<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Diminta Razia Besar-besaran Tempat Dugem</title><description>Wakil Ketua DPR Pramono Anung menyesalkan peristiwa kecelakaan maut  yang menewaskan sembilan orang di Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta  Pusat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/24/338/562377/polisi-diminta-razia-besar-besaran-tempat-dugem</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/24/338/562377/polisi-diminta-razia-besar-besaran-tempat-dugem"/><item><title>Polisi Diminta Razia Besar-besaran Tempat Dugem</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/24/338/562377/polisi-diminta-razia-besar-besaran-tempat-dugem</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/24/338/562377/polisi-diminta-razia-besar-besaran-tempat-dugem</guid><pubDate>Selasa 24 Januari 2012 13:37 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdinan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/24/338/562377/4Kpl2o6y4T.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RCTI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/24/338/562377/4Kpl2o6y4T.jpg</image><title>RCTI</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua DPR Pramono Anung menyesalkan peristiwa kecelakaan maut yang menewaskan sembilan orang di Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat.
&amp;nbsp;
Apalagi pengemudi Xenia bernomor polisi B 2479 XI, Afriani Susanti (29), terbukti mengonsumsi narkotika. &quot;Kita tentunya semua sedih dan ada rasa marah dari kecerobohan orang mengemudi yang menggunakan narkoba. Kalau kita lihat dari TKP, ini menunjukan pengemudi betul-betul lalai,&quot; kata Pramono di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (24/1/2012).
&amp;nbsp;
Karena itu, Pramono meminta polisi melakukan razia rutin terhadap pengemudi kendaraan roda empat. Selain itu, razia tempat hiburan malam juga harus dilakukan.
&amp;nbsp;
&quot;Maka perlu ada razia cukup besar kepada sejumlah tempat hiburan yang memberikan kebebasan untuk menggunakan narkoba, miras, dan sebagainya,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Terhadap pengemudi Xenia maut, Pramono berharap polisi bertindak tegas untuk menjerat Afriani dengan pasal berlapis. &quot;Harusnya ada hukuman maksimal karnea mengakibatkan korban yang cukup banyak. Kemudian dia narkoba, jadi bukan hanya sekadar lalai. Saya yakin akan dijerat pasal berlapis,&quot; ujar dia.
&amp;nbsp;
Selain itu Pemda DKI Jakarta diminta merancang konsep perlindungan terhadap pejalan kaki. Perbaikan pedestrian, menurut Pramono masih setengah hati dikerjakan Pemda DKI.
&amp;nbsp;
&quot;Kasus ini harus menyadarkan kita semua bahwa hilangnya nyawa bisa terjadi di mana saja tanpa orang menyadari,&quot; pungkasnya.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua DPR Pramono Anung menyesalkan peristiwa kecelakaan maut yang menewaskan sembilan orang di Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat.
&amp;nbsp;
Apalagi pengemudi Xenia bernomor polisi B 2479 XI, Afriani Susanti (29), terbukti mengonsumsi narkotika. &quot;Kita tentunya semua sedih dan ada rasa marah dari kecerobohan orang mengemudi yang menggunakan narkoba. Kalau kita lihat dari TKP, ini menunjukan pengemudi betul-betul lalai,&quot; kata Pramono di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (24/1/2012).
&amp;nbsp;
Karena itu, Pramono meminta polisi melakukan razia rutin terhadap pengemudi kendaraan roda empat. Selain itu, razia tempat hiburan malam juga harus dilakukan.
&amp;nbsp;
&quot;Maka perlu ada razia cukup besar kepada sejumlah tempat hiburan yang memberikan kebebasan untuk menggunakan narkoba, miras, dan sebagainya,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Terhadap pengemudi Xenia maut, Pramono berharap polisi bertindak tegas untuk menjerat Afriani dengan pasal berlapis. &quot;Harusnya ada hukuman maksimal karnea mengakibatkan korban yang cukup banyak. Kemudian dia narkoba, jadi bukan hanya sekadar lalai. Saya yakin akan dijerat pasal berlapis,&quot; ujar dia.
&amp;nbsp;
Selain itu Pemda DKI Jakarta diminta merancang konsep perlindungan terhadap pejalan kaki. Perbaikan pedestrian, menurut Pramono masih setengah hati dikerjakan Pemda DKI.
&amp;nbsp;
&quot;Kasus ini harus menyadarkan kita semua bahwa hilangnya nyawa bisa terjadi di mana saja tanpa orang menyadari,&quot; pungkasnya.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
