<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Ada yang Ingin Pecah Belah SPSI&quot; </title><description>Ketua Serikat Pekerja Niaga, Bank dan Asuransi SPSI Andi Gani Nena Wea menduga ada pihak yang ingin memecah belah persatuan buruh saat para pekerja sedang berupaya menuntut keadilan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/03/338/569182/ada-yang-ingin-pecah-belah-spsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/02/03/338/569182/ada-yang-ingin-pecah-belah-spsi"/><item><title>&quot;Ada yang Ingin Pecah Belah SPSI&quot; </title><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/03/338/569182/ada-yang-ingin-pecah-belah-spsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/02/03/338/569182/ada-yang-ingin-pecah-belah-spsi</guid><pubDate>Jum'at 03 Februari 2012 21:00 WIB</pubDate><dc:creator>Tri Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Ketua Serikat Pekerja Niaga, Bank dan Asuransi SPSI Andi Gani Nena Wea menduga ada pihak yang ingin memecah belah persatuan buruh saat para pekerja sedang berupaya menuntut keadilan.  Dugaan tersebut menyusul adanya kongres SPSI tandingan di Malang, Jawa Timur.  &quot;Kita curiga ini ada apa, ada pihak luar yang coba memecah belah kami. Tapi kami bersama seluruh tujuh federasi dan 5,7 juta anggota kami siap melawan,&quot; kata dia, di Jakarta, Jumat (3/2/2012).  Tidak hanya itu, tersiar kabar juga jika kantor SPSI di Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan akan segera diduduki oleh orang lain hingga puluhan polisi terpaksa melakukan penjagan agar tidak terjadi bentrok.  &quot;Yang mau rebut siapa ini gedung kita sendiri,&quot; ungkapnya.  Andi mengaku tahu siapa yang coba menghancurkan persatuan buruh. Namun dia mengaku tidak khawatir dengan ancaman tersebut.   Dia yakin dengan ribuan anggota persatuan buruh akan tetap kuat. &quot;Hentikan mencoba memecah kami karena kami tidak takut,&quot; tegasnya.  Kendati menegaskan jika kongres SPSI yang sah ada di Jakarta yabng akan digelar pada 18 hingga 20 Februari mendatang, Andi menegaskan tidak akan melarang kongres tandingan di Malang.  &quot;Silahkan kalau mereka tetap menggelar kongres, tapi saya harap anggota jangan ada yang terprovokasi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Serikat Pekerja Niaga, Bank dan Asuransi SPSI Andi Gani Nena Wea menduga ada pihak yang ingin memecah belah persatuan buruh saat para pekerja sedang berupaya menuntut keadilan.  Dugaan tersebut menyusul adanya kongres SPSI tandingan di Malang, Jawa Timur.  &quot;Kita curiga ini ada apa, ada pihak luar yang coba memecah belah kami. Tapi kami bersama seluruh tujuh federasi dan 5,7 juta anggota kami siap melawan,&quot; kata dia, di Jakarta, Jumat (3/2/2012).  Tidak hanya itu, tersiar kabar juga jika kantor SPSI di Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan akan segera diduduki oleh orang lain hingga puluhan polisi terpaksa melakukan penjagan agar tidak terjadi bentrok.  &quot;Yang mau rebut siapa ini gedung kita sendiri,&quot; ungkapnya.  Andi mengaku tahu siapa yang coba menghancurkan persatuan buruh. Namun dia mengaku tidak khawatir dengan ancaman tersebut.   Dia yakin dengan ribuan anggota persatuan buruh akan tetap kuat. &quot;Hentikan mencoba memecah kami karena kami tidak takut,&quot; tegasnya.  Kendati menegaskan jika kongres SPSI yang sah ada di Jakarta yabng akan digelar pada 18 hingga 20 Februari mendatang, Andi menegaskan tidak akan melarang kongres tandingan di Malang.  &quot;Silahkan kalau mereka tetap menggelar kongres, tapi saya harap anggota jangan ada yang terprovokasi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
