitas tertentu. Banggar menuding Sekjen bertanggung  jawab atas proyek mewah ini. Kesetjenan DPR membantah tudingan  ini. Kepala Biro Pemeliharaan Pembangunan dan Instalasi Setjen DPR  Soemirat mengatakan pemilihan spesifikasi langsung ditunjuk pimpinan  Banggar saat konsultan proyek menawarkan pilihan perlengkapan. Atas  polemik ini, BK telah memanggil Badan Urusan Rumah Tangga (BURT),  Banggar termasuk Kesetjenan. Namun BK mengaku masih menelusuri dugaan  pelanggaran kode etik anggota dewan. </description><content:encoded>JAKARTA - Ketua MPR RI Taufiq Kiemas menyarankan agar Ketua DPR Marzuki Alie tidak melaporkan proyek renovasi ruang Badan Anggaran (Banggar) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya, lebih baik masalah tersebut dipercayakan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).&quot;Kita ini punya BPK dan BPKP. Serahkan ke BPK dan BPKP, biarkan saja,&quot; ujar Taufik, di gedung MPR-DPR, Jakarta, Jumat (20/1/2012).Ketua DPR Marzuki Alie sebelumnya berencana akan mendatangi KPK terkait sejumlah proyek yang dinilainya bermasalah, diantaranya proyek renovasi ruang baru Badan Anggaran (Banggar) di gedung Nusantara II DPR RI yang menelan biaya senilai Rp20 miliar.&quot;Tidak perlu ke KPK. Lebih baik percayakan pada dua lembaga itu,&quot; katanya.Proyek ruang rapat Banggar yang menelan biaya Rp20 miliar ini menjadi  polemik. Badan Kehormatan (BK) DPR menilai renovasi tersebut terlalu  berlebihan. Alasannya, karena penunjukan spesifikasi peralatan dan  perlengkapan tertentu, biaya renovasi menjadi membengkak.Pimpinan  Badan Anggaran DPR mengaku telah mengirim surat ke Sekjen meminta  renovasi ruang, namun pimpinan Banggar membantah telah memilih  spesifikasi fasilitas tertentu. Banggar menuding Sekjen bertanggung  jawab atas proyek mewah ini. Kesetjenan DPR membantah tudingan  ini. Kepala Biro Pemeliharaan Pembangunan dan Instalasi Setjen DPR  Soemirat mengatakan pemilihan spesifikasi langsung ditunjuk pimpinan  Banggar saat konsultan proyek menawarkan pilihan perlengkapan. Atas  polemik ini, BK telah memanggil Badan Urusan Rumah Tangga (BURT),  Banggar termasuk Kesetjenan. Namun BK mengaku masih menelusuri dugaan  pelanggaran kode etik anggota dewan. </content:encoded></item></channel></rss>
