<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banyak Bandar di Balik Bui, Lapas Harus Steril dari HP</title><description>Polisi berhasil meringkus jaringan narkoba internasional. Namun,  ternyata pengendali peredaran ini dilakukan di balik jeruji penjara  dengan menggunakan telepon genggam. Polisi berharap, Lapas bisa steril  dari telepon genggam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/02/338/568306/banyak-bandar-di-balik-bui-lapas-harus-steril-dari-hp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/02/02/338/568306/banyak-bandar-di-balik-bui-lapas-harus-steril-dari-hp"/><item><title>Banyak Bandar di Balik Bui, Lapas Harus Steril dari HP</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/02/338/568306/banyak-bandar-di-balik-bui-lapas-harus-steril-dari-hp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/02/02/338/568306/banyak-bandar-di-balik-bui-lapas-harus-steril-dari-hp</guid><pubDate>Kamis 02 Februari 2012 15:20 WIB</pubDate><dc:creator>Bagus Santosa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/02/338/568306/CUgy9vCxdI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dokumentasi Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/02/338/568306/CUgy9vCxdI.jpg</image><title>Dokumentasi Okezone</title></images><description>JAKARTA - Polisi berhasil meringkus jaringan narkoba internasional. Namun, ternyata pengendali peredaran ini dilakukan di balik jeruji penjara dengan menggunakan telepon genggam. Polisi berharap, Lapas bisa steril dari telepon genggam.
&amp;nbsp;
&quot;Setiap kita ungkap kasus narkoba apalagi kasus internasioal, 80 persen pasti oknum dari Lapas, seperti Salemba, Cipinang, dan Tangerang,&quot; jelas Dir Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nugroho Aji, di Mapolda Metro, Jakarta, Kamis (2/2/2012).
&amp;nbsp;
Hal ini, kata dia, memudahkan pengendali mencari kurir untuk peredaran narkoba milik mereka. Dengan telepon genggam ini, perekrutan kurir juga makin mudah. &quot;Kalau terputus mereka melakukan perekrutan kurir terus,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Kendati demikian, koordinasi yang dilakukan pihak kepolisian terhadap Lapas juga sudah dilakukan. Namun, hasilnya tetap saja ada oknum Napi yang dapat menggunakan telepon genggam dengan bebas.
&amp;nbsp;
&quot;Kita sering rapat koordinasi, mudah-mudahan ke depan bisa diantisipasi, faktanya memang oknum napi. Tapi tak semua napi, hanya oknum,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikmawanto mengatakan, perlu pengetatan lagi bagi napi yang memiliki telpon genggam. &quot;Diharapkan diketatkan lagi,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Dia juga menegaskan perlu mencontoh rumah tahanan narkoba di Polda Metro Jaya. Rutan Narkoba Polda, kata dia, sangat steril dari telepon genggam. &quot;Di sini (rutan narkoba) Nggak boleh,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Polisi berhasil meringkus jaringan narkoba internasional. Namun, ternyata pengendali peredaran ini dilakukan di balik jeruji penjara dengan menggunakan telepon genggam. Polisi berharap, Lapas bisa steril dari telepon genggam.
&amp;nbsp;
&quot;Setiap kita ungkap kasus narkoba apalagi kasus internasioal, 80 persen pasti oknum dari Lapas, seperti Salemba, Cipinang, dan Tangerang,&quot; jelas Dir Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nugroho Aji, di Mapolda Metro, Jakarta, Kamis (2/2/2012).
&amp;nbsp;
Hal ini, kata dia, memudahkan pengendali mencari kurir untuk peredaran narkoba milik mereka. Dengan telepon genggam ini, perekrutan kurir juga makin mudah. &quot;Kalau terputus mereka melakukan perekrutan kurir terus,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Kendati demikian, koordinasi yang dilakukan pihak kepolisian terhadap Lapas juga sudah dilakukan. Namun, hasilnya tetap saja ada oknum Napi yang dapat menggunakan telepon genggam dengan bebas.
&amp;nbsp;
&quot;Kita sering rapat koordinasi, mudah-mudahan ke depan bisa diantisipasi, faktanya memang oknum napi. Tapi tak semua napi, hanya oknum,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikmawanto mengatakan, perlu pengetatan lagi bagi napi yang memiliki telpon genggam. &quot;Diharapkan diketatkan lagi,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Dia juga menegaskan perlu mencontoh rumah tahanan narkoba di Polda Metro Jaya. Rutan Narkoba Polda, kata dia, sangat steril dari telepon genggam. &quot;Di sini (rutan narkoba) Nggak boleh,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
