<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belasan Siswa di Medan Keracunan Air Nira</title><description>Belasan siswa SD 066650 yang berada di Jalan Bahagia By Pass Medan  mengalami keracunan setelah mengkonsumsi minuman nira (red-minuman dari  pohon aren) yang diduga sudah basi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/25/340/563376/belasan-siswa-di-medan-keracunan-air-nira</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/25/340/563376/belasan-siswa-di-medan-keracunan-air-nira"/><item><title>Belasan Siswa di Medan Keracunan Air Nira</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/25/340/563376/belasan-siswa-di-medan-keracunan-air-nira</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/25/340/563376/belasan-siswa-di-medan-keracunan-air-nira</guid><pubDate>Rabu 25 Januari 2012 17:59 WIB</pubDate><dc:creator>Irwansyah Putra Nasution</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/25/340/563376/3SlMcf2hcu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Salah seorang siswa SD korban keracunan massal (Foto: Irwansyah/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/25/340/563376/3SlMcf2hcu.jpg</image><title>Salah seorang siswa SD korban keracunan massal (Foto: Irwansyah/okezone)</title></images><description>MEDAN- Belasan siswa SD 066650 yang berada di Jalan Bahagia By Pass Medan mengalami keracunan setelah mengkonsumsi minuman nira (red-minuman dari pohon aren) yang diduga sudah basi.Akibatnya, para siswa mengalami pening dan muntah muntah mulai Rabu (25/1/2012) pagi.Salah seorang guru, Rosita, mengatakan anak didiknya mengalami pusing dan muntah-muntah setelah meminum air nira pada saat jam istirahat. Bahkan ada sejumlah siswa yang langsung pingsan dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.Melihat kejadian tersebut, Rosita mengaku mendatangi penjual air nira dan mempertanyakan isi campuran tersebut, namun si penjual malah marah.&amp;ldquo;Saya sempat marahi penjual air nira tersebut, namun karena siswa lainnya pada pingsan saya lebih memilih menyelamatkan siswa,&amp;rdquo; katanya.Dia menjelaskan, siswa yang mengalami keracunan berjumlah 18 orang yang berasal dari anak kelas lima dan enam. Dari jumlah tersebut tidak semua siswa dirujuk ke Rumah Sakit Bahagia, karena orangtua siswa memilih membawa pulang.Ditanya apakah akan melakukan penuntutan kepada penjual air nira tersebut, Rosita mengaku menyerahkan kepada masing-masing orantua.Devari Angria, siswa kelas V, mengaku kepalanya pening dan muntah muntah setelah meminum air nira. Bahkan Devari mengaku pingsan, dan sadar saat tiba di rumah sakit.&amp;ldquo;Hingga saat ini saya masih mengalami pusing dan mual walaupun sudah meminum obat,&amp;rdquo; katanya.Hal senada disampaikan Nadia, siswa kelas VI. Dia merasa pening dan mual usai meminum air nira tersebut. Setelah kejadian itu dirinya melapor kepada guru dan akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.&amp;ldquo;Semua siswa tersebut mirip dengan gejala keracunan sehingga harus diberikan perawatan pertama untuk menyelamatkan nyawa mereka,&amp;rdquo; kata dokter jaga RS Bahagia, Yusrina.</description><content:encoded>MEDAN- Belasan siswa SD 066650 yang berada di Jalan Bahagia By Pass Medan mengalami keracunan setelah mengkonsumsi minuman nira (red-minuman dari pohon aren) yang diduga sudah basi.Akibatnya, para siswa mengalami pening dan muntah muntah mulai Rabu (25/1/2012) pagi.Salah seorang guru, Rosita, mengatakan anak didiknya mengalami pusing dan muntah-muntah setelah meminum air nira pada saat jam istirahat. Bahkan ada sejumlah siswa yang langsung pingsan dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.Melihat kejadian tersebut, Rosita mengaku mendatangi penjual air nira dan mempertanyakan isi campuran tersebut, namun si penjual malah marah.&amp;ldquo;Saya sempat marahi penjual air nira tersebut, namun karena siswa lainnya pada pingsan saya lebih memilih menyelamatkan siswa,&amp;rdquo; katanya.Dia menjelaskan, siswa yang mengalami keracunan berjumlah 18 orang yang berasal dari anak kelas lima dan enam. Dari jumlah tersebut tidak semua siswa dirujuk ke Rumah Sakit Bahagia, karena orangtua siswa memilih membawa pulang.Ditanya apakah akan melakukan penuntutan kepada penjual air nira tersebut, Rosita mengaku menyerahkan kepada masing-masing orantua.Devari Angria, siswa kelas V, mengaku kepalanya pening dan muntah muntah setelah meminum air nira. Bahkan Devari mengaku pingsan, dan sadar saat tiba di rumah sakit.&amp;ldquo;Hingga saat ini saya masih mengalami pusing dan mual walaupun sudah meminum obat,&amp;rdquo; katanya.Hal senada disampaikan Nadia, siswa kelas VI. Dia merasa pening dan mual usai meminum air nira tersebut. Setelah kejadian itu dirinya melapor kepada guru dan akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.&amp;ldquo;Semua siswa tersebut mirip dengan gejala keracunan sehingga harus diberikan perawatan pertama untuk menyelamatkan nyawa mereka,&amp;rdquo; kata dokter jaga RS Bahagia, Yusrina.</content:encoded></item></channel></rss>
