<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bentrok, Keluarga di Bali Cemaskan Kerabat di Lampung</title><description>Keluarga di Bali berharap bentrok di Lampung Selatan tidak menyerempet ke isu SARA.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/25/340/562992/bentrok-keluarga-di-bali-cemaskan-kerabat-di-lampung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/25/340/562992/bentrok-keluarga-di-bali-cemaskan-kerabat-di-lampung"/><item><title>Bentrok, Keluarga di Bali Cemaskan Kerabat di Lampung</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/25/340/562992/bentrok-keluarga-di-bali-cemaskan-kerabat-di-lampung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/25/340/562992/bentrok-keluarga-di-bali-cemaskan-kerabat-di-lampung</guid><pubDate>Rabu 25 Januari 2012 11:27 WIB</pubDate><dc:creator>Rohmat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/25/340/562992/Ue5sEuW3e7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kondisi di Simpang Pos Kotadalam, Selasa (24/1) (Foto: okezone/Ziva Aditya)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/25/340/562992/Ue5sEuW3e7.jpg</image><title>Kondisi di Simpang Pos Kotadalam, Selasa (24/1) (Foto: okezone/Ziva Aditya)</title></images><description>DENPASAR - Keluarga di Bali cemas dengan keselamatan kerabat mereka menyusul bentrokan&amp;nbsp; warga Kampung Napal dan Kotadalam di Desa Sidomulyo, Lampung Selatan.&amp;nbsp;&amp;rdquo;Mertua saya nangis terus, tadi pagi sempat bisa menelepon. Saat ini masih mengungsi di rumah ibadah terdekat,&amp;rdquo; ujar I Ketut Sugina, warga Desa Gubug Kecamatan Tabanan, Bali, dihubungi okezone, Rabu (25/1/2012).Sejak Selasa malam, keluarga besar Sugina di Tabanan kesulitan menghubungi kerabat mereka di Lampung Selatan guna mengetahui kondisi terakhir pascabentrok yang menyebabkan setidaknya 60 rumah dibakar itu.Sugina menjelaskan, saat ini seluruh keluarganya telah mengungsi karena khawatir dengan keselamatan mereka. &amp;rdquo;Beruntung rumah mertua saya tidak ikut dibakar, tapi rumah di sampingnya sudah lebih dahulu dibakar massa,&amp;rdquo; imbuhnya.Meski demikian mobil keluarganya dirusak hanya tersisa satu sepeda motor yang lolos dari amukan massa.Untuk sementara waktu, keluarganya masih mengungsi sampai situasi kembali pulih. &amp;ldquo;Banyak warga asal Jawa yang memberi makanan  dan minuman selama keluarga kami dalam pengungsian,&amp;rdquo; imbuh pria yang kini menggeluti usaha kuliner itu.Keluarga besar Sugina berangkat ke Lampung sebagai transmigran. Hasil kerja kerasnya membuahkan hasil hingga mereka memilih lahan perkebunan sendiri.Namun dua hari terakhir kondisi kampung tempat tinggal mereka bergejolak. Sugiana mengaku, massa masih melakukan sweeping dengan memeriksa KTP di beberapa titik. Massa mencari lawan mereka.&amp;rdquo;Kami berharap pemerintah bertindak tegas terhadap pelaku anarkis dan melindungi keluarga kami, jangan sampai kasus ini menjalar ke isu SARA. Kami semua di Bali sangat prihatin dengan kejadian ini,&amp;rdquo; imbuhnya.</description><content:encoded>DENPASAR - Keluarga di Bali cemas dengan keselamatan kerabat mereka menyusul bentrokan&amp;nbsp; warga Kampung Napal dan Kotadalam di Desa Sidomulyo, Lampung Selatan.&amp;nbsp;&amp;rdquo;Mertua saya nangis terus, tadi pagi sempat bisa menelepon. Saat ini masih mengungsi di rumah ibadah terdekat,&amp;rdquo; ujar I Ketut Sugina, warga Desa Gubug Kecamatan Tabanan, Bali, dihubungi okezone, Rabu (25/1/2012).Sejak Selasa malam, keluarga besar Sugina di Tabanan kesulitan menghubungi kerabat mereka di Lampung Selatan guna mengetahui kondisi terakhir pascabentrok yang menyebabkan setidaknya 60 rumah dibakar itu.Sugina menjelaskan, saat ini seluruh keluarganya telah mengungsi karena khawatir dengan keselamatan mereka. &amp;rdquo;Beruntung rumah mertua saya tidak ikut dibakar, tapi rumah di sampingnya sudah lebih dahulu dibakar massa,&amp;rdquo; imbuhnya.Meski demikian mobil keluarganya dirusak hanya tersisa satu sepeda motor yang lolos dari amukan massa.Untuk sementara waktu, keluarganya masih mengungsi sampai situasi kembali pulih. &amp;ldquo;Banyak warga asal Jawa yang memberi makanan  dan minuman selama keluarga kami dalam pengungsian,&amp;rdquo; imbuh pria yang kini menggeluti usaha kuliner itu.Keluarga besar Sugina berangkat ke Lampung sebagai transmigran. Hasil kerja kerasnya membuahkan hasil hingga mereka memilih lahan perkebunan sendiri.Namun dua hari terakhir kondisi kampung tempat tinggal mereka bergejolak. Sugiana mengaku, massa masih melakukan sweeping dengan memeriksa KTP di beberapa titik. Massa mencari lawan mereka.&amp;rdquo;Kami berharap pemerintah bertindak tegas terhadap pelaku anarkis dan melindungi keluarga kami, jangan sampai kasus ini menjalar ke isu SARA. Kami semua di Bali sangat prihatin dengan kejadian ini,&amp;rdquo; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
