<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Lebih Dari Setengah Kelurahan di Padang Endemik DBD</title><description>Dari 140 Kelurahan yang ada di wilayah Kota Padang, Sumatera Barat, 90  diantaranya dinyatakan sebagai daerah endemik DBD (demam berdarah  dengue).</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/03/340/568648/lebih-dari-setengah-kelurahan-di-padang-endemik-dbd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/02/03/340/568648/lebih-dari-setengah-kelurahan-di-padang-endemik-dbd"/><item><title>   Lebih Dari Setengah Kelurahan di Padang Endemik DBD</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/03/340/568648/lebih-dari-setengah-kelurahan-di-padang-endemik-dbd</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/02/03/340/568648/lebih-dari-setengah-kelurahan-di-padang-endemik-dbd</guid><pubDate>Jum'at 03 Februari 2012 04:20 WIB</pubDate><dc:creator>Rus Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/03/340/568648/IzdNcpRVC4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/03/340/568648/IzdNcpRVC4.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>PADANG - Dari 140 Kelurahan yang ada di wilayah Kota Padang, Sumatera Barat, 90 diantaranya dinyatakan sebagai daerah endemik DBD (demam berdarah dengue).
&amp;nbsp;
Menurut Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Padang, Devi Naswita, kasus penyakit yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti itu hampir merata terjadi di sebelas kecamatan di Kota Padang.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dari hasil survey kita rata-rata setiap kelurahan di seluruh kecamatan di Padang merupakan endemik DBD, apalagi setiap tahun selalu ada,&amp;rdquo; kata Devi, Kamis (2/2/2012).
&amp;nbsp;
Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan, selama 2012 telah terjadi 130 kasus DBD dimana dua di antara korbannya meninggal dunia.Sementara pada 2011 terjadi 965 kasus dengan enam korban meninggal.
&amp;nbsp;
Devi menuturkan agar masyarakat dapat peran aktif untuk mengantisipasi kasus ini agar tidak meluas. Selama ini sebagian masyarakat masih ada yang belum peduli, khususnya terhadap lingkungan, sehingga nyamuk pembawa penyakit tersebut mudah berkembang biak.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Untuk mencegah perkembangannya, peran yang dilakukan adalah memutus rantai perkembangbiakan nyamuk berbintik hitam putih yang membawa virus dengue tersebut,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Meski selama ini program pemerintah telah melakukan pengasapan (fogging), namun &amp;nbsp;itu hanya mencegah pergerakan nyamuk. &amp;ldquo; Yang sangat penting dilakukan masyarakat memberantas tempat perkembangbiakannya dengan cara 3M plus, yakni menutup tempat pemandian air, menguras bak mandi, dan menimbun barang bekas serta memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, itu solusi yang dilakukan masyarakat,&amp;rdquo; terangnya.
&amp;nbsp;
Selain itu, pemberantasan bibit nyamuk juga dapat dilakukan dengan menabur bubuk abate di tempat-tempat penampungan air, serta memeriksa jentik secara berkala.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Masyarakat tidak perlu khawatir, air yang telah tercampur bubuk abate aman untuk dikonsumsi,&amp;rdquo; terangnya.
&amp;nbsp;
Nyamuk Aedes Aegypti biasanya aktif pada pukul 06.00-10.00 WIB dan pada pukul 15.00-18.00 WIB. Untuk mengantisipasi agar tidak menggigit manusia, dapat dilakukan dengan cara menggunakan kelambu pada waktu tidur, menyemprot atau memasang anti nyamuk. &amp;ldquo;Kalau digigit nyamuk, virus dengue langsung menyerang tubuh dan mendapat gejala berupa demam tinggi mendadak sekitar 2-7 hari dengan suhu tubuh 38-40 derajat celsius,&amp;rdquo; ulasnya.
&amp;nbsp;
Gejala lainnya adalah perasaan menggigil dan nyeri saat menggerakkan bola mata dan nyeri punggung pada awal gejala serta tampak bintik- bintik merah ketika diperiksa dengan metoda uji torniquet. &amp;ldquo;Kalau gejala itu terjadi maka segera periksa di puskemas atau rumah sakit terdekat agar tidak menjadi sakit,&amp;rdquo; pungkasnya.(kyw)</description><content:encoded>PADANG - Dari 140 Kelurahan yang ada di wilayah Kota Padang, Sumatera Barat, 90 diantaranya dinyatakan sebagai daerah endemik DBD (demam berdarah dengue).
&amp;nbsp;
Menurut Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Padang, Devi Naswita, kasus penyakit yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti itu hampir merata terjadi di sebelas kecamatan di Kota Padang.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dari hasil survey kita rata-rata setiap kelurahan di seluruh kecamatan di Padang merupakan endemik DBD, apalagi setiap tahun selalu ada,&amp;rdquo; kata Devi, Kamis (2/2/2012).
&amp;nbsp;
Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan, selama 2012 telah terjadi 130 kasus DBD dimana dua di antara korbannya meninggal dunia.Sementara pada 2011 terjadi 965 kasus dengan enam korban meninggal.
&amp;nbsp;
Devi menuturkan agar masyarakat dapat peran aktif untuk mengantisipasi kasus ini agar tidak meluas. Selama ini sebagian masyarakat masih ada yang belum peduli, khususnya terhadap lingkungan, sehingga nyamuk pembawa penyakit tersebut mudah berkembang biak.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Untuk mencegah perkembangannya, peran yang dilakukan adalah memutus rantai perkembangbiakan nyamuk berbintik hitam putih yang membawa virus dengue tersebut,&amp;rdquo; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Meski selama ini program pemerintah telah melakukan pengasapan (fogging), namun &amp;nbsp;itu hanya mencegah pergerakan nyamuk. &amp;ldquo; Yang sangat penting dilakukan masyarakat memberantas tempat perkembangbiakannya dengan cara 3M plus, yakni menutup tempat pemandian air, menguras bak mandi, dan menimbun barang bekas serta memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, itu solusi yang dilakukan masyarakat,&amp;rdquo; terangnya.
&amp;nbsp;
Selain itu, pemberantasan bibit nyamuk juga dapat dilakukan dengan menabur bubuk abate di tempat-tempat penampungan air, serta memeriksa jentik secara berkala.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Masyarakat tidak perlu khawatir, air yang telah tercampur bubuk abate aman untuk dikonsumsi,&amp;rdquo; terangnya.
&amp;nbsp;
Nyamuk Aedes Aegypti biasanya aktif pada pukul 06.00-10.00 WIB dan pada pukul 15.00-18.00 WIB. Untuk mengantisipasi agar tidak menggigit manusia, dapat dilakukan dengan cara menggunakan kelambu pada waktu tidur, menyemprot atau memasang anti nyamuk. &amp;ldquo;Kalau digigit nyamuk, virus dengue langsung menyerang tubuh dan mendapat gejala berupa demam tinggi mendadak sekitar 2-7 hari dengan suhu tubuh 38-40 derajat celsius,&amp;rdquo; ulasnya.
&amp;nbsp;
Gejala lainnya adalah perasaan menggigil dan nyeri saat menggerakkan bola mata dan nyeri punggung pada awal gejala serta tampak bintik- bintik merah ketika diperiksa dengan metoda uji torniquet. &amp;ldquo;Kalau gejala itu terjadi maka segera periksa di puskemas atau rumah sakit terdekat agar tidak menjadi sakit,&amp;rdquo; pungkasnya.(kyw)</content:encoded></item></channel></rss>
