<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kampus Jangan Dijadikan Komoditi Politik! </title><description>Koordinator JMPI Muhammad Warakaf, menduga adanya kegiatan dari sejumlah  mahasiswa yang menurutnya sudah ditunggangi oleh elit-elit politik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/01/339/567123/kampus-jangan-dijadikan-komoditi-politik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/02/01/339/567123/kampus-jangan-dijadikan-komoditi-politik"/><item><title>Kampus Jangan Dijadikan Komoditi Politik! </title><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/01/339/567123/kampus-jangan-dijadikan-komoditi-politik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/02/01/339/567123/kampus-jangan-dijadikan-komoditi-politik</guid><pubDate>Rabu 01 Februari 2012 00:31 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/01/31/339/567123/Kl9RifeiBE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/01/31/339/567123/Kl9RifeiBE.jpg</image><title>Ilustrasi (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Jaringan Mahasiswa Progresif Indonesia (JMPI) meminta kepada Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) agar segera menyerukan kepada rektor Se-Indonesia, jika kampus tempat menuntut ilmu bukan tempat komoditi politikKoordinator JMPI Muhammad Warakaf, menduga adanya kegiatan dari sejumlah mahasiswa yang menurutnya sudah ditunggangi oleh elit-elit politik.&quot;Kami menyerukan kepada Mendiknas untuk mengintruksikan kepada Rektor-rektor di Indonesia untuk melarang kampus dijadikan komoditi politik,&quot; ujarnya dalam siaran pers yang diterima okezone, Selasa (31/1/2012) malam.Dijelaskan dia, kampus merupakan lembaga ilmiah dan tempat proses belajar-mengajar untuk mencerdaskan anak-anak bangsa. Kampus menurutnyasangat tidak elok jika dijadikan sebagai alat politik oleh kelompok tertentu.&quot;Bukan sebagai tempat elit-elit politik untuk memenfaatkan mahasiswa demi mencapai kepentingan politiknya,&quot; katanya.Sementara itu,&amp;nbsp; Koordinator BEM Batavia Raya, Rahmat Sholeh, menambahkan kuat dugaan adanya oknum yang diduga menunggangi sejumlah mahasiswa tersebut.&quot;Dengan menamakan itu secara konstitusional, tidak pernah ada. Serta oknum banyak yang menunggangi mahasiswa dengan politik. Itu banyak yang memanfaatkan oknum-oknum tertentu untuk kepentingan tertentu saja,&quot; pungkasnya.Seperti diketahui, ratusan mahasiswa dari berbagai kampus yang tergabung dalam Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia (Konami) menggelar pertemuan untuk membahas kinerja rezim SBY dengan tema &quot;Tumbangkan Rezim SBY&quot;. Pertemuan itu digelar di Universitas Satya Negara Indonesia (USNI), Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Jumat 27 januari lalu.Selain mahasiswa, hadir pula beberapa mantan aktivis, antara lain Misbakhun, Adi Masardie, Adian Napitupulu, Ratna Sarumpaet, Haris Rusli Moti, Nando (Mantan Aktivis 1998) dan Saurip Kadi.Mantan Aktivis ini memberikan semangat pada rekan-rekan mahasiswa yang hadir di Aula USNI ini, salah satunya adalah Haris Rosli Muti, dari Petisi 28. Dia mengenang tokoh-tokoh Revolusi Indonesia untuk menyemangati mahasiswa yang hadir.</description><content:encoded>JAKARTA - Jaringan Mahasiswa Progresif Indonesia (JMPI) meminta kepada Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) agar segera menyerukan kepada rektor Se-Indonesia, jika kampus tempat menuntut ilmu bukan tempat komoditi politikKoordinator JMPI Muhammad Warakaf, menduga adanya kegiatan dari sejumlah mahasiswa yang menurutnya sudah ditunggangi oleh elit-elit politik.&quot;Kami menyerukan kepada Mendiknas untuk mengintruksikan kepada Rektor-rektor di Indonesia untuk melarang kampus dijadikan komoditi politik,&quot; ujarnya dalam siaran pers yang diterima okezone, Selasa (31/1/2012) malam.Dijelaskan dia, kampus merupakan lembaga ilmiah dan tempat proses belajar-mengajar untuk mencerdaskan anak-anak bangsa. Kampus menurutnyasangat tidak elok jika dijadikan sebagai alat politik oleh kelompok tertentu.&quot;Bukan sebagai tempat elit-elit politik untuk memenfaatkan mahasiswa demi mencapai kepentingan politiknya,&quot; katanya.Sementara itu,&amp;nbsp; Koordinator BEM Batavia Raya, Rahmat Sholeh, menambahkan kuat dugaan adanya oknum yang diduga menunggangi sejumlah mahasiswa tersebut.&quot;Dengan menamakan itu secara konstitusional, tidak pernah ada. Serta oknum banyak yang menunggangi mahasiswa dengan politik. Itu banyak yang memanfaatkan oknum-oknum tertentu untuk kepentingan tertentu saja,&quot; pungkasnya.Seperti diketahui, ratusan mahasiswa dari berbagai kampus yang tergabung dalam Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia (Konami) menggelar pertemuan untuk membahas kinerja rezim SBY dengan tema &quot;Tumbangkan Rezim SBY&quot;. Pertemuan itu digelar di Universitas Satya Negara Indonesia (USNI), Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Jumat 27 januari lalu.Selain mahasiswa, hadir pula beberapa mantan aktivis, antara lain Misbakhun, Adi Masardie, Adian Napitupulu, Ratna Sarumpaet, Haris Rusli Moti, Nando (Mantan Aktivis 1998) dan Saurip Kadi.Mantan Aktivis ini memberikan semangat pada rekan-rekan mahasiswa yang hadir di Aula USNI ini, salah satunya adalah Haris Rosli Muti, dari Petisi 28. Dia mengenang tokoh-tokoh Revolusi Indonesia untuk menyemangati mahasiswa yang hadir.</content:encoded></item></channel></rss>
