<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Iwik Sakit Hati Dituduh Pembunuh Udin</title><description>Tabir pembunuhan wartawan Surat Kabar Harian Bernas Yogyakarta, Fuad  Muhammad Syafrudin alias Udin hingga kini masih misterius.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/01/337/567125/iwik-sakit-hati-dituduh-pembunuh-udin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/02/01/337/567125/iwik-sakit-hati-dituduh-pembunuh-udin"/><item><title>Iwik Sakit Hati Dituduh Pembunuh Udin</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/01/337/567125/iwik-sakit-hati-dituduh-pembunuh-udin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/02/01/337/567125/iwik-sakit-hati-dituduh-pembunuh-udin</guid><pubDate>Rabu 01 Februari 2012 05:02 WIB</pubDate><dc:creator>Prabowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/31/337/567125/C4dg7MgScC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/31/337/567125/C4dg7MgScC.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>YOGYAKARTA - Tabir pembunuhan wartawan Surat Kabar Harian Bernas Yogyakarta, Fuad Muhammad Syafrudin alias Udin hingga kini masih misterius. Udin  dibunuh pada 16 Agustus 1996 lalu di Bantul. &amp;nbsp; AJI mendesak kepolisian menyelesaikan utang kasus Udin sebelum kasus ini  kedaluarsa memasuki usia 18 tahun. AJI lantas menyebut contoh  keberhasilan Polri mengungkap kasus pembunuhan terhadap AA Prabangsa di  Bali pada 16 Februari 2009. Para pembunuh wartawan Radar Bali itu  divonis hukuman seumur hidup sampai 8 tahun penjara.Kasus pembunuhan Udin ini sudah 15 tahun tak kunjung terungkap. Selama itu pula stigma melekat pada keluarga alhmarhum Udin dan Sumaji alias Iwik, orang yang dituduh polisi sebagai pembunuh Udin.&amp;ldquo;Ada dua wanita yang menjadi korban stigma masyarakat dengan tak pernah terungkapnya siapa sebenarnya pembunuh Udin. Dua wanita tersebut adalah Marsiyem (istri Udin) dan Sunarti (istri Iwik),&amp;rdquo; kata Ketua Jogja Police Watch, Asril Sutan Marajo, dalam diskusi publik 'Testimoni Korban Salah Tangkap &amp;lsquo;Iwik&amp;rsquo; 15 Tahun Kasus  Udin tidak Terungkap' di Kantor JPW Jalan Jenggotan, Yogyakarta.Selasa (31/1/2012).Hal itu disampaikan dalam acara &amp;ldquo;Diskusi Publik Testimoni Korban Salah Tangkap &amp;lsquo;Iwik&amp;rsquo; 15 Tahun Kasus Udin tidak Terungkap&amp;rdquo; di Kantor JPW Jalan Jenggotan, Yogyakarta.Dalam rekayasa yang diduga dilakukan polisi, Iwik disebut-sebut membunuh Udin dengan alasan karena Udin yang berselingkuh dengan Sunarti. &amp;ldquo;Diakui atau tidak, dua wanita ini akan terus tersandera stigma ini selama pembunuh Udin serta motif pembunuhannya tidak pernah diungkap polisi,&amp;rdquo; kata Asril.Iwik hadir sebagai figur utama dalam diskusi ini. Iwik mengaku bahwa kasus pembunuhan Udin ini terus mengikat stigma pada dirinya, selama pembunuh Udin masih misterius. &amp;ldquo;Stigma itu juga berpengaruh pada diri istri saya,&amp;rdquo; ucap Iwik yang berharap polisi bisa mengungkap kasus ini, agar keluarganya terlepas dari beban berat selama ini. Menurut Iwik, walau dia sudah dinyatatan tak bersalah, kadang masih ada saja masyarakat yang tetap menganggap dialah pembunuh Udin. Misalnya, saat membeli bensin di sebuah SPBU sekitar Oktober tahun lalu, ada orang yang menyeletuk &amp;ldquo;Itu pembunuh Udin,&amp;rdquo; sambil menunjuk kepadanya.Perkataan itu, menurut Iwik, tentu sangat menyakitkan. Tapi ia pun tak bisa berbuat banyak. Apalagi, hingga kini tetap saja kalangan kepolisian masih menganggap dia lah pembunuh Udin.