<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Anggap Keterangan Yulianis Sebagai Masukan</title><description>Keterangan para saksi terutama Yulianis dinilai memberikan petunjuk tentang siapa saja otak di balik kasus ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/26/339/563903/kpk-anggap-keterangan-yulianis-sebagai-masukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/26/339/563903/kpk-anggap-keterangan-yulianis-sebagai-masukan"/><item><title>KPK Anggap Keterangan Yulianis Sebagai Masukan</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/26/339/563903/kpk-anggap-keterangan-yulianis-sebagai-masukan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/26/339/563903/kpk-anggap-keterangan-yulianis-sebagai-masukan</guid><pubDate>Kamis 26 Januari 2012 13:52 WIB</pubDate><dc:creator>Ray Jordan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/26/339/563903/tiC23IG0bk.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/26/339/563903/tiC23IG0bk.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Sejumlah pihak mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menindaklanjuti keterangan yang diberikan para saksi dalam persidangan kasus korupsi proyek pembangunan wisma atlet SEA Games dengan terdakwa Nazaruddin.
&amp;nbsp;
Keterangan para saksi terutama Yulianis dinilai memberikan petunjuk tentang siapa saja otak di balik kasus ini. Menyikapi hal ini Ketua KPK Abraham Samad menyatakan bahwa semua keterangan saksi bisa menjadi asumsi dan akan diambil kesimpulannya. Namun, untuk menjadikan keterangan tersebut sebagai alat bukti, tidaklah mudah.
&amp;nbsp;
&quot;Keterangan di pengadilan itu juga mungkin menjadi asumsi kita, tapi belum menjadi alat bukti. Itu asumsi dan masukan bagi kita,&quot; ujar Abraham Samad di gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/1/2012).
&amp;nbsp;
Menurutnya, untuk menjadikan keterangan seperti yang diberikan oleh Yulianis, sebagai alat bukti, perlu pendalaman lebih jauh. &quot;Untuk menjadikan alat bukti perlu pembahasan dan telaah lebih jauh lagi,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Sebelumnya diberitakan, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Al Habsyi, mendesak KPK lebih berani dalam menuntaskan kasus dugaan suap kasus wisma atlet. Menurutnya, saat ini tinggal menunggu niat baik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menindaklanjuti sekian kesaksian yang disamapaikan baik oleh Nazaruddin, Mindo Rosalina Manulang maupun Yulianis.
&amp;nbsp;
&quot;Kita lihat saja apakah Abraham Cs berani memanggil nama-nama yang sudah disebut di persidangan,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Sejumlah pihak mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menindaklanjuti keterangan yang diberikan para saksi dalam persidangan kasus korupsi proyek pembangunan wisma atlet SEA Games dengan terdakwa Nazaruddin.
&amp;nbsp;
Keterangan para saksi terutama Yulianis dinilai memberikan petunjuk tentang siapa saja otak di balik kasus ini. Menyikapi hal ini Ketua KPK Abraham Samad menyatakan bahwa semua keterangan saksi bisa menjadi asumsi dan akan diambil kesimpulannya. Namun, untuk menjadikan keterangan tersebut sebagai alat bukti, tidaklah mudah.
&amp;nbsp;
&quot;Keterangan di pengadilan itu juga mungkin menjadi asumsi kita, tapi belum menjadi alat bukti. Itu asumsi dan masukan bagi kita,&quot; ujar Abraham Samad di gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/1/2012).
&amp;nbsp;
Menurutnya, untuk menjadikan keterangan seperti yang diberikan oleh Yulianis, sebagai alat bukti, perlu pendalaman lebih jauh. &quot;Untuk menjadikan alat bukti perlu pembahasan dan telaah lebih jauh lagi,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Sebelumnya diberitakan, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Al Habsyi, mendesak KPK lebih berani dalam menuntaskan kasus dugaan suap kasus wisma atlet. Menurutnya, saat ini tinggal menunggu niat baik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menindaklanjuti sekian kesaksian yang disamapaikan baik oleh Nazaruddin, Mindo Rosalina Manulang maupun Yulianis.
&amp;nbsp;
&quot;Kita lihat saja apakah Abraham Cs berani memanggil nama-nama yang sudah disebut di persidangan,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
