<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> 'Biarkan Anas Dizalimi, Biar Cemerlang di 2014'</title><description>Ketua Partai Demokrat Anas Urbaningrum mulai digoyang isu tak sedap. Dia  dikabarkan akan dimakzulkan dari posisinya sebagai ketua umum partai  pemenang pemilu tersebut. </description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/28/339/565245/biarkan-anas-dizalimi-biar-cemerlang-di-2014</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/28/339/565245/biarkan-anas-dizalimi-biar-cemerlang-di-2014"/><item><title> 'Biarkan Anas Dizalimi, Biar Cemerlang di 2014'</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/28/339/565245/biarkan-anas-dizalimi-biar-cemerlang-di-2014</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/28/339/565245/biarkan-anas-dizalimi-biar-cemerlang-di-2014</guid><pubDate>Sabtu 28 Januari 2012 15:43 WIB</pubDate><dc:creator>Dina Kusumaningrum</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/28/339/565245/DThlIuRY79.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anas Urbaningrum </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/28/339/565245/DThlIuRY79.jpg</image><title>Anas Urbaningrum </title></images><description>JAKARTA- Ketua Partai Demokrat Anas Urbaningrum mulai digoyang isu tak sedap. Dia dikabarkan akan dimakzulkan dari posisinya sebagai ketua umum partai pemenang pemilu tersebut. Namun pengamat politik Indo Barometer, M. Qodari menilai bisa saja bila Anas terus menerus dizalimi, dan tak terbukti tersangkut kasus hukum dia bakal cemerlang di 2014. &amp;ldquo;Biarkan Anas dizalimi biar cemerlang di tahun 2014, sama seperti presiden SBY yang dizalimi dan ternyata sukses di 2004,&quot; kata Qodary usai acara diskusi Polemik Sindo Radio di Warung Daun Cikini, Jakarta, Selasa (28/1/2012).Qadary menambahkan, sumber pemicu permasalahan di internal partai Demokrat adalah kasus Nazaruddin. Gara-gara kasus tersebut, komitmen partai pemenang Pemilu 2009 itu terhadap pemberantasan korupsi mulai diragukan masyarakat. &amp;ldquo;Masalah yang sebenarnya bukan karena Nazaruddin, Andi Malarangeng, atau Anas Urbaningrum terindikasi korupsi. Namun institusional partai mulai terjepit masalah korupsi,&amp;rdquo; katanya.Publik hanya tahu bahwa banyak tokoh Demokrat terkait korupsi. Kesimpulannya Partai Demokrat tetap korupsi. &amp;ldquo;Apalagi banyak tokoh-tokoh dalam iklan antikorupsi itu yang sekarang diduga korupsi, termasuk Andi dan Anas,&quot; tandas Qodari.</description><content:encoded>JAKARTA- Ketua Partai Demokrat Anas Urbaningrum mulai digoyang isu tak sedap. Dia dikabarkan akan dimakzulkan dari posisinya sebagai ketua umum partai pemenang pemilu tersebut. Namun pengamat politik Indo Barometer, M. Qodari menilai bisa saja bila Anas terus menerus dizalimi, dan tak terbukti tersangkut kasus hukum dia bakal cemerlang di 2014. &amp;ldquo;Biarkan Anas dizalimi biar cemerlang di tahun 2014, sama seperti presiden SBY yang dizalimi dan ternyata sukses di 2004,&quot; kata Qodary usai acara diskusi Polemik Sindo Radio di Warung Daun Cikini, Jakarta, Selasa (28/1/2012).Qadary menambahkan, sumber pemicu permasalahan di internal partai Demokrat adalah kasus Nazaruddin. Gara-gara kasus tersebut, komitmen partai pemenang Pemilu 2009 itu terhadap pemberantasan korupsi mulai diragukan masyarakat. &amp;ldquo;Masalah yang sebenarnya bukan karena Nazaruddin, Andi Malarangeng, atau Anas Urbaningrum terindikasi korupsi. Namun institusional partai mulai terjepit masalah korupsi,&amp;rdquo; katanya.Publik hanya tahu bahwa banyak tokoh Demokrat terkait korupsi. Kesimpulannya Partai Demokrat tetap korupsi. &amp;ldquo;Apalagi banyak tokoh-tokoh dalam iklan antikorupsi itu yang sekarang diduga korupsi, termasuk Andi dan Anas,&quot; tandas Qodari.</content:encoded></item></channel></rss>
