<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Infeksi Usus Penyebab Kematian Satpam Heroik</title><description>Pihak keluarga tidak mau jenazah satpam heroik, Amsyar (41) diautopsi.  Mereka hanya ingin agar jenazah bapak empat anak itu segera dimakamkan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/24/338/562432/infeksi-usus-penyebab-kematian-satpam-heroik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/24/338/562432/infeksi-usus-penyebab-kematian-satpam-heroik"/><item><title>Infeksi Usus Penyebab Kematian Satpam Heroik</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/24/338/562432/infeksi-usus-penyebab-kematian-satpam-heroik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/24/338/562432/infeksi-usus-penyebab-kematian-satpam-heroik</guid><pubDate>Selasa 24 Januari 2012 14:33 WIB</pubDate><dc:creator>Bagus Santosa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/24/338/562432/aS5CGHBVsS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/24/338/562432/aS5CGHBVsS.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pihak keluarga tidak mau jenazah satpam heroik, Amsyar (41) diautopsi. Mereka hanya ingin agar jenazah bapak empat anak itu segera dimakamkan.
&amp;nbsp;
&quot;Saya enggak mau adik saya diotak-atik lagi. Visum luar boleh lah. Kalau polisi enggak ngasih izin, saya gendong sendiri, saya juga mau,&quot; ujar kakak korban, Polem di Ruang Instalasi Forensik dan Perawatan Jenazah RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2012).
&amp;nbsp;
Kakak korban dan rekan kerja korban di PT Merapi pun menunggui jenazah korban agar bisa segera dibawa pulang. Adapun kakak korban yang menjemput jenazah adalah, Polem, Angga, dan Dara.
&amp;nbsp;
Sementara itu, pihak kepolisian pun mengikuti kemauan pihak keluarga. Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Adri Desas Furianto mengikuti permintaan keluarga agar korban tidak diautopsi. Padahal, menurutnya, autopsi ini penting guna pengungkapan kasus penembakan ini.
&amp;nbsp;
&quot;Tadi memang keluarga sempat komplain dengan vonis dokter, sekarang korban sudah bisa dibawa pulang,&quot; jelasnya terpisah.
&amp;nbsp;
Adri menjelaskan, pada vonis dokter, menyebutkan korban meninggal karena ada infeksi berat di usus. &quot;Itu bekas luka proyektil yang tembus ke lambung dan ke usus besar,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Korban juga sempat dioperasi sebelum meninggal. Keterangan sementara yang didapat, sebelum meninggal korban sempat mengalami demam parah. Untuk proyektil sendiri, juga sudah diangkat usai kejadian.
&amp;nbsp;
Jenazah korban nantinya akan dibawa ke rumah duka di Jalan Timbul III, No 63, RT 7/4, kelurahan Cipedak, Jagakarsa dan akan dikebumikan di tanah wakaf di Jagakarsa.
&amp;nbsp;
Kematian Amsyar berawal ketika Satpam PT Merapi ini mengejar kelompok perampok sepeda motor di kantornya pada hari Kamis 19 Januari lalu. Dalam pengejaran ini, Amsyar akhirnya ditembak di dekat Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam aksi ini dua selongsong peluru ditemukan di tempat kejadian perkara. Pelaku hingga saat ini masih belum ditemukan. Kasus ini, kemudian ditangani Polsek Metro Pasar Minggu.
&amp;nbsp;
Amsyar sendiri meninggalkan Istrinya Saidah (41), dan 4 orang anaknya, yaitu Alam Kori (14), Nurul Aini (13),&amp;nbsp; Surya AH (6), Rara Ayu (3,5).</description><content:encoded>JAKARTA - Pihak keluarga tidak mau jenazah satpam heroik, Amsyar (41) diautopsi. Mereka hanya ingin agar jenazah bapak empat anak itu segera dimakamkan.
&amp;nbsp;
&quot;Saya enggak mau adik saya diotak-atik lagi. Visum luar boleh lah. Kalau polisi enggak ngasih izin, saya gendong sendiri, saya juga mau,&quot; ujar kakak korban, Polem di Ruang Instalasi Forensik dan Perawatan Jenazah RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2012).
&amp;nbsp;
Kakak korban dan rekan kerja korban di PT Merapi pun menunggui jenazah korban agar bisa segera dibawa pulang. Adapun kakak korban yang menjemput jenazah adalah, Polem, Angga, dan Dara.
&amp;nbsp;
Sementara itu, pihak kepolisian pun mengikuti kemauan pihak keluarga. Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Adri Desas Furianto mengikuti permintaan keluarga agar korban tidak diautopsi. Padahal, menurutnya, autopsi ini penting guna pengungkapan kasus penembakan ini.
&amp;nbsp;
&quot;Tadi memang keluarga sempat komplain dengan vonis dokter, sekarang korban sudah bisa dibawa pulang,&quot; jelasnya terpisah.
&amp;nbsp;
Adri menjelaskan, pada vonis dokter, menyebutkan korban meninggal karena ada infeksi berat di usus. &quot;Itu bekas luka proyektil yang tembus ke lambung dan ke usus besar,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Korban juga sempat dioperasi sebelum meninggal. Keterangan sementara yang didapat, sebelum meninggal korban sempat mengalami demam parah. Untuk proyektil sendiri, juga sudah diangkat usai kejadian.
&amp;nbsp;
Jenazah korban nantinya akan dibawa ke rumah duka di Jalan Timbul III, No 63, RT 7/4, kelurahan Cipedak, Jagakarsa dan akan dikebumikan di tanah wakaf di Jagakarsa.
&amp;nbsp;
Kematian Amsyar berawal ketika Satpam PT Merapi ini mengejar kelompok perampok sepeda motor di kantornya pada hari Kamis 19 Januari lalu. Dalam pengejaran ini, Amsyar akhirnya ditembak di dekat Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam aksi ini dua selongsong peluru ditemukan di tempat kejadian perkara. Pelaku hingga saat ini masih belum ditemukan. Kasus ini, kemudian ditangani Polsek Metro Pasar Minggu.
&amp;nbsp;
Amsyar sendiri meninggalkan Istrinya Saidah (41), dan 4 orang anaknya, yaitu Alam Kori (14), Nurul Aini (13),&amp;nbsp; Surya AH (6), Rara Ayu (3,5).</content:encoded></item></channel></rss>
