<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Granat: Pilot Harus Tes Narkoba Sebelum Terbang</title><description>Ketua Umum Granat Hendri Yosodiningrat meminta agar para pemilik  maskapai penerbangan agar dapat lebih memperketat pengawasan terhadap  para pilot yang akan melakukan penerbangan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/04/337/569540/granat-pilot-harus-tes-narkoba-sebelum-terbang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/02/04/337/569540/granat-pilot-harus-tes-narkoba-sebelum-terbang"/><item><title>Granat: Pilot Harus Tes Narkoba Sebelum Terbang</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/04/337/569540/granat-pilot-harus-tes-narkoba-sebelum-terbang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/02/04/337/569540/granat-pilot-harus-tes-narkoba-sebelum-terbang</guid><pubDate>Sabtu 04 Februari 2012 15:25 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/04/337/569540/INsBkDNgP9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Umum Granat Hendri Yosodiningrat (Foto : Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/04/337/569540/INsBkDNgP9.jpg</image><title>Ketua Umum Granat Hendri Yosodiningrat (Foto : Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Hendri Yosodiningrat meminta agar para pemilik maskapai penerbangan agar dapat lebih memperketat pengawasan terhadap para pilot yang akan melakukan penerbangan.&amp;ldquo;Saya berharap dapat diperiksa, misalnya mau terbang seminggu sebelumnya bisa dites. Jadi ketahuan dia menggunakan nakoba apa tidak,&amp;rdquo; Kata Hendri saat berbincang dengan okezone, Sabtu (4/2/2012).Dia menambahkan, satu jam sebelum keberangkatan, pilot dan barang bawaaannya juga diperiksa kembali. Dengan demikian, akan diketahui apakah pilot tersebut menggunakan narkoba atau membawa narkoba.&amp;ldquo;Biasanya enggak ada pemeriksaan apa-apa untuk pilot, hanya diperiksa apakah bawa bom apa tidak, itu saja. Pemeriksaan pilot tidak menjadi prioritas,&amp;rdquo; imbuhnya.Para pengguna narkoba, lanjut Hendri, tidak dapat dikelompokkan berdasarkan profesi, umur, dan agama. &amp;ldquo;Mau dia kapten, pilot, pelaut, semua bisa,&amp;rdquo; tegasnya.Sebelumnya, kasus pilot yang bersentuhan dengan narkoba terulang lagi. Kali ini, pilot salah satu maskapai penerbangan, Lion Air, tertangkap saat pesta sabu-sabu di Hotel Garden Palace, Jalan Yos Sudarso, Surabaya.Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur membenarkan penangkapan pilot S usai menghisap sabu-sabu di Hotel Garden Palace, Jalan Yos Sudarso, Surabaya.&amp;nbsp;&quot;Betul memang ada penangkapan pilot usai menghisap sabu di hotel itu. Saat ini pilot S dibawa oleh BNN ke Jakarta,&quot; kata Kepala BNNP Jawa Timur Kombes Jan de Fretes kepada okezone.&amp;nbsp;Saat ditangkap, pilot maskapai penerbangan Lion Air ini telah menghisap sabu-sabu di kamar hotel. Sedangkan, barang bukti berupa serbuk sabu seberat 0,4 gram (sebelumnya ditulis 0,04 gram) disembunyikan di dalam map surat yang kemudian disimpan di dalam laci hotel.(kyw)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Hendri Yosodiningrat meminta agar para pemilik maskapai penerbangan agar dapat lebih memperketat pengawasan terhadap para pilot yang akan melakukan penerbangan.&amp;ldquo;Saya berharap dapat diperiksa, misalnya mau terbang seminggu sebelumnya bisa dites. Jadi ketahuan dia menggunakan nakoba apa tidak,&amp;rdquo; Kata Hendri saat berbincang dengan okezone, Sabtu (4/2/2012).Dia menambahkan, satu jam sebelum keberangkatan, pilot dan barang bawaaannya juga diperiksa kembali. Dengan demikian, akan diketahui apakah pilot tersebut menggunakan narkoba atau membawa narkoba.&amp;ldquo;Biasanya enggak ada pemeriksaan apa-apa untuk pilot, hanya diperiksa apakah bawa bom apa tidak, itu saja. Pemeriksaan pilot tidak menjadi prioritas,&amp;rdquo; imbuhnya.Para pengguna narkoba, lanjut Hendri, tidak dapat dikelompokkan berdasarkan profesi, umur, dan agama. &amp;ldquo;Mau dia kapten, pilot, pelaut, semua bisa,&amp;rdquo; tegasnya.Sebelumnya, kasus pilot yang bersentuhan dengan narkoba terulang lagi. Kali ini, pilot salah satu maskapai penerbangan, Lion Air, tertangkap saat pesta sabu-sabu di Hotel Garden Palace, Jalan Yos Sudarso, Surabaya.Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur membenarkan penangkapan pilot S usai menghisap sabu-sabu di Hotel Garden Palace, Jalan Yos Sudarso, Surabaya.&amp;nbsp;&quot;Betul memang ada penangkapan pilot usai menghisap sabu di hotel itu. Saat ini pilot S dibawa oleh BNN ke Jakarta,&quot; kata Kepala BNNP Jawa Timur Kombes Jan de Fretes kepada okezone.&amp;nbsp;Saat ditangkap, pilot maskapai penerbangan Lion Air ini telah menghisap sabu-sabu di kamar hotel. Sedangkan, barang bukti berupa serbuk sabu seberat 0,4 gram (sebelumnya ditulis 0,04 gram) disembunyikan di dalam map surat yang kemudian disimpan di dalam laci hotel.(kyw)</content:encoded></item></channel></rss>
