<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dihipnotis di Palmerah, Nenek Tiaman Rugi Ratusan Juta </title><description>Setelah bertemu Tiaman, mereka langsung meminta izin untuk memasang papan iklan reklame.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/31/339/566937/dihipnotis-di-palmerah-nenek-tiaman-rugi-ratusan-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/31/339/566937/dihipnotis-di-palmerah-nenek-tiaman-rugi-ratusan-juta"/><item><title>Dihipnotis di Palmerah, Nenek Tiaman Rugi Ratusan Juta </title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/31/339/566937/dihipnotis-di-palmerah-nenek-tiaman-rugi-ratusan-juta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/31/339/566937/dihipnotis-di-palmerah-nenek-tiaman-rugi-ratusan-juta</guid><pubDate>Selasa 31 Januari 2012 17:57 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Sungguh nahas nasib Tiaman Panjaitan (64), dirinya dihipnotis empat orang tak dikenal berpakaian rapi di rumahnya di Jalan Kemanggisan Raya No 28, Palmerah, Jakarta Barat.
&amp;nbsp;
Alhasil, sejumlah uang tunai dan perhiasan miliknya senilai Rp150 juta raib begitu saja diambil oleh para pelaku. Salah satu anak korban, Hendrik (40) menuturkan, peristiwa nahas itu terjadi pada Senin 30 Januari, sekira pukul 11.00 WIB.
&amp;nbsp;
&quot;Mereka berpura-pura hendak meminta izin untuk memasang papan iklan reklame, dan di rumah itu memang hanya ada Ibu saya, yang lain sedang pergi kerja,&quot; ucapnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (31/1/2012).
&amp;nbsp;
Kata Hendrik, menurut para tetangga, pelaku yang berjumlah empat orang itu, salah satunya menunggu di ujung jalan. Setelah bertemu Tiaman, mereka langsung meminta izin untuk memasang papan iklan reklame di antara rumahnya dengan rumah tetangganya. Kawanan perampok ini mengaku sudah meminta izin pada tetangga Tiaman.
&amp;nbsp;
Tiaman menolak dengan alasan pemasangan papan iklan reklame mengganggunya. Saat itulah, seorang pelaku langsung menepuk punggung Tiaman. Seketika itu pula nenek ini pun tak berdaya ketika terus diajak ngobrol oleh pelaku. Padahal, ini hanyalah upaya untuk mengalihkan perhatiannya.
&amp;nbsp;
Melihat korbannya sudah tak berdaya, seorang pelaku langsung masuk ke kamar rumah Tiaman. Mereka kemudian menggasak uang tunai senilai Rp60 juta serta sejumlah perhiasan.
&amp;nbsp;
Puas beraksi, kawanan rampok ini bergegas pergi dan berpamitan pada Tiaman yang masih dibawah pengaruh hipnotis. Tak lama berselang, Tiaman baru menyadari bila ia telah menjadi korban perampokan dengan modus berpura-pura bertamu. &quot;Kalau kata Ibu saya ciri-ciri pelaku sekitar berusia 40 tahunan dan mengenakan baju kemeja rapi,&quot; tutupnya.
&amp;nbsp;
Tiaman langsung melaporkan kasus ini ke Polres Metro Jakarta Barat, dan saat ini kepolisian masih memeriksa sejumlah saksi&amp;nbsp; untuk dimintai keterangan agar mengungkap identitas serta keberadaan para pelaku.</description><content:encoded>JAKARTA - Sungguh nahas nasib Tiaman Panjaitan (64), dirinya dihipnotis empat orang tak dikenal berpakaian rapi di rumahnya di Jalan Kemanggisan Raya No 28, Palmerah, Jakarta Barat.
&amp;nbsp;
Alhasil, sejumlah uang tunai dan perhiasan miliknya senilai Rp150 juta raib begitu saja diambil oleh para pelaku. Salah satu anak korban, Hendrik (40) menuturkan, peristiwa nahas itu terjadi pada Senin 30 Januari, sekira pukul 11.00 WIB.
&amp;nbsp;
&quot;Mereka berpura-pura hendak meminta izin untuk memasang papan iklan reklame, dan di rumah itu memang hanya ada Ibu saya, yang lain sedang pergi kerja,&quot; ucapnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (31/1/2012).
&amp;nbsp;
Kata Hendrik, menurut para tetangga, pelaku yang berjumlah empat orang itu, salah satunya menunggu di ujung jalan. Setelah bertemu Tiaman, mereka langsung meminta izin untuk memasang papan iklan reklame di antara rumahnya dengan rumah tetangganya. Kawanan perampok ini mengaku sudah meminta izin pada tetangga Tiaman.
&amp;nbsp;
Tiaman menolak dengan alasan pemasangan papan iklan reklame mengganggunya. Saat itulah, seorang pelaku langsung menepuk punggung Tiaman. Seketika itu pula nenek ini pun tak berdaya ketika terus diajak ngobrol oleh pelaku. Padahal, ini hanyalah upaya untuk mengalihkan perhatiannya.
&amp;nbsp;
Melihat korbannya sudah tak berdaya, seorang pelaku langsung masuk ke kamar rumah Tiaman. Mereka kemudian menggasak uang tunai senilai Rp60 juta serta sejumlah perhiasan.
&amp;nbsp;
Puas beraksi, kawanan rampok ini bergegas pergi dan berpamitan pada Tiaman yang masih dibawah pengaruh hipnotis. Tak lama berselang, Tiaman baru menyadari bila ia telah menjadi korban perampokan dengan modus berpura-pura bertamu. &quot;Kalau kata Ibu saya ciri-ciri pelaku sekitar berusia 40 tahunan dan mengenakan baju kemeja rapi,&quot; tutupnya.
&amp;nbsp;
Tiaman langsung melaporkan kasus ini ke Polres Metro Jakarta Barat, dan saat ini kepolisian masih memeriksa sejumlah saksi&amp;nbsp; untuk dimintai keterangan agar mengungkap identitas serta keberadaan para pelaku.</content:encoded></item></channel></rss>
