<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Telat 5 Menit, Penumpang Lion Bayar Rp1,4 Juta</title><description>Gara-gara terlambat lima menit naik pesawat, tiga penumpang Lion Air  tujuan Makassar-Jakarta di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin  Makassar disuruh membayar Rp1,437 juta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/06/340/570623/telat-5-menit-penumpang-lion-bayar-rp1-4-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2012/02/06/340/570623/telat-5-menit-penumpang-lion-bayar-rp1-4-juta"/><item><title>Telat 5 Menit, Penumpang Lion Bayar Rp1,4 Juta</title><link>https://news.okezone.com/read/2012/02/06/340/570623/telat-5-menit-penumpang-lion-bayar-rp1-4-juta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2012/02/06/340/570623/telat-5-menit-penumpang-lion-bayar-rp1-4-juta</guid><pubDate>Senin 06 Februari 2012 19:22 WIB</pubDate><dc:creator>Rahmat Hardiansya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/02/06/340/570623/eOSdX1jaNf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lion Air (Foto:okz)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/02/06/340/570623/eOSdX1jaNf.jpg</image><title>Lion Air (Foto:okz)</title></images><description>MAKASSAR- Gara-gara terlambat lima menit naik pesawat, tiga penumpang Lion Air tujuan Makassar-Jakarta di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar disuruh membayar Rp1,437 juta.Hal ini dialami oleh Pengacara kondang Sulsel Tajuddin Rahman dan dua rekan pengusahanya. Tajuddin mengaku akan melakukan somasi dan menggugat tindakan maskapai penerbangan Lion Air atas ketidakprofesionalan dalam melayani penumpangnya. Bahkan tindakan itu, menurutnya terkesan memeras penumpang. Tajuddin yang hendak berangkat ke Jakarta tidak diperbolehkan lagi menaiki pesawat yang harusnya berangkat 17.20 WITA. &quot;Saya setelah check in dan boarding pukul 16.00 WITA, ke kantin dulu untuk ngopi-ngopi, setelah dapat panggilan akan berangkat saya ke pintu masuk, jam baru menunjukkan pukul 17.05 WITA namun pihak Lion Air tidak mengizinkan lagi saya untuk naik,&quot; kata dia, Senin (6/2/2012).Saat itu, Tajuddin bersama dengan dua orang lain juga akan ke Jakarta dengan pesawat yang sama. Keduanya juga ditolak oleh pihak Lion Air, hanya karena terlambat lima menit. Padahal menurut Tajuddin saat itu, pesawat bersangkutan belum berangkat.Alhasil, pihak Lion Air memberikan jalan keluar dengan menunggu pesawat penerbangan berikutnya dengan membebani tambahan biaya sebesar Rp1,437 juta untuk tiga orang tersebut. Menurut Tajuddin hal ini sudah tidak beres dan harus dilakukan perlawanan.Pihak Lion Air, kata Tajuddin menjelaskan, bahwa perlakuan itu juga dilakukan kepada 10 orang penumpang lain pada jam keberangkatan sebelumnya. Tajuddin mengatakan, sepulang dari Jakarta akan menggugat dan mensomasi Lion Air karena tidak mementingkan kebutuhan penumpangnya. &quot;Saya kembali dari Jakarta Rabu mendatang, setelah itu saya akan langsung somasi dan gugat, melalui Lion Air perwakilan Makassar,&amp;rdquo; katanya. Atas kejadian itu, Tajuddin dan dua orang lainnya mengaku sangat dirugikan oleh ulah maskapai penerbangan Lion Air. &quot;Saya harusnya bertemu dengan klien saya di hotel Pukul 19.00 WIB, namun terlambat dan harus menanggung semua itu, saya juga telah mengecewakan klien,&quot; kata dia.</description><content:encoded>MAKASSAR- Gara-gara terlambat lima menit naik pesawat, tiga penumpang Lion Air tujuan Makassar-Jakarta di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar disuruh membayar Rp1,437 juta.Hal ini dialami oleh Pengacara kondang Sulsel Tajuddin Rahman dan dua rekan pengusahanya. Tajuddin mengaku akan melakukan somasi dan menggugat tindakan maskapai penerbangan Lion Air atas ketidakprofesionalan dalam melayani penumpangnya. Bahkan tindakan itu, menurutnya terkesan memeras penumpang. Tajuddin yang hendak berangkat ke Jakarta tidak diperbolehkan lagi menaiki pesawat yang harusnya berangkat 17.20 WITA. &quot;Saya setelah check in dan boarding pukul 16.00 WITA, ke kantin dulu untuk ngopi-ngopi, setelah dapat panggilan akan berangkat saya ke pintu masuk, jam baru menunjukkan pukul 17.05 WITA namun pihak Lion Air tidak mengizinkan lagi saya untuk naik,&quot; kata dia, Senin (6/2/2012).Saat itu, Tajuddin bersama dengan dua orang lain juga akan ke Jakarta dengan pesawat yang sama. Keduanya juga ditolak oleh pihak Lion Air, hanya karena terlambat lima menit. Padahal menurut Tajuddin saat itu, pesawat bersangkutan belum berangkat.Alhasil, pihak Lion Air memberikan jalan keluar dengan menunggu pesawat penerbangan berikutnya dengan membebani tambahan biaya sebesar Rp1,437 juta untuk tiga orang tersebut. Menurut Tajuddin hal ini sudah tidak beres dan harus dilakukan perlawanan.Pihak Lion Air, kata Tajuddin menjelaskan, bahwa perlakuan itu juga dilakukan kepada 10 orang penumpang lain pada jam keberangkatan sebelumnya. Tajuddin mengatakan, sepulang dari Jakarta akan menggugat dan mensomasi Lion Air karena tidak mementingkan kebutuhan penumpangnya. &quot;Saya kembali dari Jakarta Rabu mendatang, setelah itu saya akan langsung somasi dan gugat, melalui Lion Air perwakilan Makassar,&amp;rdquo; katanya. Atas kejadian itu, Tajuddin dan dua orang lainnya mengaku sangat dirugikan oleh ulah maskapai penerbangan Lion Air. &quot;Saya harusnya bertemu dengan klien saya di hotel Pukul 19.00 WIB, namun terlambat dan harus menanggung semua itu, saya juga telah mengecewakan klien,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
