<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir Rendam Jalur Pantura</title><description>Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang lebih dari lima jam, membuat  sejumlah kawasan di ibu kota Jawa tengah ini terendam banjir. Paling  parah adalah kawasan Barat Kota Semarang, di mana jalur Pantura berada. </description><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/31/340/566399/banjir-rendam-jalur-pantura</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/01/31/340/566399/banjir-rendam-jalur-pantura"/><item><title>Banjir Rendam Jalur Pantura</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/01/31/340/566399/banjir-rendam-jalur-pantura</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/01/31/340/566399/banjir-rendam-jalur-pantura</guid><pubDate>Selasa 31 Januari 2012 04:34 WIB</pubDate><dc:creator>Nugroho Setyabudi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/31/340/566399/bCST47FZGs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (foto:Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/31/340/566399/bCST47FZGs.jpg</image><title>Ilustrasi (foto:Ist)</title></images><description>SEMARANG- Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang lebih dari lima jam, membuat sejumlah kawasan di ibu kota Jawa tengah ini terendam banjir. Paling parah adalah kawasan Barat Kota Semarang, di mana jalur pantura Barat berada. Banjir sempat menggenangi jalan raya dan menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan. Kemacetan cukup panjang terjadi di Jalan Raya Walisongo yang merupakan jalan masuk ke kota Semarang. Selain itu, dua kelurahan di wilayah Kecamatan Tugurejo dan satu kelurahan di Kecamatan Ngalian juga terendam. Kepala Kecamatan Tugurejo Sudarmaji Mulyono mengatakan, pihaknya sudah melakukan peninjauan secara langsung ke lokasi banjir. &quot;Ada puluhan rumah terendam banjir, hujan yang turun sejak pukul 18.00 hingga pukul 00.00 ini membuat Kali Bringin meluap dan masuk ke pemukiman,&amp;rdquo; katanya Senin (30/1/2012).Ketinggian air di wilayah tersebut bervariasi antara 50 centimeter hingga 70 centimeter. Sementara itu beberapa warga yang ditemui memang mengaku sempat mengungsi dari rumah mereka. Kusrin yang rumahnya jebol dan kemasukan air mengungsi ke mushola. &quot;Saya terpaksa sementara ini mengungsi, nanti kalau sudah normal saya balik lagi ke rumah,&quot; ujarnya.Tohar warga Mangkangwetan juga mengaku khawatir. Air semakin tinggi saja dan hujan belum mereda. &quot;Di tengah sana air sampai setinggi dada, saya jalan dari rumah karena kendaraan tidak ada yang berani. Di tempat saya Cuma setinggi dengkul tapi ketika saya melintas di ruas jalan menuju keluar kampung ada yang sedada saya. Saya harus menjemput anak perempuan saya yang pulang dari bekerja di pabrik, dia tidak berani melintasi banjir,&quot; tutur Tohar.</description><content:encoded>SEMARANG- Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang lebih dari lima jam, membuat sejumlah kawasan di ibu kota Jawa tengah ini terendam banjir. Paling parah adalah kawasan Barat Kota Semarang, di mana jalur pantura Barat berada. Banjir sempat menggenangi jalan raya dan menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan. Kemacetan cukup panjang terjadi di Jalan Raya Walisongo yang merupakan jalan masuk ke kota Semarang. Selain itu, dua kelurahan di wilayah Kecamatan Tugurejo dan satu kelurahan di Kecamatan Ngalian juga terendam. Kepala Kecamatan Tugurejo Sudarmaji Mulyono mengatakan, pihaknya sudah melakukan peninjauan secara langsung ke lokasi banjir. &quot;Ada puluhan rumah terendam banjir, hujan yang turun sejak pukul 18.00 hingga pukul 00.00 ini membuat Kali Bringin meluap dan masuk ke pemukiman,&amp;rdquo; katanya Senin (30/1/2012).Ketinggian air di wilayah tersebut bervariasi antara 50 centimeter hingga 70 centimeter. Sementara itu beberapa warga yang ditemui memang mengaku sempat mengungsi dari rumah mereka. Kusrin yang rumahnya jebol dan kemasukan air mengungsi ke mushola. &quot;Saya terpaksa sementara ini mengungsi, nanti kalau sudah normal saya balik lagi ke rumah,&quot; ujarnya.Tohar warga Mangkangwetan juga mengaku khawatir. Air semakin tinggi saja dan hujan belum mereda. &quot;Di tengah sana air sampai setinggi dada, saya jalan dari rumah karena kendaraan tidak ada yang berani. Di tempat saya Cuma setinggi dengkul tapi ketika saya melintas di ruas jalan menuju keluar kampung ada yang sedada saya. Saya harus menjemput anak perempuan saya yang pulang dari bekerja di pabrik, dia tidak berani melintasi banjir,&quot; tutur Tohar.</content:encoded></item></channel></rss>