&amp;ldquo;Sampai sekarang sepertinya polisi belum rela saya dinyatakan tak bersalah. Mereka masih menganggap sayalah pembunuh Udin,&amp;rdquo; sesalnya.</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Tabir pembunuhan wartawan Surat Kabar Harian Bernas Yogyakarta, Fuad Muhammad Syafrudin alias Udin hingga kini masih misterius. Udin  dibunuh pada 16 Agustus 1996 lalu di Bantul. &amp;nbsp; AJI mendesak kepolisian menyelesaikan utang kasus Udin sebelum kasus ini  kedaluarsa memasuki usia 18 tahun. AJI lantas menyebut contoh  keberhasilan Polri mengungkap kasus pembunuhan terhadap AA Prabangsa di  Bali pada 16 Februari 2009. Para pembunuh wartawan Radar Bali itu  divonis hukuman seumur hidup sampai 8 tahun penjara.Kasus pembunuhan Udin ini sudah 15 tahun tak kunjung terungkap. Selama itu pula stigma melekat pada keluarga alhmarhum Udin dan Sumaji alias Iwik, orang yang dituduh polisi sebagai pembunuh Udin.&amp;ldquo;Ada dua wanita yang menjadi korban stigma masyarakat dengan tak pernah terungkapnya siapa sebenarnya pembunuh Udin. Dua wanita tersebut adalah Marsiyem (istri Udin) dan Sunarti (istri Iwik),&amp;rdquo; kata Ketua Jogja Police Watch, Asril Sutan Marajo, dalam diskusi publik 'Testimoni Korban Salah Tangkap &amp;lsquo;Iwik&amp;rsquo; 15 Tahun Kasus  Udin tidak Terungkap' di Kantor JPW Jalan Jenggotan, Yogyakarta.Selasa (31/1/2012).Hal itu disampaikan dalam acara &amp;ldquo;Diskusi Publik Testimoni Korban Salah Tangkap &amp;lsquo;Iwik&amp;rsquo; 15 Tahun Kasus Udin tidak Terungkap&amp;rdquo; di Kantor JPW Jalan Jenggotan, Yogyakarta.Dalam rekayasa yang diduga dilakukan polisi, Iwik disebut-sebut membunuh Udin dengan alasan karena Udin yang berselingkuh dengan Sunarti. &amp;ldquo;Diakui atau tidak, dua wanita ini akan terus tersandera stigma ini selama pembunuh Udin serta motif pembunuhannya tidak pernah diungkap polisi,&amp;rdquo; kata Asril.Iwik hadir sebagai figur utama dalam diskusi ini. Iwik mengaku bahwa kasus pembunuhan Udin ini terus mengikat stigma pada dirinya, selama pembunuh Udin masih misterius. &amp;ldquo;Stigma itu juga berpengaruh pada diri istri saya,&amp;rdquo; ucap Iwik yang berharap polisi bisa mengungkap kasus ini, agar keluarganya terlepas dari beban berat selama ini. Menurut Iwik, walau dia sudah dinyatatan tak bersalah, kadang masih ada saja masyarakat yang tetap menganggap dialah pembunuh Udin. Misalnya, saat membeli bensin di sebuah SPBU sekitar Oktober tahun lalu, ada orang yang menyeletuk &amp;ldquo;Itu pembunuh Udin,&amp;rdquo; sambil menunjuk kepadanya.Perkataan itu, menurut Iwik, tentu sangat menyakitkan. Tapi ia pun tak bisa berbuat banyak. Apalagi, hingga kini tetap saja kalangan kepolisian masih menganggap dia lah pembunuh Udin.&amp;ldquo;Sampai sekarang sepertinya polisi belum rela saya dinyatakan tak bersalah. Mereka masih menganggap sayalah pembunuh Udin,&amp;rdquo; sesalnya.</content:encoded></item></channel></rss>
