<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ibas: Kebutuhan Alutsista TNI Harus Dipenuhi</title><description>Anggota Komisi I DPR Edhie Baskoro Yudhoyono mengatakan kebutuhan TNI terkait perbaruan alat utama sistem persenjataan (alutsista) harus didukung penuh.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/30/337/566263/ibas-kebutuhan-alutsista-tni-harus-dipenuhi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/30/337/566263/ibas-kebutuhan-alutsista-tni-harus-dipenuhi"/><item><title>Ibas: Kebutuhan Alutsista TNI Harus Dipenuhi</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/30/337/566263/ibas-kebutuhan-alutsista-tni-harus-dipenuhi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/30/337/566263/ibas-kebutuhan-alutsista-tni-harus-dipenuhi</guid><pubDate>Senin 30 Januari 2012 20:13 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdinan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/30/337/566263/b1HrdhCvtq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ibas (Foto: Heru H/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/30/337/566263/b1HrdhCvtq.jpg</image><title>Ibas (Foto: Heru H/okezone)</title></images><description>JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Edhie Baskoro Yudhoyono mengatakan kebutuhan TNI terkait perbaruan alat utama sistem persenjataan (alutsista) harus didukung penuh.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Intinya kita mendukung percepatan pemenuhan kebutuhan alutsista sesuai sesuai dengan anggaran yang telah disepakati bersama,&amp;rdquo; terang Ibas usai rapat bersama Komisi I DPR dengan Menteri Pertahanan, Menteri Keuangan, Kepala Bappenas dan Panglima TNI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (30/1/2012).&amp;nbsp;Politikus muda ini menambahkan, TNI sebaiknya memprioritaskan menggandeng industri strategis dalam negeri terlebih dahulu selama dapat memenuhi standarisasi pertahanan dalam negeri.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Jika memang industri strategis kita siap, tentunya kita prioritaskan untuk membeli alutsista dalam negeri, namun bila industri pertahanan kita belum siap dengan teknologi, sebaiknya kita sesuaikan dengan mengadopsi teknologi luar negeri dengan catatan ke depan kita memperoleh keuntungan dengan adanya transfer of technology (ToT) lewat pembelian alutsista tersebut,&amp;rdquo; jelas Ibas.&amp;nbsp;Namun demikian Ibas mengingatkan, ada tiga faktor penting yang harus dipertimbangan dalam pemenuhan kebutuhan alutsista TNI. &amp;ldquo;Pertama, harus memperhatikan kebutuhan masing-masing matra TNI yang disesusaikan dengan Blue Book Minimum esensial Force (MEF), tentunya dengan melihat perbandingan sistem persenjataan negara tetangga RI,&amp;rdquo; jelasnya.&amp;nbsp;Kedua, sambung dia, memperhatikan kesejahteraan TNI secara keseluruhan yang menyangkut sandang pangan, dan papan serta  renumerasi dan fasilitas penunjang lainnya.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Ketiga, memperhatikan anggaran yang ada termasuk pendanaan dalam negeri dan mengurangi kredit ekspor (pinjaman luar negeri) demi terciptanya neraca keuangan yang stabil,&amp;rdquo; tutup Ibas.</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Edhie Baskoro Yudhoyono mengatakan kebutuhan TNI terkait perbaruan alat utama sistem persenjataan (alutsista) harus didukung penuh.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Intinya kita mendukung percepatan pemenuhan kebutuhan alutsista sesuai sesuai dengan anggaran yang telah disepakati bersama,&amp;rdquo; terang Ibas usai rapat bersama Komisi I DPR dengan Menteri Pertahanan, Menteri Keuangan, Kepala Bappenas dan Panglima TNI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (30/1/2012).&amp;nbsp;Politikus muda ini menambahkan, TNI sebaiknya memprioritaskan menggandeng industri strategis dalam negeri terlebih dahulu selama dapat memenuhi standarisasi pertahanan dalam negeri.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Jika memang industri strategis kita siap, tentunya kita prioritaskan untuk membeli alutsista dalam negeri, namun bila industri pertahanan kita belum siap dengan teknologi, sebaiknya kita sesuaikan dengan mengadopsi teknologi luar negeri dengan catatan ke depan kita memperoleh keuntungan dengan adanya transfer of technology (ToT) lewat pembelian alutsista tersebut,&amp;rdquo; jelas Ibas.&amp;nbsp;Namun demikian Ibas mengingatkan, ada tiga faktor penting yang harus dipertimbangan dalam pemenuhan kebutuhan alutsista TNI. &amp;ldquo;Pertama, harus memperhatikan kebutuhan masing-masing matra TNI yang disesusaikan dengan Blue Book Minimum esensial Force (MEF), tentunya dengan melihat perbandingan sistem persenjataan negara tetangga RI,&amp;rdquo; jelasnya.&amp;nbsp;Kedua, sambung dia, memperhatikan kesejahteraan TNI secara keseluruhan yang menyangkut sandang pangan, dan papan serta  renumerasi dan fasilitas penunjang lainnya.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Ketiga, memperhatikan anggaran yang ada termasuk pendanaan dalam negeri dan mengurangi kredit ekspor (pinjaman luar negeri) demi terciptanya neraca keuangan yang stabil,&amp;rdquo; tutup Ibas.</content:encoded></item></channel></rss>
