<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Oper Penumpang, KRL Persis Metromini        </title><description>Operator KRL Jabodetabek kembali menunjukkan sikap tidak profesionalnya. Akibatnya ratusan penumpang kebingungan karena beberapa kali harus pindah kereta, persis seperti nasib penumpang metromini. &amp;nbsp; &amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/22/338/561626/oper-penumpang-krl-persis-metromini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/22/338/561626/oper-penumpang-krl-persis-metromini"/><item><title>Oper Penumpang, KRL Persis Metromini        </title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/22/338/561626/oper-penumpang-krl-persis-metromini</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/22/338/561626/oper-penumpang-krl-persis-metromini</guid><pubDate>Minggu 22 Januari 2012 23:30 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Saifullah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/22/338/561626/o9ikFgsyje.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/22/338/561626/o9ikFgsyje.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Operator KRL Jabodetabek kembali menunjukkan sikap tidak profesionalnya. Akibatnya ratusan penumpang kebingungan karena beberapa kali harus pindah kereta, persis seperti nasib penumpang metromini.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Peristiwa apes ini dialami para penumpang KRL Commuter Line jurusan Bogor-Jakarta Kota di Stasiun Bogor, Minggu (23/1/2012) petang. Para penumpang yang sudah berada di dalam kereta di lajur 2 dengan jadwal keberangkatan pukul 16.30 WIB tiba-tiba mendapat informasi mengejutkan.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&quot;Para penumpang dipersilakan pindah ke kereta di jalur 3 karena ada gangguan teknis,&quot; demikian bunyi pengumuman tersebut.
&amp;nbsp;
Mendengar instruksi ini sontak para penumpang berhamburan pindah ke kereta di jalur 3. Termasuk para wanita dan anak-anak turut berjibaku agar mendapatkan tempat. Ironisnya ketika mereka sudah berada di dalam kereta di jalur 3, tak lama kemudian terdengar informasi bahwa kereta di jalur 3 adalah jurusan Sudirman-Tanahabang-Jatinegara, bukan ke Kota.
&amp;nbsp;
Akibatnya ratusan penumpang menjadi bimbang. Sebagaian memutuskan kembali ke kereta awal. Namun sisanya memutuskan tetap bertahan di KRL jurusan Tanahabang karena akan diberangkatkan lebih dulu.
&amp;nbsp;
&quot;Gimana sih informasinya, kok simpang siur,&quot; ujar Suwito, salah seorang penumpang.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Derita Suwito dan ratusan penumpang lain tak hanya sampai di situ saja. Ketika kereta tiba di Stasiun Depok Lama kembali terdengar pengumuman bahwa KRL mengalami gangguan teknis dan para penumpang diimbau ke kereta lain. Sontak tanpa dikomando ratusan penumpang kembali berhamburan ke kereta di sebelah agar mendapatkan tempat duduk. Tentu situasi ini membuat jengkel para penumpang.
&amp;nbsp;
&quot;Kereta kok sudah kayak metromini, pakai dioper segala penumpangnya,&quot; keluh Wulandari, salah seorang pengguna jasa KRL lainnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Operator KRL Jabodetabek kembali menunjukkan sikap tidak profesionalnya. Akibatnya ratusan penumpang kebingungan karena beberapa kali harus pindah kereta, persis seperti nasib penumpang metromini.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Peristiwa apes ini dialami para penumpang KRL Commuter Line jurusan Bogor-Jakarta Kota di Stasiun Bogor, Minggu (23/1/2012) petang. Para penumpang yang sudah berada di dalam kereta di lajur 2 dengan jadwal keberangkatan pukul 16.30 WIB tiba-tiba mendapat informasi mengejutkan.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&quot;Para penumpang dipersilakan pindah ke kereta di jalur 3 karena ada gangguan teknis,&quot; demikian bunyi pengumuman tersebut.
&amp;nbsp;
Mendengar instruksi ini sontak para penumpang berhamburan pindah ke kereta di jalur 3. Termasuk para wanita dan anak-anak turut berjibaku agar mendapatkan tempat. Ironisnya ketika mereka sudah berada di dalam kereta di jalur 3, tak lama kemudian terdengar informasi bahwa kereta di jalur 3 adalah jurusan Sudirman-Tanahabang-Jatinegara, bukan ke Kota.
&amp;nbsp;
Akibatnya ratusan penumpang menjadi bimbang. Sebagaian memutuskan kembali ke kereta awal. Namun sisanya memutuskan tetap bertahan di KRL jurusan Tanahabang karena akan diberangkatkan lebih dulu.
&amp;nbsp;
&quot;Gimana sih informasinya, kok simpang siur,&quot; ujar Suwito, salah seorang penumpang.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Derita Suwito dan ratusan penumpang lain tak hanya sampai di situ saja. Ketika kereta tiba di Stasiun Depok Lama kembali terdengar pengumuman bahwa KRL mengalami gangguan teknis dan para penumpang diimbau ke kereta lain. Sontak tanpa dikomando ratusan penumpang kembali berhamburan ke kereta di sebelah agar mendapatkan tempat duduk. Tentu situasi ini membuat jengkel para penumpang.
&amp;nbsp;
&quot;Kereta kok sudah kayak metromini, pakai dioper segala penumpangnya,&quot; keluh Wulandari, salah seorang pengguna jasa KRL lainnya.</content:encoded></item></channel></rss>
