<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menyambut 'Utusan Dewa' di Perayaan Cap Go Meh</title><description>Puncak perayaan Cap Go Meh di Solo, Jawa Tengah, ditandai dengan pawai  liong dan barongsai yang digelar di tiga kawasan pecinan di antaranya,  kawasan Coyudan, Ledoksari, dan Sudiroprajan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/06/340/570254/menyambut-utusan-dewa-di-perayaan-cap-go-meh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/02/06/340/570254/menyambut-utusan-dewa-di-perayaan-cap-go-meh"/><item><title>Menyambut 'Utusan Dewa' di Perayaan Cap Go Meh</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/06/340/570254/menyambut-utusan-dewa-di-perayaan-cap-go-meh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/02/06/340/570254/menyambut-utusan-dewa-di-perayaan-cap-go-meh</guid><pubDate>Senin 06 Februari 2012 13:33 WIB</pubDate><dc:creator>Genta Wahyu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/06/340/570254/GtmXbaAQVI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto:Genta/okz)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/06/340/570254/GtmXbaAQVI.jpg</image><title>(Foto:Genta/okz)</title></images><description>SOLO- Puncak perayaan Cap Go Meh di Solo, Jawa Tengah, ditandai dengan pawai liong dan barongsai yang digelar di tiga kawasan pecinan di antaranya, kawasan Coyudan, Ledoksari, dan Sudiroprajan. Pantauan okezone, Senin (6/2/2012) masyarakat yang didatangi barongsai menyambut iring-iringan barongsai, dengan memberikan angpau kepada barongsai. Mereka meyakini, bila tempat usaha atau kediaman mereka didatangi barongsai, maka apa yang dicita-citakan, akan terkabul. &quot;Liong dan barongsai ibarat utusan Dewa. Bila liong dan barongsai tersebut mampir, berarti ada pesan dari dewa buat kami. Kami wajib menyambutnya,&quot; jelas Humas Klenteng Tien Kok Sie, Aryanto Wong, kepada okezone.Kehadiran liong dan barongsai dari tiga perkumpulan ini, kata Aryanto Wong, menandai berakhirnya seluruh rangkaian Imlek. Akhir rangkaian ini juga ditandai dengan Cap Go Meh.Menurut Aryanto, setiap Cap Go Meh, pihaknya selalu berusaha menggelar gelar budaya kebudayaan Tionghoa. Selain itu perayaan Cap Go Meh juga diyakini sebagai puncak hari pengusiran roh jahat sendiri sehingga mereka ingin menunjukkan kebolehan atau kekebalannya.Selain itu, diharapkan pada tahun naga air yang dikenal dengan perjuangan keras, membawa kesejahteraan dan kedamaian tersendiri. &quot;Termasuk politik dalam negeri juga tenteram dan tidak berujung pada pertengkaran antar-anak bangsa,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>SOLO- Puncak perayaan Cap Go Meh di Solo, Jawa Tengah, ditandai dengan pawai liong dan barongsai yang digelar di tiga kawasan pecinan di antaranya, kawasan Coyudan, Ledoksari, dan Sudiroprajan. Pantauan okezone, Senin (6/2/2012) masyarakat yang didatangi barongsai menyambut iring-iringan barongsai, dengan memberikan angpau kepada barongsai. Mereka meyakini, bila tempat usaha atau kediaman mereka didatangi barongsai, maka apa yang dicita-citakan, akan terkabul. &quot;Liong dan barongsai ibarat utusan Dewa. Bila liong dan barongsai tersebut mampir, berarti ada pesan dari dewa buat kami. Kami wajib menyambutnya,&quot; jelas Humas Klenteng Tien Kok Sie, Aryanto Wong, kepada okezone.Kehadiran liong dan barongsai dari tiga perkumpulan ini, kata Aryanto Wong, menandai berakhirnya seluruh rangkaian Imlek. Akhir rangkaian ini juga ditandai dengan Cap Go Meh.Menurut Aryanto, setiap Cap Go Meh, pihaknya selalu berusaha menggelar gelar budaya kebudayaan Tionghoa. Selain itu perayaan Cap Go Meh juga diyakini sebagai puncak hari pengusiran roh jahat sendiri sehingga mereka ingin menunjukkan kebolehan atau kekebalannya.Selain itu, diharapkan pada tahun naga air yang dikenal dengan perjuangan keras, membawa kesejahteraan dan kedamaian tersendiri. &quot;Termasuk politik dalam negeri juga tenteram dan tidak berujung pada pertengkaran antar-anak bangsa,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
