<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aditya Masih Syok Atas Kematian Sang Ibu yang Lumpuh</title><description>Aditya (6) masih syok dengan kepergian ibunya, Sunarti, akibat penyakit  yang dideritanya. Aditya selalu merawat Ibunya bahkan dia rela menjadi  tulang punggung keluarga.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/25/340/563141/aditya-masih-syok-atas-kematian-sang-ibu-yang-lumpuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/25/340/563141/aditya-masih-syok-atas-kematian-sang-ibu-yang-lumpuh"/><item><title>Aditya Masih Syok Atas Kematian Sang Ibu yang Lumpuh</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/25/340/563141/aditya-masih-syok-atas-kematian-sang-ibu-yang-lumpuh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/25/340/563141/aditya-masih-syok-atas-kematian-sang-ibu-yang-lumpuh</guid><pubDate>Rabu 25 Januari 2012 14:03 WIB</pubDate><dc:creator>Mukhtar Bagus</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/25/340/563141/GwpDZlMUFo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aditya saat menjadi tulang punggung keluarga (Foto: Mukhtar/Sindo TV)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/25/340/563141/GwpDZlMUFo.jpg</image><title>Aditya saat menjadi tulang punggung keluarga (Foto: Mukhtar/Sindo TV)</title></images><description>NGANJUK- Aditya (6) masih syok dengan kepergian ibunya, Sunarti, akibat penyakit yang dideritanya. Selama ini, Aditya selalu merawat Ibunya bahkan dia rela menjadi tulang punggung keluarga.Raut muka sedih dan syok masih tampak jelas di wajah Aditya yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak tersebut. Semasa sang ibu hidup, hanya Aditya yang menemani dan mencukupi kebutuhan Sunarti.Apa yang dilakukan Aditya tak hanya mengundang rasa prihatin, namun juga menarik simpati dan perhatian banyak pihak hingga bantuan mengalir untuk bocah ini.Mendapat bantuan materi yang begitu banyak, tak lantas membuat hidup sunarti menjadi lebih baik. Sejak Aditya diboyong tinggal ke panti asuhan oleh pemerintah, kondisi Sunarti yang sudah beberapa kali dirawat di rumah sakit tak juga membaik.Bahkan karena tak ada yang merawat dengan serius di rumah kontrakannya di Kelurahan Kramat, Kecamatan Kota Nganjuk, penyakit decubitus atau pembusukan di punggung semakin kronis. Dokter mengatakan Sunarti terlalu lama terbaring dan tidak ada yang membantunya ganti posisi.Setelah Sunarti dimakamkan di kampung halamannya di Desa Bandarkedungmukyo, Kecamatan Bandarkedungmulyo Jombang, sesuai amanah ibunya. Sementara itu Aditya dibawa lagi oleh petugas ke panti asuhan untuk tinggal dan belajar demi bisa menggapai cita-citanya menjadi tentara.</description><content:encoded>NGANJUK- Aditya (6) masih syok dengan kepergian ibunya, Sunarti, akibat penyakit yang dideritanya. Selama ini, Aditya selalu merawat Ibunya bahkan dia rela menjadi tulang punggung keluarga.Raut muka sedih dan syok masih tampak jelas di wajah Aditya yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak tersebut. Semasa sang ibu hidup, hanya Aditya yang menemani dan mencukupi kebutuhan Sunarti.Apa yang dilakukan Aditya tak hanya mengundang rasa prihatin, namun juga menarik simpati dan perhatian banyak pihak hingga bantuan mengalir untuk bocah ini.Mendapat bantuan materi yang begitu banyak, tak lantas membuat hidup sunarti menjadi lebih baik. Sejak Aditya diboyong tinggal ke panti asuhan oleh pemerintah, kondisi Sunarti yang sudah beberapa kali dirawat di rumah sakit tak juga membaik.Bahkan karena tak ada yang merawat dengan serius di rumah kontrakannya di Kelurahan Kramat, Kecamatan Kota Nganjuk, penyakit decubitus atau pembusukan di punggung semakin kronis. Dokter mengatakan Sunarti terlalu lama terbaring dan tidak ada yang membantunya ganti posisi.Setelah Sunarti dimakamkan di kampung halamannya di Desa Bandarkedungmukyo, Kecamatan Bandarkedungmulyo Jombang, sesuai amanah ibunya. Sementara itu Aditya dibawa lagi oleh petugas ke panti asuhan untuk tinggal dan belajar demi bisa menggapai cita-citanya menjadi tentara.</content:encoded></item></channel></rss>
