<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dianggap Arogan, Presiden Diminta Tegur Pangdam Jaya</title><description>Koalisi Masyarakat Sipil untuk Hak Buruh, meminta Presiden Susilo  Bambang Yudhoyono sebagai panglima tertinggi TNI menegur dan menindak  Panglima Komandan Militer (Kodam) Jaya Manjen TNI Waris karena dinilai  arogan dan antidemokrasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/03/337/568825/dianggap-arogan-presiden-diminta-tegur-pangdam-jaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/02/03/337/568825/dianggap-arogan-presiden-diminta-tegur-pangdam-jaya"/><item><title>Dianggap Arogan, Presiden Diminta Tegur Pangdam Jaya</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/03/337/568825/dianggap-arogan-presiden-diminta-tegur-pangdam-jaya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/02/03/337/568825/dianggap-arogan-presiden-diminta-tegur-pangdam-jaya</guid><pubDate>Jum'at 03 Februari 2012 11:36 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/03/337/568825/lcGV72OAmU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/03/337/568825/lcGV72OAmU.jpg</image><title>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Koalisi Masyarakat Sipil untuk Hak Buruh, meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai panglima tertinggi TNI menegur dan menindak Panglima Komandan Militer (Kodam) Jaya Manjen TNI Waris karena dinilai arogan dan antidemokrasi.Penyataan sikap dari koalisi LSM yang terdiri dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Imparsial, Maarif Institute, Indonesia Coruption Watch (ICW), Migrant Care ini menanggapi  janji Pangdam Jaya untuk memukul mundur bahkan mewakafkan nyawanya jika para pendemo melakukan penjarahan dan pemblokiran jalan tol.&quot;Kami mengecam dan menolak keterlibatan TNI-Polri dalam sengketa perburuhan. Presiden juga harus menindak Pangdam Jaya yang arogan dan antidemokrasi,&quot; kata staf advokasi KontraS, Crisbiantoro di kantor KontraS, Jakarta, Jumat (3/2/2012).Dia meminta pemerintah menghilangkan faktor-faktor penyebab tingginya biaya ekonomi seperti suap, biaya birokrasi, dan biaya siluman yang menyebabkan upah buruh tetap rendah.Di tempat yang sama Direktur Program Imparsial, Al Araf menambahkan, tidak ada ekskalasi yang mengancam negara dalam demo buruh tersebut. Karena itu sangat tidak layak Pangdam mengungkapkan penyataan tersebut.&quot;Polisi seharusnya melindungi buruh. Keterlibatan TNI tidak bisa atas permintaan kepolisian. Karena harus ada legitimasi politik dari presiden dan adanya  ancaman,&quot; paparnya.Dikatakan dia, demo yang dilakukan para buruh merupakan hak konstitusional warga negara. Negara harus menjamin kebebasan organisasi dan berekspresi bagi buruh dan tani. &quot;Kepada seluruh organisasi buruh, untuk bangkit dan bersatu menghadapi rezim anti rakyat dan promodal asing,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Koalisi Masyarakat Sipil untuk Hak Buruh, meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai panglima tertinggi TNI menegur dan menindak Panglima Komandan Militer (Kodam) Jaya Manjen TNI Waris karena dinilai arogan dan antidemokrasi.Penyataan sikap dari koalisi LSM yang terdiri dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Imparsial, Maarif Institute, Indonesia Coruption Watch (ICW), Migrant Care ini menanggapi  janji Pangdam Jaya untuk memukul mundur bahkan mewakafkan nyawanya jika para pendemo melakukan penjarahan dan pemblokiran jalan tol.&quot;Kami mengecam dan menolak keterlibatan TNI-Polri dalam sengketa perburuhan. Presiden juga harus menindak Pangdam Jaya yang arogan dan antidemokrasi,&quot; kata staf advokasi KontraS, Crisbiantoro di kantor KontraS, Jakarta, Jumat (3/2/2012).Dia meminta pemerintah menghilangkan faktor-faktor penyebab tingginya biaya ekonomi seperti suap, biaya birokrasi, dan biaya siluman yang menyebabkan upah buruh tetap rendah.Di tempat yang sama Direktur Program Imparsial, Al Araf menambahkan, tidak ada ekskalasi yang mengancam negara dalam demo buruh tersebut. Karena itu sangat tidak layak Pangdam mengungkapkan penyataan tersebut.&quot;Polisi seharusnya melindungi buruh. Keterlibatan TNI tidak bisa atas permintaan kepolisian. Karena harus ada legitimasi politik dari presiden dan adanya  ancaman,&quot; paparnya.Dikatakan dia, demo yang dilakukan para buruh merupakan hak konstitusional warga negara. Negara harus menjamin kebebasan organisasi dan berekspresi bagi buruh dan tani. &quot;Kepada seluruh organisasi buruh, untuk bangkit dan bersatu menghadapi rezim anti rakyat dan promodal asing,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
