<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duh, Masih Ada Honor Guru Rp200 Ribu</title><description>Ketua DPR RI Marzuki Alie, mengakui bahwa saat ini ada guru swasta yang  masih menerima honor sebesar Rp200 ribu per bulan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/04/337/569545/duh-masih-ada-honor-guru-rp200-ribu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/02/04/337/569545/duh-masih-ada-honor-guru-rp200-ribu"/><item><title>Duh, Masih Ada Honor Guru Rp200 Ribu</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/04/337/569545/duh-masih-ada-honor-guru-rp200-ribu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/02/04/337/569545/duh-masih-ada-honor-guru-rp200-ribu</guid><pubDate>Sabtu 04 Februari 2012 20:03 WIB</pubDate><dc:creator>Genta Wahyu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/04/337/569545/lDg9CviYev.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dokumentasi Seputar Indonesia</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/04/337/569545/lDg9CviYev.jpg</image><title>Dokumentasi Seputar Indonesia</title></images><description>SOLO &amp;ndash; Ketua DPR RI Marzuki Alie, mengakui bahwa saat ini ada guru swasta yang masih menerima honor sebesar Rp200 ribu per bulan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sungguh aneh, ada guru swasta yang masih menerima honor Rp200-300 ribu per bulan. Aneh di Negara Republik Indonesia ini,&amp;rdquo; tandas Marzuki Ali di depan Pengurus Besar Persatuan Guru Swasta Seluruh Indonesia (PGSI) di Pendapi Gede, Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu (4/2/2012).
&amp;nbsp;
Padahal upah buruh saja, lanjut Marzuki Ali yang juga Dewan Pembina PGSI, buruh yang tidak jelas pendidikannya, mungkin hanya SD, SMP ada Upah Minimum Regional (UMR).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kenapa guru tidak ada penghasilan minimal ? Itulah yang harus diperjuangankan oleh profesi guru,&amp;rdquo; tanyanya.
&amp;nbsp;
Kalau Kepala Daerah tidak memberikan santunan berupa honorarium dan sebagainya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru, kata Ketua DPR RI,  DPRD-lah yang harus berperan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kita musti berjuang agar minimal honorarium guru ditentukan oleh pemerintah, dan itu harus diperjuangkan oleh guru swasta,&amp;rdquo; ajak Marzuki Ali.
&amp;nbsp;
Pada kesempatan itu, dia mengingatkan, bahwa guru adalah tenaga profesi dan bukan pekerja. Tenaga profesi musti ada tunjangan profesi. Tetapi kenyataan sejauh ini tunjangan profesi masih terabaikan, terutama pada guru-guru swasta.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Adalah tugas organisasi guru swasta seperti PGSI bagaimana memperjuangkan percepatan tunjangan profesi agar ditegakkan,&amp;rdquo; tandas Marzuki Ali.</description><content:encoded>SOLO &amp;ndash; Ketua DPR RI Marzuki Alie, mengakui bahwa saat ini ada guru swasta yang masih menerima honor sebesar Rp200 ribu per bulan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sungguh aneh, ada guru swasta yang masih menerima honor Rp200-300 ribu per bulan. Aneh di Negara Republik Indonesia ini,&amp;rdquo; tandas Marzuki Ali di depan Pengurus Besar Persatuan Guru Swasta Seluruh Indonesia (PGSI) di Pendapi Gede, Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu (4/2/2012).
&amp;nbsp;
Padahal upah buruh saja, lanjut Marzuki Ali yang juga Dewan Pembina PGSI, buruh yang tidak jelas pendidikannya, mungkin hanya SD, SMP ada Upah Minimum Regional (UMR).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kenapa guru tidak ada penghasilan minimal ? Itulah yang harus diperjuangankan oleh profesi guru,&amp;rdquo; tanyanya.
&amp;nbsp;
Kalau Kepala Daerah tidak memberikan santunan berupa honorarium dan sebagainya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru, kata Ketua DPR RI,  DPRD-lah yang harus berperan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kita musti berjuang agar minimal honorarium guru ditentukan oleh pemerintah, dan itu harus diperjuangkan oleh guru swasta,&amp;rdquo; ajak Marzuki Ali.
&amp;nbsp;
Pada kesempatan itu, dia mengingatkan, bahwa guru adalah tenaga profesi dan bukan pekerja. Tenaga profesi musti ada tunjangan profesi. Tetapi kenyataan sejauh ini tunjangan profesi masih terabaikan, terutama pada guru-guru swasta.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Adalah tugas organisasi guru swasta seperti PGSI bagaimana memperjuangkan percepatan tunjangan profesi agar ditegakkan,&amp;rdquo; tandas Marzuki Ali.</content:encoded></item></channel></rss>
