<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 Tahun Atap SDN Watestani Ambruk Belum Diperbaiki </title><description>Potret dunia pendidikan di Indonesia nampaknya makin memprihatinkan  menyusul ambruknya sebuah SDN Watestani di Kecamatan Nguling, Kabupaten  Pasuruan karena dimakan usia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/21/340/561044/2-tahun-atap-sdn-watestani-ambruk-belum-diperbaiki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/21/340/561044/2-tahun-atap-sdn-watestani-ambruk-belum-diperbaiki"/><item><title>2 Tahun Atap SDN Watestani Ambruk Belum Diperbaiki </title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/21/340/561044/2-tahun-atap-sdn-watestani-ambruk-belum-diperbaiki</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/21/340/561044/2-tahun-atap-sdn-watestani-ambruk-belum-diperbaiki</guid><pubDate>Sabtu 21 Januari 2012 11:01 WIB</pubDate><dc:creator>Jaka Samudra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/21/340/561044/NUJm2YEqw2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/21/340/561044/NUJm2YEqw2.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: okezone)</title></images><description>PASURUAN-Potret dunia pendidikan di Indonesia nampaknya makin memprihatinkan menyusul ambruknya sebuah SDN Watestani di Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan karena dimakan usia. Berdasarkan pantauan, ruang kelas 4 SD di wilayah Pasuruan Timur ini atapnya ambruk sehingga tak bisa lagi digunakan untuk kegiatan belajar dan mengajar. Ironisnya, hal ini sudah terjadi sejak 2 tahun terakhir. Akibat kondisi yang tak memungkinkan ini, maka untuk kegiatan belajar dan mengajar terpaksa dilakukan dengan cara digabung dengan siswa lainnya. Ambruknya atap sekolah ini karena kondisi bangunan yang sudah tua disamping karena dimakan rayap. Beruntung tidak ada korban saat atap itu ambruk. Namun demikian ambruknya atap itu tentu saja menyisakan trauma bagi para siswa. Salah satunya adalah Adib siswa kelas 4 ini mengaku takut jika atap sekolah ambruk. &quot;Saya takut jika ambruk lagi,&quot; ujarnya dengan polos. Ironisnya, sampai saat ini belum ada renovasi yang dilakukan pemda setempat. Sementara itu Kepala Sekolah SDN Watestani 1 Subachir mengatakan selain atapnyang ambruk, plafon ruang kelas 2 dan kelas 3 juga jebol akibat peyangga kayu yang lapuk. Akan tetapi kelas itu tetap difungsikan untuk belajar karena keterbatasan kelas. </description><content:encoded>PASURUAN-Potret dunia pendidikan di Indonesia nampaknya makin memprihatinkan menyusul ambruknya sebuah SDN Watestani di Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan karena dimakan usia. Berdasarkan pantauan, ruang kelas 4 SD di wilayah Pasuruan Timur ini atapnya ambruk sehingga tak bisa lagi digunakan untuk kegiatan belajar dan mengajar. Ironisnya, hal ini sudah terjadi sejak 2 tahun terakhir. Akibat kondisi yang tak memungkinkan ini, maka untuk kegiatan belajar dan mengajar terpaksa dilakukan dengan cara digabung dengan siswa lainnya. Ambruknya atap sekolah ini karena kondisi bangunan yang sudah tua disamping karena dimakan rayap. Beruntung tidak ada korban saat atap itu ambruk. Namun demikian ambruknya atap itu tentu saja menyisakan trauma bagi para siswa. Salah satunya adalah Adib siswa kelas 4 ini mengaku takut jika atap sekolah ambruk. &quot;Saya takut jika ambruk lagi,&quot; ujarnya dengan polos. Ironisnya, sampai saat ini belum ada renovasi yang dilakukan pemda setempat. Sementara itu Kepala Sekolah SDN Watestani 1 Subachir mengatakan selain atapnyang ambruk, plafon ruang kelas 2 dan kelas 3 juga jebol akibat peyangga kayu yang lapuk. Akan tetapi kelas itu tetap difungsikan untuk belajar karena keterbatasan kelas. </content:encoded></item></channel></rss>
