<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terlibat Suap, KAI Nilai Hatta Ali Tak Pantas Jadi Ketua MA</title><description>Puluhan pengacara yang tergabung dalam organisasi Kongres Advokat Indonesia (KAI) berunjuk rasa di depan kantor Mahkamah Agung (MA).</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/30/339/565885/terlibat-suap-kai-nilai-hatta-ali-tak-pantas-jadi-ketua-ma</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/30/339/565885/terlibat-suap-kai-nilai-hatta-ali-tak-pantas-jadi-ketua-ma"/><item><title>Terlibat Suap, KAI Nilai Hatta Ali Tak Pantas Jadi Ketua MA</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/30/339/565885/terlibat-suap-kai-nilai-hatta-ali-tak-pantas-jadi-ketua-ma</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/30/339/565885/terlibat-suap-kai-nilai-hatta-ali-tak-pantas-jadi-ketua-ma</guid><pubDate>Senin 30 Januari 2012 12:04 WIB</pubDate><dc:creator>Tegar Arief Fadly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/30/339/565885/glUmbxL5FF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/30/339/565885/glUmbxL5FF.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Puluhan pengacara yang tergabung dalam organisasi Kongres Advokat Indonesia (KAI) berunjuk rasa di depan kantor Mahkamah Agung (MA). Mereka menentang dugaan praktik politik uang menjelang pemilihan ketua MA pada 8 Februari mendatang.
&amp;nbsp;
Secara terbuka, KAI menuding Hatta Ali yang dikabarkan akan mencalonkan diri, terlibat dalam berbagai suap-menyuap di MA. Oleh karena itu, KAI berharap 54 hakim pemegang hak suara untuk memilih Ketua MA dengan akal sehat.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Calon ketua MA Hatta Ali telah melakukan suap kepada beberapa hakim muda sebesar Rp5 miliar per orang, tapi ada beberapa hakim muda yang tidak menerima,&amp;rdquo; kata Presiden KAI Indra Sahnun Lubis kepada wartawan, Senin (30/1/2012).
&amp;nbsp;
Karena dugaan itu, Indra mendesak agar Hatta Ali tak dicalonkan menjadi ketua MA menggantikan Harifin Tumpa. &amp;ldquo;Selama ini dia mengatur suap-menyuap dalam tubuh MA. KAI akan melaporkan kasus ini kepada Menko Polhukam dan Komisi III DPR,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;
Puluhan anggota KAI yang unjuk rasa tersebut berasal dari berbagai daerah antara lain, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Papua, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan. Mereka berencana kembali demonstrasi Senin pekan depan di depan Kantor MA dan Istana Merdeka.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Puluhan pengacara yang tergabung dalam organisasi Kongres Advokat Indonesia (KAI) berunjuk rasa di depan kantor Mahkamah Agung (MA). Mereka menentang dugaan praktik politik uang menjelang pemilihan ketua MA pada 8 Februari mendatang.
&amp;nbsp;
Secara terbuka, KAI menuding Hatta Ali yang dikabarkan akan mencalonkan diri, terlibat dalam berbagai suap-menyuap di MA. Oleh karena itu, KAI berharap 54 hakim pemegang hak suara untuk memilih Ketua MA dengan akal sehat.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Calon ketua MA Hatta Ali telah melakukan suap kepada beberapa hakim muda sebesar Rp5 miliar per orang, tapi ada beberapa hakim muda yang tidak menerima,&amp;rdquo; kata Presiden KAI Indra Sahnun Lubis kepada wartawan, Senin (30/1/2012).
&amp;nbsp;
Karena dugaan itu, Indra mendesak agar Hatta Ali tak dicalonkan menjadi ketua MA menggantikan Harifin Tumpa. &amp;ldquo;Selama ini dia mengatur suap-menyuap dalam tubuh MA. KAI akan melaporkan kasus ini kepada Menko Polhukam dan Komisi III DPR,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;
Puluhan anggota KAI yang unjuk rasa tersebut berasal dari berbagai daerah antara lain, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Papua, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan. Mereka berencana kembali demonstrasi Senin pekan depan di depan Kantor MA dan Istana Merdeka.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
