<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tahanan Bentrok Sape Tolak Disebut Kabur dari Rutan</title><description>Pencabutan Surat Keputusan (SK) nomor 188 tentang izin eksplorasi  pertambangan oleh bupati Bima, tidak otomatis membuat persoalan selesai.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/29/340/565450/tahanan-bentrok-sape-tolak-disebut-kabur-dari-rutan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/29/340/565450/tahanan-bentrok-sape-tolak-disebut-kabur-dari-rutan"/><item><title>Tahanan Bentrok Sape Tolak Disebut Kabur dari Rutan</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/29/340/565450/tahanan-bentrok-sape-tolak-disebut-kabur-dari-rutan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/29/340/565450/tahanan-bentrok-sape-tolak-disebut-kabur-dari-rutan</guid><pubDate>Minggu 29 Januari 2012 11:39 WIB</pubDate><dc:creator>Agus Salim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/29/340/565450/v1SWRVCK0y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi penjara (foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/29/340/565450/v1SWRVCK0y.jpg</image><title>Ilustrasi penjara (foto: Ist)</title></images><description>BIMA- Pencabutan Surat Keputusan (SK) nomor 188 tentang izin eksplorasi pertambangan oleh bupati Bima, tidak otomatis membuat persoalan selesai. Para tahanan yang dikeluarkan paksa oleh massa dari Rutan Raba-Bima, diimbau agar kembali menyerahkan diri ke polisi.Salah seorang tahanan yang dikeluarkan paksa tersebut Hasanuddin, mengaku keluarnya dia dari tahanan bukan berdasarkan keinginan pribadi.Pria yang bertindak sebagai koordinator aksi saat unjuk rasa yang berakhir bentrok dengan aparat di Pelabuhan Sape akhir tahun silam mengatakan, mereka keluar atas desakan dari massa.&amp;ldquo;Saya menolak jika disebut kabur atau melarikan diri,&amp;rdquo; kata Hasanuddin di Bima, Minggu (29/1/2012).Hasanuddin menjelaskan, dirinya dan 53 tahanan keluar dari rutan untuk menyelamatkan aset rutan. Karena jika tidak keluar, maka rutan akan dibakar oleh massa.Dia juga mengimbau kepada para petinggi Polri agar tidak asal mengeluarkan perintah penangkapan. Suasana yang masih bergejolak di masyarakat saat ini pelu dipertimbangkan oleh polri sebelum mengeluarkan perintah penangkapan tersebut.&amp;nbsp;Sementara itu, pantauan di lapangan hingga kini akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu masih dblokir warga.Aktivitas masyarakat berlangsung seperti biasa, bahkan ruas jalan yang diblokir itu dimanfaatkan oleh anak-anak sebagai arena bermain sepakbola.</description><content:encoded>BIMA- Pencabutan Surat Keputusan (SK) nomor 188 tentang izin eksplorasi pertambangan oleh bupati Bima, tidak otomatis membuat persoalan selesai. Para tahanan yang dikeluarkan paksa oleh massa dari Rutan Raba-Bima, diimbau agar kembali menyerahkan diri ke polisi.Salah seorang tahanan yang dikeluarkan paksa tersebut Hasanuddin, mengaku keluarnya dia dari tahanan bukan berdasarkan keinginan pribadi.Pria yang bertindak sebagai koordinator aksi saat unjuk rasa yang berakhir bentrok dengan aparat di Pelabuhan Sape akhir tahun silam mengatakan, mereka keluar atas desakan dari massa.&amp;ldquo;Saya menolak jika disebut kabur atau melarikan diri,&amp;rdquo; kata Hasanuddin di Bima, Minggu (29/1/2012).Hasanuddin menjelaskan, dirinya dan 53 tahanan keluar dari rutan untuk menyelamatkan aset rutan. Karena jika tidak keluar, maka rutan akan dibakar oleh massa.Dia juga mengimbau kepada para petinggi Polri agar tidak asal mengeluarkan perintah penangkapan. Suasana yang masih bergejolak di masyarakat saat ini pelu dipertimbangkan oleh polri sebelum mengeluarkan perintah penangkapan tersebut.&amp;nbsp;Sementara itu, pantauan di lapangan hingga kini akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu masih dblokir warga.Aktivitas masyarakat berlangsung seperti biasa, bahkan ruas jalan yang diblokir itu dimanfaatkan oleh anak-anak sebagai arena bermain sepakbola.</content:encoded></item></channel></rss>
